Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 73: Canggung


__ADS_3

Setelah berurusan dan mengurus anak buahnya itu, Viola tentu saja sekarang kembali ke Rumah Keluarga William.


Namun begitu sampai di rumah itu, Viola segera teringat apa yang terjadi di malam sebelumnya dengan Tuan Mudanya itu.


Tiba-tiba memikirkan ini membuat dirinya merasa malu.


Apakah benar-benar tidak apa-apa melalukan hal-hal seperti itu dengan Tuan Mudanya itu?


Sejujurnya, dirinya masih merasa malu untuk melakukan hal-hal itu secara sukarela seperti semalam.


Itulah kenapa semalam dirinya meminta untuk mematikan lampu.


Ternyata rasanya sangat menyenangkan melakukan hal-hal seperti itu, saat pertama dirinya awalnya merasa tidak nyaman, namun setelahnya, itu mulai terasa menyenangkannya, dan sekarang setelah keduanya melakukan hal-hal ini secara sadar, rasanya benar-benar mendebarkan.


Huh, untung saja semalam lampunya dimatikan, jika itu menyala, dengan menatap Tuan Mudanya secara langsung dan sadar saat melakukan itu, akan terasa sangat memalukan.


Ya, dirinya tidak bisa menyangkal kalau Tuan Mudanya sangat tampan, dan memiliki tubuh yang baik, bagaimana jika dirinya menatap Tuan Mudanya saat mereka melakukannya?


Dirinya takut, jika dirinya tidak akan tahan dengan pesona mematikan itu.


Sudah bertahun-tahun dirinya cukup menahan diri, mengendalikannya dirinya agar tidak terpesona pada Tuan Mudanya.


Karena, dirinya cukup sadar diri dengan wajah dan latar belakang seperti ini, dirinya tidak pantas untuk Tuan Mudanya.


Dan sekarang Tuan Mudanya malah dengan seenaknya meminta Pernikahan Kontrak yang dirinya tidak bisa tolak...


Dan sakarang hal-hal menjadi seperti ini....


Ini benar-benar meresahkan, sekarang bagaimana dirinya bisa menatap wajah Tuan Mudanya?


Ketika hanya memikirkannya saja, dirinya ingat kejadian semalam, ciuman lembut itu dan hal-hal menyenangkan itu....


Akhhh...


Viola...


Kendalikan dirimu...


Viola segera menarik nafas dalam-dalam.


Mencoba mengembalikan ekpersinya seperti biasanya.


Benar, tidak apa-apa Viola.


Hanya harus bersikap seperti biasanya.


Namun...


Hal-hal seperti ini tidak hanya akan dilakukan sekali saja, di masa depan mereka masih akan melakukannya...


Ini...


Apakah ini benar-benar tidak apa-apa membiarkan dirinya dan Tuan Mudanya melakukan hal-hal ini?

__ADS_1


Walaupun dirinya sendiri yang bilang itu pada Tuan Mudanya bahwa ini tidak masalah, ini untuk berlatih, untuk menjaga kesehatannya namun sebenarnya hal-hal yang dirinya katakan hari itu benar-benar hanya omong kosong dari pada canggung!!


Karena jelas setelah dirinya memikirkannya secara matang, dalam pikiran jernih, hal-hal ini tidak benar-benar perlu.


Dan sekarang dirinya agak menyesal setelah mengatakannya sebelumnya.


Dan semalam, hanya....


Tiba-tiba tidak bisa menolak, apalagi setelah menatap wajah itu...


Ukhhh....


Dan lagi, sejujurnya, dirinya juga sangat menikmati hal-hal ini...


Apakah sekarang dirinya diam-diam mengambil keuntungan dari Kepolosan Tuan Mudanya itu?


Tanpa sadar, Viola sudah sampai di kamar Tuan Mudanya itu.


"Hai, Viola kamu sudah pulang ternyata," sapa Arka dari kamarnya, yang terlihat sedang duduk santai di sofa, sambil menatap Viola masuk.


Awalnya Arka masih kepikiran soal hal-hal yang barusan di selidik oleh adiknya itu, namun dia mencoba mengalihkan pikirannya dulu.


Hah, hal-hal itu masaih menjadi misteri, semakin di selidiki malah semakin tidak jelas, membuat pusing sendiri.


Mending memikirkan hal-hal lainnya, memikirkannya Viola yang baru datang misalnya.


Dan Viola datang di saat yang tepat.


Viola melihat bagaimana Tuan Mudanya bersikap biasa saja, entah bagaimana merasa sedikit kecewa.


Namun sebenarnya, Viola salah.


Arka dalam hati sedang berteriak, karena kecemasannya sendiri.


Akhhhhh....


Setelah semalam dirinya benar-benar ingin mencari lubang untuk bersembunyi.


Masih sedikit malu untuk bertemu Viola.


Apalagi semalam dirinya yang meminta ini dengan tidak masuk akal karena marah.


Bagaimana ini...


Dirinya berada di Rumah Sakit selama ini, dan tidak sempat mencari referensi atau sesuatu, apakah dirinya akan mendapatkan review bintang satu lagi?


Tunggu!!


Kenapa malah memikirkannya itu!


Untungnya, semalam lampu itu mati, jika tidak, dirinya menjadi tidak yakin apakah bisa mengendalikan dirinya...


Semalam hanya dua putaran, tentu saja, itu jauh dari kata puas...

__ADS_1


Masih ingin lagi...


Apakah ini termasuk dirinya memanfaatkan Viola?


Bagaimana ini?


Bahkan Viola menyebut ini semacam tugas tambahan, 'Layanan Malam'


Apa-apaan dengan julukan ini?


"Tuan Muda butuh sesuatu?"


Mendengar suara Viola, Arka segera menetralkan ekpersinya.


Baik, lupakan tentang hal-hal merepotkan itu.


Lagipula hal-hal semalam sangat menyenangkan.


"Tidak, tidak. Aku hanya merasa sangat senang. Cuaca hari ini sungguh indah," kata Arka dengan tidak jelas.


CTARRRR


Viola lalu menatap kearah jendela, dimana langit mendung dan barusan ada petir.


Ini...


Apakah karena benturan itu mengakibatkan ada masalah dengan kepala Tuan Mudanya?


Jadi itulah kenapa Tuan Mudanya bersikap aneh?


Dirinya ingat, bagaimana setelah bangun tidur sebelumnya, Tuan Mudanya senyum-senyum sendiri, dan saat sarapan tidak berhenti menatap dirinya sambil bilang,


'Viola kamu sungguh sangat manis, dan cantik, seperti matahari pagi yang muncul pagi ini,'


Padahal jelas dari tadi pagi mendung dan tidak terlihat ketika matahari terbit, karena tertutup awan.


Memikirkannya soal tadi pagi, membuat Viola merasa malu sendiri.


Tuan Mudanya benar-benar bersikap aneh!!


Arka sendiri juga sadar, dengan cuapan omong kosongnya barusan.


Cerah apa?


Cuaca diluar jelas saat ini tengah mending dan bahkan ada petir!


Tatapan mata mereka akhirnya bertemu, namun hanya bertahan dua detik sampai dua-duanya saling mengalah pandangannya.


Mereka canggung eynha bagaimana.


Dan saat ini suasana menjadi hening antara kedua.


Sama-sama tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


Masih sangat memikirkan hal-hal semalam.


__ADS_2