Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 7: Malam Pertama (Part 1)


__ADS_3

Setelah beberapa sapaan kecil itu, Arka lalu bertanya, soal keadaan Louise.


"Kenapa kamu bisa seperti ini, sih? Kamu ini sangat ceroboh, dan kenapa pula tidak memberitahuku?"


"Aku baik-baik saja, Kak. Ini hanya luka kecil pula. Lagipula kan Kakak Hari ini menikah aku tidak ingin membuat Kakak Khawatir," Kata Louise dengan tenang.


"Kamu ini ya, bagaimana tidak membuat aku khawatir? Pada akhirnya kamu tetap membuatku khawatir, lagian kenapa kamu sampai kecelakaan di Pesta Pernikahan ku? Bukankah tadi siang kamu di pesta? Namun sudah menghilang saat Sore hari, aku mencarimu dari tadi tapi kamu tidak bisa dihubungi,"


"Aku lupa membawa Kado Pernikahan Kakak, ketinggalan di Rumah, jadi aku pulang dulu untuk mengambilnya, siapa yang tahu saat aku perjalan kembali ke Gedung Pertemuan, aku malah terjadi seperti ini,"


"Astaga, soal Kado? Kamu kan bisa memberikannya padaku lain kali pula. Kenapa musti kamu ambil segala sih, dan kamu harus kecelakaan pula sekarang,"


"Tidak bisa Kak, Kadonya ini sangat penting jadi aku harus memberikannya pada Kakak hari ini,"


Lalu Louise mengambil sebuah kota misterius yang terbungkus rapi di samping meja.


"Ini Kak, Kado untuk Kakak. Dan Selamat untuk Pernikahan Kakak, aku sangat senang Kakak akhirnya menikah dengan Kak Viola,"


Arka menerima kotak itu dengan penasaran, menatap kotak ini sejenak, memikirkan kira-kira apa isi kotak ini.


"Kamu ini ya pakai repot-repot segala, tapi Terimakasih. Dan apa ini? Aku penasaran isinya,"


"Pokoknya ini kejutan, nanti Kakak buka saja ketika sampai di rumah, ingat ya Kak, begitu sampai di rumah langsung di Buka, jangan menunggu Besok-besok."


Arka lalu tertawa,


"Ya ampun, kamu ini ada-ada saja, kamu sepertinya berniat mau mengerjai Kakak ya,"


Louise lalu tertawa,


"Sudah-sudah, sana Kakak pulang saja aku tidak mau mengagu Malam Pertama dari Pengantin Baru,"


Mendengar kata malam pertama, membuat Arka memerah karena malu.


"Hah, bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendiri disini, Hah? Tentu saja kamu sama sekali tidak mengagguku,"


"Pokoknya, Kakak pulang saja, aku baik-baik saja. Ah sampai lupa Kak Viola juga selamat ya Kak atas Pernikahan Kakak dengan Kak Arka, aku harap kalian berdua selalu bahagia,"


"Terimakasih Tuan Muda Louise," kata Viola dengan tenang.


"Jangan panggil aku seperti itu, panggil saja Aku Louise, sekarang kan Kakak adalah Istri Kak Arka, itu berani Kakak adalah Kakakku juga,"


Tanpa banyak berdebat, Viola langsung menyetujuinya.


"Baik, Louise."

__ADS_1


Disisi lainnya, Arka tiba-tiba merasa kesal.


Kenapa perlakuannya sangat berbeda?


Viola untuk tidak memanggilnya Tuan Muda saja musti berdebat tujuh keliling, namun pada akhirnya tetap memanggil dirinya Tuan Muda, kenapa dia begitu cepat setuju untuk menyebut nama adiknya dari pada namanya?


Arka benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Viola.


"Ya sudah kalau kamu baik-baik saja, ini beneran aku tinggal tidak apa-apa?" Tanya Arka lagi.


"Itu benar, Louise, aku dan Arka tidak bisa meninggalkan kamu sendiri disini bagaimana kalau kamu butuh sesuatu ditengah malam atau ada masalah?" Tanya Viola lagi.


Arka sedikit terteguh, ada perasaan hangat disana ketika Viola akhirnya menyebut namanya tanpa embel-embel Tuan Muda.


Ah, benar kalau didepan orang lain dia akan memanggil namanya bukan?


Tapi jika berdua, Viola benar-benar hanya memanggilnya Tuan Muda!!!


"Ya ampun, kalian ini masih Pengantin Baru, sana-sana pulang saja, aku beneran tidak apa-apa, hanya lecet saja ini Doker saja yang berlebihan, lagipula ada banyak suster disini, apa yang perlu dicemaskan? Setidaknya mereka akan cukup memberikan pelayanan pada cucu pemilik tempat ini,"


"Hmm, kamu benar. Jadi apakah Ibumu tidak kesini tadi?"


Ketika nama Ibunya disebut, wajah Louise menjukan perubahan ekpersi.


"Aku sudah bilang aku baik-baik saja pada Ibu, dan menyuruhnya agar tidak kesini, tapi dia benar-benar tidak kesini, dia bilang masih ada banyak urusan dan menyapa banyak Tamu penting di Pernikahan Kakak,"


"Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan, dia memang seperti itu bukan?"


"Hmm, begitulah."


"Baik-baik, sebaiknya kamu Istirahat yang banyak agar cepat sembuh. Aku dan Viola akan pergi,"


"Tentu saja, Kak. Tapi tunggu dulu,"


Louise menarik Arka, agar dia bisa berbisik di telinga Arka, agar hanya Arka yang mendengar kata-katanya.


"Semoga sukses untuk 'Malam Pertama' ini ya, Kak, Kakak pasti bisa membuat Kak Viola senang malam ini,"


Tentu saja wajah Arka menjadi merah semerah tomat, karena dia jelas tahu maksud Louise soal 'Malam Pertama'.


Memikirkannya memang membuat Arka malu sendiri.


Melakukan hal-hal seperti itu dengan Viola....


"Kamu ini, berhenti bicara omong kosong,"

__ADS_1


Louise lalu hanya mengedipkan matanya, lalu mengucapkan selamat jalan pada dua orang itu.


Sampai di luar ruangan, Viola yang penasaran lalu bertanya,


"Tuan Muda, apa yang Tuan Muda bicarakan dengan adik Tuan Muda barusan?"


"Itu bukan apa-apa, kamu tidak perlu tahu, lagian kenapa kamu bertanya?"


"Karena wajah Tuan Muda tiba-tiba memerah, aku jadi penasaran apa yang dikatakan oleh Tuan Muda Louise,"


"A.. apakah ekpersi ku terlihat jelas?"


Sekarang Viola yang menatap Arka dengan heran.


"Sudah berapa tahun kita saling kenal Tuan Muda? Dan Ekpersi Tuan Muda selalu mudah di tebak dan semua hal yang Tuan Muda pikirkan terlihat jelas di wajah Tuan Muda,"


"Huh, apa-apa itu, kamu sok-sokan membaca pikiranku, hmph, kamu tidak tahu apa yang ada di pikiranku!!"


"Aku hanya menebak,"


Lalu, Arka memiliki beberapa pemikiran iseng, dia mulai mendekatkan wajahnya kearah Viola, lebih dekat, seolah meminta untuk berciuman, namun respon Viola sangat datar.


"Apakah ada ada sesuatu di rambut, saya Tuan Muda?"


Arka yang sudah mengerahkan keberaniannya itu lalu mundur seketika.


"Lupakan. Tidak penting, hpmh," kaya Arka marah, lalu lanjut berjalan di koridor, di susul oleh Viola.


####


Pada akhirnya, sekarang Arka dan Viola sudah kembali ke Ruangan Kamar Arka.


Seperti biasanya, Viola dengan sigap langsung membantu Arka melepaskan Jas yang dia pakai, lalu mengambilkan Piyama untuk Arka pakai.


Mereka melakukannya sangat-sangat natural, Viola juga membereskan tempat tidur, menghilangkan hiasan bunga yang tidak berguna disana, sampai ketika Arka tidur di tempat tidurnya, dan Viola membantunya membenarkan selimut, Arka baru sadar dia melupakan sesuatu.


Sepertinya ada yang salah?


Kenapa ini terlihat sangat natural?


Bukankah ini seharusnya, menjadi 'Malam Pertama' mereka?


Tapi memikirkan soal 'Malam Pertama' saja sudah membuat Arka merasa malu. Dia mencoba menormalkan ekpersinya lalu memanggil Viola.


"Viola."

__ADS_1


"Ya, Tuan Muda ada apa?"


"Untuk malam ini kamu...."


__ADS_2