Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 65: Pekerjaan Tambahan


__ADS_3

Tentu saja mendengar permintaan dari Tuan Mudanya itu, Viola tahu maksudnya.


Namun tatap saja dirinya sedikit terkejut.


Tidak mengira hal-hal ini akan segera dikatakan oleh Tuan Mudanya begitu dia keluar dari Rumah Sakit.


Orang bilang, setelah mencoba hal-hal ini untuk pertama kalinya, akan memberikan efek candu.


Itulah kenapa, diawal Pernikahan beberapa orang akan terlihat sangat mesra sekali.


Ya, sejujurnya hal-hal malam itu dengan Tuan Mudanya Arka adalah hal yang cukup menyenangkan...


Dengan wajah Tampan dan Tubuh Tuan Mudanya yang berawat dengan baik...


Walaupun itu sedikit kasar pada awalnya, namun dirinya juga sempat menikmati hal-hal itu...


Memikirkannya sejujurnya membuat Viola merasa gugup, dan wajahnya memanas.


Namun mendapatkan permintaan tiba-tiba seperti ini dirinya belum siap.


"Itu...."


Namun sebelum Viola menjawab, Arka segera memalingkan wajahnya, dan berkata,


"Su.... Sudah lupakan apa yang barusan aku katakan,"


Melihat ekpersi Tuan Mudanya sedikit tidak nyaman itu, Viola juga binggung harus berkata apa.


Bagaimanapun juga, hal-hal ini masih cukup memalukan untuk dibahas.


Walaupun mereka pernah melakukannya sekali sebelumnya, dan dirinya saat itu bilang pada Tuan Mudanya jika mereka bisa melakukannya.


Namun jika tiba-tiba seperti ini dirinya belum siap.


Ini terlalu mendadak....


"Tuan Muda, saya mengerti maksud Tuan Muda, jadi bagaimana kalau besok saja? Saya belum siap sekarang,"


Arka yang awalnya menutup wajahnya karena malu itu, tiba-tiba menjadi kaget dengan perkataan Viola.


Apa barusan dirinya dengar?


Viola setuju?


Arka segera membalik wajahnya, dan menatap kearah mata Viola mencoba mencari keyakinan dari ucapannya itu.


"Apa barusan kamu bilang?"


Menatap langsung wajah Tuan Mudanya itu, tiba-tiba nyali Viola sedikit menciut.


Viola sedikit mengalihkan pandangannya.


"Mu... Mungkin besok bisa... Aku butuh persiapan..."


Arka lalu memegang wajah Viola, agar gadis itu menatapnya.


"Viola, apakah kamu serius soal apa yang kamu katakan?"


Viola berkata dengan ragu,


"Saya sudah bilang ini termasuk kewajiban saya pada Tuan Muda untuk....."


Namun sebelum Viola melanjutkan kalimatnya, mulutnya ditutup oleh Arka.


Tentu saja, Arka tahu apa yang akan Viola katakan.


Viola akan bilang jika ini adalah pekerja tambahan yang ingin dia lakukan.

__ADS_1


Memikirkannya membuat Arka merasa marah dan kesal.


Jadi, hanya dirinya kah yang mangagap hal-hal ini penting dan berharga?


Namun Viola sama sekali tidak mengagapnya berharga atau penting, hanya menjadi salah satu dari Pekerjaan Tambahannya.


Harusnya tidak seperti ini...


Memikirkan ini benar-benar membuat hati Arka terasa hancur.


Apakah dirinya tidak pernah ada sedikitpun di hati Viola selain Tuan Muda untuknya?


"Sudah aku bilang, lupakan apa yang aku katakan,"


"Tapi Tuan Muda ini tidak bisa, saya tetap harus melakukan untuk kebaikan Tuan Muda kedepannya juga,"


Melihat sepertinya Viola tetap berusaha menjalankan tugasnya secara 'Profesional' itu, membuat Arka merasa semakin tidak tahan lagi.


Arka lalu dengan marah berkata,


"Kalau kamu bilang begitu, mari lakukan sekarang!!"


Ekspresi Viola menujukan keterkejutannya, karena kata-kata Tuan Mudanya, belum lagi ciuman dadakan yang dilakukan oleh Tuan Mudanya.


Itu adalah ciuman yang cukup canggung, seolah Tuan Mudanya tidak tahu apa yang harus dilakukan berikutnya.


Viola memejamkan matanya sejenak dan akhirnya memutuskan.


Viola segera meletakan tangannya pada leher Arka, menarik Arka lebih dekat, mencoba membenarkan ciuman mereka.


Dalam bimbingan Viola itu, Arka merasa sedikit gugup, dan terbawa suasana menikmati ciuman mendadak itu.


Dirinya juga tahu, jika ini terasah salah....


Harusnya mereka mengembangkan hubungan dari hati ke hati, bukan seperti ini.


Namun sekarang sudah terlambat memikirkan ini, semua menjadi berantakan berkat malam itu.


Malam yang seharusnya tidak boleh terjadi.


Tentu saja, jika ditanya apakah dirinya menyesal, dirinya akan menjawab itu tidak ada penyesalan.


Karena melakukan dengan orang yang dirinya cintai...


Namun...


Berbeda dengan Viola...


Dirinya ingin tahu isi hati Viola...


Namun gadis itu selalu bisa menyembunyikan isi hatinya.


Dan saat ini....


Dirinya tidak benar-benar tahu apa yang Viola pikirkan.


Dirinya kira, dengan ciuman ini Viola akan marah dan mendorongnya menjauh.


Namun sekarang Viola malah menariknya mendekat.


Dirinya tiba-tiba teringat kata-kata adiknya itu.


Soal melakukan hal-hal ini agar mereka segera terhubung dari hati ke hati.


Cara paling primitif untuk menyampaikan perasaan....


Making Love with her...

__ADS_1


Akhhh.... Sudah lah dirinya tidak tahu lagi.


Ciuman itu akhirnya di lepaskan, karena keduanya butuh bernafas.


"Tuan Muda...."


"Viola...."


"Ya...."


Seolah-olah hanya dengan tatapan, mereka saling mengerti satu sama lain tanpa perlu dikatakan.


Segera, Viola mengambil sesuatu dari laci mejanya, beberapa hal.


Dan itu membuat ekpersi Arka menjadi pucat.


"Viola.... Kamu kapan membeli hal ini?"


"Tempo hari ketika saya lewat Apotik, saya pikir sekalian saja membeli ini, sekarang ukurannya Pas bukan? Ini XL," kata Viola sambil mengeluarkan kotak misterius itu, lalu membuka isinya, ada beberapa bungkus kecil lagi dengan berbagai warna.


Arka hampir syok ketika melihat Viola mengeluarkan hal itu dari dalam kotak.


"Tuan Muda, mari bersiap-siap, saya akan membantu Tuan Muda memakainya," kata Viola sambil merobek ujung dari salah satu sastet itu.


Wajah Arka jelas memerah karena saking malunya.


Itu terlihat di depan Viola.


"Apa lagi yang membuat Tuan Muda merasa malu? Saya sudah melihat semuanya,"


Melihat ekspresi datar itu, Arka benar-benar merasa sedih.


Mari lakukan dan turuti saja kemauan Viola...


Barang kali, dengan ini Viola akan terbiasa dengan dirinya dan tidak bisa lepas dari dirinya?


"Mohon Bantuannya, Viola,"


"Tentu saja, saya akan melakukan yang terbaik untuk Tuan Muda, berharap Tuan Muda puas,"


"Ukhhh.... Viola berhenti memanggilku Tuan Muda dan mengatakan hal-hal memalukan, aku merasa sekarang seperti sedang bermain Peran dan saat ini memerankan Tuan Muda jahat yang meminta hal-hal nakal dari Pelayannya,"


Mendengar itu, sekarang wajah Viola tiba-tiba sedikit memerah, menyadari kalau kata-katanya sedikit ekstrim.


Viola segera mematikan lampu disana.


"Akhhhh.... Viola apa yang kamu lakukan,"


"Sebenarnya saya sedikit malu jika lampu menyala,"


"Aku tidak suka gelap,"


Viola segera mendekat dan memegang tangan Tuan Mudanya.


"Tidak apa-apa, disini ada saya yang akan menemani Tuan Muda, jadi mulai sekarang Tuan Muda tidak akan takut gelap lagi.... Ini sudah saatnya Tuan Muda berubah... Mari membuat kenangan indah dalam gelap, sehingga Tuan Muda tidak takut gelap lagi...."


Arka tidak bisa melihat wajah Viola saat Viola mengatakan itu, namun dirinya merasakan tangan hangat Viola, dan hal-hal tulus yang dirinya dengar.


Memang, awalnya dirinya takut gelap karena ketika gelap, tiba-tiba bayangan-bayangan dari masalalu, hari kematian Mamanya muncul bersama kegelapan.


Ini adalah kelemahannya yang harus dirinya hilangkan, atau orang lain akan memanfaatkan kelemahannya ini suatu saat sama seperti kejadian Bulan Madu dirinya dan Viola yang gagal waktu itu.


Ya, untuk bisa menjaga Viola dari apapun, dirinya harus bisa mengatasi kelemahannya ini, agar bisa menjadi sosok yang di andalkan, agar Viola mencitai dirinya.


"Kamu benar, Viola... Kamu bersamaku...."


Malam itu menjadi malam yang cukup panas untuk mereka berdua, bersama dengan gelapnya malam...

__ADS_1


__ADS_2