Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 50: Tidak akan membiarkannya


__ADS_3

Tentu saja kabar jika, Arka Anderson berhasil mendapatkan kerja sama dengan Arsitektur itu sudah sampai pada Marsela Cavel.


Karena dia memang memasang mata-mata yang mengawasi Arka.


Dirinya juga sudah menerima laporan tentang masalalu Arka dari penyelidikan ini.


Namun Kabar jika Arka berhasil mendapatkan bantuan Arsitektur itu benar-benar mengagu Marsela.


Saat ini, Marsela sedang berbicara dengan bawahannya itu merasa sangat kesal.


"Apa kamu bilang? Perwakilan dari William Group itu berhasil bekerja sama dengan Arsitektur itu?"


"Benar, kami melihat sendiri bagaimana mereka mulai mendiskusikan soal proyek itu," jawab Asisten Marsela dengan gugup.


"Sialan!! Aku tidak mengira, Arka sialan itu bisa mendapatkan kerja sama dari Arsitektur sialan itu!! Huh! Aku masih ingat bahwa Arsitektur itu menolakku mentah-mentah, benar-benar Arsitektur tidak tahu diri, dan sekarang dia berani menerima Job itu dari Arka William?"


"Kami tidak bisa berbuat apa-apa soal itu, jadi bagaimana Nona Marsela, perintah berikutnya?" tanyanya lagi dengan gugup.


Saat ini Marsela menatap kalender di mejanya.


Kalau sesuai jatwal, harusnya mereka akan melakukan pertemuan ulang besok pagi untuk membahas soal proyek ini dengan klaien, presentasi untuk mendapatkan proyek.


Padahal dirinya kira, Arka itu tidak akan dapat mendapatkan Arsitektur itu, karena sepertinya Arsitek itu sangat keras kepala menolak, jadi dirinya mencari Arsitektur lain dan membuyarkan rencana yang lebih matang agar dirinya bisa memenangkan Proyek itu.


Tidak mengira kalau rencananya ini bisa sampai gagal gara-gara Arka itu.


Jika Tim dari William Group itu sampai membawa Arsitektur itu sampai kesana, pasti mereka yang akan memenangkan proyek ini.


Ini tidak bisa dibiarkan.


Jika sampai dirinya gagal mendapatkan proyek ini, reputasinya di Keluarga Cavel akan di pertaruhkan.


Prestasi sempurna yang dirinya kumpukan selama bertahun-tahun akan terbuang sia-sia, dan ternoda berkat kejadian ini, apalagi ini sampai di kalahkan oleh Tuan Muda tidak berguna dari Keluarga William!!


Tidak!!


Ini tidak bisa!!


Dirinya sungguh membenci Tuan Muda dari Keluarga William itu, sejak permata kali bertemu.


Pemuda Arogan yang berani padanya!!!


Marsela berpikir sejenak, memikirkan hal-hal yang sebaiknya mereka lakukan.


"Aku tidak peduli, apapun yang terjadi cegah agar besok rombongan Tim dari William Group itu tidak bisa datang pertemuan, gunakan saja cara lama, buat mobil mereka mogok atau sesuatu,"


"Baik, Nona akan kami lakukan, saya akan memerintah kan bawahan untuk melakukan itu," kata Asistennya itu dengan sigap.


"Tidak, aku rasa itu masih kurang, kalau bisa buat mereka celaka, mereka harus diberi pelajaran, mereka harus paham jika sampai menyinggung Keluarga Cavel, mereka harus merasakan akibatnya,"

__ADS_1


"Tapi, Nona itu...."


Asisten Marsela itu terlihat cukup ragu mendegar perintah Impulsif dari Nonanya itu.


"Kalian ini Mafia kan? Apa melenyapkan seseorang itu sulit?"


"Namun ini dari Keluarga William, bukankah kami masih membutuhkan mereka untuk hidup demi rencana Nona sebelumnya?"


Benar, Marsela sekarang ingat rencananya untuk mendapatkan kunci Harta Warisan tersembunyi itu.


Marsela berpikir lagi, lalu mulai mengambil keputusan yang cukup bijak.


"Baik, pokoknya buat saja mereka celaka, namun tidak sampai membahayakan nyawa, hanya kaki patah atau sesuatu bukan masalah besar,"


"Baik, Nona. Kami mengerti, kami akan mengeroyok mereka dan memberi mereka pelajaran,"


"Benar, buat patah kaki dan tangan Tuan Muda sombong dari Keluarga William itu,"


"Baik, Nona Marsela, itu hal yang mudah, jika hanya mematahkan beberapa kaki,"


Marsela cukup senang dengan rencananya itu.


Mari buat Tuan Muda sombong dari Keluarga William itu tidak bisa berjalan!!


Itu adalah harga yang layak karena berani macam-macam dengan Keluarga Cavel kami!!


Apapun caranya, dirinya harus menang, itulah cara Keluarga Cavel bertindak selama ini.


####


Hari itu Arka kembali ke Kantor dengan perasaan gembira.


Akhirnya tinggal sedikit lagi, sampai mereka mendapatkan proyek itu!!


"Tuan Muda tidak boleh lengah, mari kita segera siapkan bahan untuk Presentasi besok, agar kita memenangkan proyek ini,"


"Kamu benar, aku akan segera menyiapkan bahan-bahannya, namun sejujurnya aku benar-benar tidak menyangka, sebentar lagi kita akan menengangkan proyek ini,"


"Ya, ini semua juga berkat keteguhan hati Tuan Muda yang tidak mudah menyerah,"


Mendapatkan pujian dari Viola itu, Arka jelas merasa senang.


"Emm, ini juga berkat dukunganmu,"


Mereka terlihat dalam suasana hati hari itu, Arka juga terlihat begitu rajin mempersiapkan hal-hal untuk presentasi besok.


Dirinya benar-benar tidak sabar untuk menangkan hari esok.


Semoga besok menjadi hari yang baik.

__ADS_1


Dan lihat, dirinya akan membuktikan kalau dirinya ini mampu, dan membuat para anggota Direksi sialan itu yang meremehkannya itu menyesal.


Hpmh, dirinya adalah Tuan Muda Arka dari Keluarga William, apapun mungkin, bahkan mengalahkan CVL Group yang menyebalkan itu.


Dengan penuh percaya diri dan semangat, Arka benar-benar serius mengerjakan Pekerjaan hari itu.


Sampai-sampai dimalam hari, dia tidak bisa tidur karena cemas dan gugup.


Arka ditempa tidurnya hanya berguling-guling tidak jelas dari tadi.


Viola yang tidur disampingnya, jelas menyadari hal itu, dia tahu kalau Tuan Mudanya pasti cemas.


Bagaimanapun juga, besok adalah hari yang menentukan untuk mereka, hari penting untuk menjadi langkah pertama Tuan Mudanya membuktikan dirinya sebagai Tuan Muda Keluarga William, bahwa dia juga layak untuk menghadapkan pembalutan dari Keluarganya.


Proyek hebat pertama yang akan Tuan Mudanya dapatkan.


"Tuan Muda tidak usah cemas, semua akan baik-baik saja,"


"Namun aku takut, bagaimana jika besok aku melakukan kesalahan?"


"Tuan Muda memiki saya, saya akan membantu Tuan Muda agar semua berjalan dengan lancar, saya akan selalu mendukung Tuan Muda apapun yang terjadi, jadi jangan cemas,"


Arka tersemyum melihat ketulusan Viola.


Ya, Viola ada disisinya, apalagi yang perlu dirinya cemaskan?


"Kamu benar, aku memilikimu disisiku,"


"Ya, Tuan Muda selalu bisa mengadakanku,"


"Terimakasih Viola..."


Arka lalu mengeggam tangan Viola untuk membuat dirinya tenang.


Viola agak terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu, namun dia tidak mencegahnya.


Membiarkan Arka mengegengam tangannya, gengaman tangan yang cukup hangat.


Dan perlahan, dalam genggaman tangan Viola, Arka merasa lebih tenang, dan mulai jatuh tertidur lelap, merasa begitu tenang bersama orang yang dirinya cintai itu.


Viola yang melihat Tuan Mudanya itu tidur lelap, merasa lega.


Benar, apapun yang terjadi besok, dirinya akan pastikan Persentasi itu berjalan lancar, dan Tuan Mudanya akan mendapatkan proyek itu.


Dirinya tidak akan membiarkan apapun sampai menghalangi Tuan Mudanya.


Viola juga bertekat malam itu, kemudian dia juga jatuh tertidur dengan lelap.


Ya, tanpa mereka tahu, bawah beberapa orang tenaga merencanakan sesuatu untuk besok pagi.

__ADS_1


__ADS_2