Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 87: Modus


__ADS_3

Persiapan kepindahan Rumah dan beres-beres memakan waktu cukup lama.


Viola menjadi cukup lelah setelah selesai beres-beres seharian.


Mereka berdua yang tidak mau repot-repot memasak, akhirnya memesan makanan take away untuk ke dua kalinya hari ini.


Mereka duduk dan makan bersama di Ruang Makan besar di Rumah itu.


Arka duduk di kursi ditengah merasa ini adalah sesuatu yang baru.


Viola sendiri langsung duduk disalah satu kursi dekat Tuan Mudanya, lalu menatap kearah meja makan dengan heran.


Dari tadi pelayan yang sementara berada di Rumah ini sudah meletakan berbagai hidangan di Meja Makan, piring demi piring disajikan, begitu banyak menu jika hanya untuk dua orang.


Apalagi, ekpersi Tuan Mudanya menjadi aneh, terlihat tersenyum tidak jelas dari tadi.


"Tuan Muda, bukankah makan malam ini terlalu berlebih-lebihan? Ini hanya untuk kita berdua,"


Arka segera berkata,


"Ini adalah perayaan kecil-kecilan kepindahan kita hari ini,"


"Tapi Tuan Muda ini terlalu banyak,"


Melihat Viola protes itu, jelas Arka tiba-tiba menjadi cemberut.


Padahal dirinya sudah sudah payah memilih semua masakan kesukaan Viola.


Viola yang melihat perubahan ekpersi itu, Viola segera berkata,


"Ya, tidak apa-apa, ini cukup bagus untuk perayaan,"


Mendengarkan jawaban positif itu, Arka langsung menjadi senang.


"Apakah kamu menyukainya?"

__ADS_1


Viola lalu menatap kearah meja makan, dan baru sekarang dirinya sadar kalau makanan-makanan itu adalah beberapa hal yang dirinya sukai, seperti ayam goreng atau seafood kesukaannya.


Viola cukup terkejut melihat bagaimana Tuan Mudanya memilih hal-hal yang dirinya sukai.


Dirinya tidak menyangka jika Tuan Mudanya cukup perhatian padanya, sampai-sampai menyiapkan semua ini.


Perhatian kecil yang terkesan diam-diam ini membuat Viola merasakan kehangatan dihatinya.


"Terimakasih Tuan Muda, telah menyiapkan hal-hal yang aku suka,"


"Tentu saja, itu bukan apa-apa sama sekali, aku hanya senang jika itu membuatmu senang," kata Akra dengan senyuman cerianya.


Mendengar itu, tiba-tiba wajah Viola menjadi sedikit memerah, namun segera Viola menormalkan ekpersinya itu.


"Ya, Tuan Muda sangat baik sekali. Mari kita segera mulai saja makannya atau ini akan keburu dingin,"


"Tentu saja, mari kita mulai. Ini ada hari yang sangat bagus, semoga nanti kedepannya kita terus bahagia seperti ini di Rumah Baru ini,"


"Ya."


Ya, Arka benar-benar sangat senang sekarang, karena mulai hari ini, dirinya dan Viola memiliki Rumah Mereka sendiri, lalu dirinya juga memimpin makan di meja ini, sebagai Kepala Keluarga kecil mereka.


Dan sekarang setelah memiliki rumah baru seperti ini, Pernikahan mereka seolah-oleh lengkap.


Makan malam itu berlangsung dengan cukup tenang.


Setelahnya, mereka memulai kegiatan masing-masing, Viola sendiri mengecek beberapa file penting di kantor, walaupun Tuan Mudanya tidak kekantor dirinya masih tetap harus kekantor untuk mengurangi soal Proyek Baru yang mereka dapatkan.


Yah, walaupun Proyek itu musti berurusan dengan Keluarga Cavel, namun karena sudah terlanjur didapatkan, mereka tetap mengurus hal-hal ini.


Dan selama beberapa hari ini dirinya sibuk mengurus Tuan Mudanya di Rumah Sakit, Proyek ini terpaksa di tunda sementara, namun ini tidak boleh terlalu lama di tunda agar tidak mengecewakan Klaien penting ini.


Jadi mau tak mau, Viola sudah mengurus ini dari Rumah sejak beberapa hari lalu.


Arka sendiri, terlihat bersantai-santai di Kamarnya, sampai saatnya untuk tidur, Arka segera bersiap dan menganti Piyamanya.

__ADS_1


Ketika waktunya untuk tidur, Viola juga akhirnya masuk kedalam kamar setelah menganti Piyamanya itu.


Melihat Viola dengan Piayamanya itu, tiba-tiba Arka menjadi ingat alasan Viola masih bertahan untuk tidur bersamanya.


Apakah itu, karena Viola mengira dirinya takut hantu?


Tadi selama mereka makan malam Viola sempat membicarakannya, dirinya ingin mengelak tapi takut-takut Viola malah tidak jadi satu kamar dengannya.


Namun sekarang memanfaatkan kesempatan ini, Arka lalu berkata,


"Viola, aku merasa kamar ini cukup menyeramkan,"


Viola yang baru duduk di tempat y itu, lalu segera bertanya,


"Tidak apa-apa Tuan Muda, disini benar-benar aman,"


Arka lalu bertingkah terlihat sedikit ketakutan dan gemetar.


"Namun siapa yang tahu jika ada sesuatu yang muncul,"


"Tidak ada apa-apa, kan saya sudah disini menemani Tuan Muda,"


"Tapi tetap saja,"


Viola segera menatap Tuan Mudanya dengan heran,


"Jadi sekarang apa yang membuat Tuan Muda menjadi tenang?"


Arka segera mengambil kesempatan ini.


"Bagaimana jika kamu memelukku?"


Viola terteguh mendegar permintaan tidak masuk akal Tuan Mudanya itu.


"Maksudku, dulu ketika aku kecil dan takut hantu, Mama menenangkanku dengan cara memelukku saat tidur, lalu semua ketakutan ku hilang," kata Arka jelas memiliki motif tertentu ketika mengatakan hal-hal ini.

__ADS_1


__ADS_2