Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 45: Memanjakanmu


__ADS_3

Arka benar-benar terlihat asik sendiri ketika berbelanja, sampai lupa waktu.


Dan ketika melihat keponselnya yang sepertinya kehabisan daya dan mati itu, ekpersi Arka menjadi gelap.


Sial!!


Ponselnya pakai mati segala sih.


Apakah lupa untuk mencharge?


Sepertinya di mobil ada, nanti akan segera di cek.


Dirinya ingin menghubungi Viola, agar Viola tidak makan malam dulu dan menunggu dirinya pulang.


Kejutannya akan berantakan jika Viola sudah makan dulu.


Setelah puas dengan berbelanja, dia segera menyuruh pelayan disana untuk membawakan semua itu ke mobilnya.


"Mari bantu aku membawa semua ini ke mobilku, aku parkir tidak jauh dari sini,"


"Tentu saja Tuan Muda, mari saya antarkan," kata pelayan itu begitu sopan, ya karena Pria Tampan ini benar-benar membeli begitu banyak barang!


Apalagi dengan Kartu Hitam itu!!


Ini harus diperlakukan seperti VVIP!


Segera setelah meletakan semua Tas belanjaan yang begitu banyak itu ke dalam mobil, Arka baru ingat kalau dirinya juga memesan bunga.


Apakah sudah selesai?


Harusnya sih sudah, melihat kearah jam tangannya, yang sudah menunjukan jam segini.


Apakah dirinya berlebihan saat berbelanja?


Waktu benar-benar cepat berlalu!!


Ya, mau bagaimana lagi.


Dirinya cukup pilih-pilih ketika Berbelanja, biasanya ada Viola yang menemaninya berbelaja yang membantu dirinya memilih, sekarang tidak ada Viola, rasanya memang ada yang kurang ketika Berbelaja sendiri seperti ini.


Tidak, tidak.


Apa yang dirinya pikirkan?


Sekarang, Viola adalah Istrinya, bukan lagi Pelayan!


Dan tidak hanya diatas kertas, sekarang Viola benar-benar sudah menjadi Istrinya, karena mereka sudah melakukan hal-hal seperti itu.


Memikirkannya jika Viola benar-benar miliknya, membuat perasaan Arka menjadi berbunga-bunga.


Jadi dengan perasaan gembira, Arka kembali ke toko bunga, dan mengambil satu buket bunga mawar putih besar pesannya.


Melihat buket bunga itu, Arka terlihat begitu senang.


"Pasti Viola akan menyukainya, hehe," gumamnya dengan penuh kegembiraan.


Setelahnya, Arka segera kembali ke mobil dan menaiki mobilnya sambil bersenandung dengan gembira.


Namun sebelum pulang, dia mampir lagi kebeberapa tempat untuk membeli beberapa hal lagi.


####


Hal yang membuat jantung Arka hampir copot adalah melihat wajah Viola di gerbang depan Rumah.


Dengan perasaan kaget, Arka langsung segera turun dari mobilnya.


"Viola? Kenapa kamu berada di gerbang? Bukankah aku menyuruhmu untuk Istirahat?"


Viola dengan ekpersi lega itu, juga segera mendatangi Tuan Mudanya.


"Astaga, Taun Muda, kamu ini kemana saja? Bukankah sudah pulang dari Kantor jam 5? Lihat ini sudah jam tujuh malam!! Ini sudah cukup lama sejak jam pulang kantor, kamu tidak ada kabar dari tadi, ponselmu tidak bisa di hubungi, aku sempat khawatir jika kamu di cilik orang, astaga," tanya Viola beruntun.

__ADS_1


"Aku hanya mampir ke beberapa tempat dan membeli sesuatu,"


"Tapi kamu harus memberi kabar setidaknya, bukan menghilang seperti ini,"


Arka sedikit tersenyum dengan ekpersi rumit,


"Hehe.. Aku tadi lupa, dan tau-tau ternyata ponselku kehabisan batrai, lupa aku isi daya,"


"Astaga, patas saja dari tadi di telepon tidak bisa. Tuan Muda ini bagaimana? Aku sempat khawatir kalau Tuan Muda tiba-tiba hilang atau di culik,"


Melihat ekpersi Viola sepertinya seorang ibu yang memarahi anaknya karena pulang terlambat itu, membuat ekpersi Arka menjadi jelek.


"Aku... Aku bukan anak kecil!! Mana ada aku di culik, kamu tidak perlu terlalu berlebihan,"


Viola hanya bisa menghela nafasnya mendegar kata-kata Arka.


"Baik-baik, Tuan Muda. Mari segera kita masuk. Apakah Tuan Muda sudah makan? Nanti akan saya siapkan makam malam jika belum, tidak baik makan terlalu malam,"


"Belum makan, bagaimana denganmu?"


Viola menjawab dengan tenang,


"Aku menunggu Tuan Muda pulang, bagaimana aku bisa makan duluan?"


Mendengar hal itu, ada rasa kegemukan tertentu dihati Arka.


Akhhh..


Viola benar-benar menunggunya pulang untuk makan malam, benar-benar terlihat seperti Istri yang perhatian sekali!!


Sungguh, sekarang dirinya baru memperhatikan sikap Viola.


Ini benar-benar sangat perhatian padanya dan bahkan menunggunya pulang dengan setia disini.


Benar-benar terasa nyaman ketika melihat seseorang dirumah menunggu dan menyambut kedatangannya ini.


"Tunggu, aku punya sesuatu untukmu,"


"Apa itu?"


Dengan perasaan gembira, Arka segera memberikan buket bunga itu pada Viola.


Viola menatap kaget pada buket bunga mawar putih yang cukup besar itu.


"Ini...."


"Ini untukmu, aku sengaja membeli ini untukmu," kata Arka dengan ekpersi gembira, sambil menyerahkan bunga itu pada Viola.


Viola masih menatap kaget dengan bunga di tangannya itu.


Untuk apa bunga begitu banyak ini Astaga?


"Jadi Tuan Muda mampir membeli ini?"


Arka menjawab dengan puas,


"Tentu saja, namun tidak hanya ini. Lihat, aku juga membelikanmu beberapa hadiah,"


Kali ini, Arka membuka pintu belakang mobilnya.


Disana terdapat berbagai macam Tas Belajar, juga beberapa kotak yang sepertinya berisi Tas, sepatu dan sejenisnya.


Ekpersi Viola menjadi berubah melintas barang-barang itu.


"Ini...."


"Ini semua hadiah untukmu, aku segaja memilihkannya, semoga kamu menyukainya. Lihat, bukankah kemarin aku menjanjikan mu membelikan gaun yang indah? Gaun ini sangat indah, dan cocok untukmu," kata Arka sambil mengeluarkan salah satu gaun dari kantong belanja itu.


Viola melihat sekilas gaun itu, dan kemudian dirinya melihat kearah tag harga gaun.


Nolnya cukup banyak.

__ADS_1


Memang, dirinya tahu kalau Keluarga William sangat kaya, tapi...


Tuan Mudanya ini selalu benar-benar suka membeli barang-barang tidak jelas dan terlalu boros, dirinya sempat khawatir jika Tuan Mudanya ini akan ditipu seseorang, apalagi biasnya Tuan Mudanya ini selalu membeli barang dengan harga lebih mahal dari harga biasanya.


Astaga....


"Tapi ini terlalu banyak, seharunya Tuan Muda tidak perlu membeli sebanyak ini,"


Melihat Viola terlihat tidak senang itu, ekpersi Arka menjadi cemberut.


"Apakah kamu tidak suka dengan hadiahku?"


Melihat ekpersi kecewa itu, tentu saja Viola tidak akan tega, lalu berkata dengan hangat,


"Tentu saja, tidak. Saya sangat menyukainya, ini sangat bagus,"


Arka lalu tersenyum, kemudian memeluk Viola.


"Hmm, aku senang jika kamu menyukainya,"


Mendapatkan pelukan tiba-tiba itu, Viola tidak tahu harus berekspresi seperti apa.


Arka yang menyadari gerakan Impulsifnya itu, segera melepaskannya pelukannya, lalu lanjut berkata,


"Aku juga membelikanmu hal-hal lain,"


Sekarang Arka membuka pintu depan mobilnya, disana ada berbagai jenis makanan dan beberapa kotak kue.


Menatap itu, ekpersi Viola kembali menunjukan keterkejutannya.


"Ini..."


Entah sudah berapa kali dirinya terkejut,


"Aku membelikanmu Stroberry Cheesecake kesukaanmu satu loyang, dan ini ada juga Ayam Goreng kesukaanmu, sepertinya kamu juga suka Pizza keju aku membelinya juga, aku tadi juga memesan Mie Goreng Pedas kesukanmu, ini dia!! Ada juga...." Kata Arka dengan semangat menunjukan barang yang dibelinya itu.


Namun sebelum Arka selesai berbicara, Viola sudah memotong-motong.


"Cukup-cukup Tuan Muda, mari segera masuk saja,"


"Hmm, tentu ayo masuk," kata Arka dengan gembira lalu mengandeng tangan Viola dengan senang.


Viola lalu menyuruh pelayan dan penjaga gerbang untuk membawa masuk mobil Arka dan untuk mengantarkan semua hal-hal yang Arka beli ke kamar mereka.


Viola hanya bisa menatap heran sambil berpikir,


'Makanan sebanyak itu.... Apakah benar-benar akan habis?'


Walaupun dirinya merasa itu cukup pemborosan, namun melihat Tuan Mudanya benar-benar membelikan semua hal-hal yang dirinya sukai itu membuat hati Viola terasa hangat.


Dirinya merasa ini tidak buruk juga.


Tuan Mudanya selalu sangat baik hati.


Dengan senyuman tipisnya, Viola mengikuti Arka memasuki gerbang.


Mereka berjalan dengan santai disana.


Tanpa mereka sadari sebenarnya dari tadi beberapa orang menatap mereka.


Itu adalah penjaga gerbang dan beberapa pelayan disekitar sana.


Memang dia tidak mendegar begitu jelas apa yang mereka berdua katakan, namun melihat saat Tuan Muda Arka itu memberi Hadian buket bunga mawar putih yang begitu indah dan romantis pada Istrinya itu.


Astaga...


Adegan-adegan romantis yang hanya bisa dilihat dalam drama itu benar-benar terjadi live di hadapan mereka!!


Beberapa gadis muda disana juga terlihat sangat iri, betapa beruntungnya Viola itu menikah dengan Tuan Muda Keluarga William, walaupun kabarnya Tuan Muda ini memiliki sifat buruk, namun ternyata dia sangat romantis kepada Istrinya.


Degan itu, kabar keromantisan itu sampai dan menjadi bahan gosip selama beberapa hari.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2