
Siang itu, Viola pergi ke Mall sesuai perintah Tuan Mudanya, hal yang paling pertama dirinya cari adalah wig rambut sesuai keinginan Tuan Mudanya itu.
Melihat kearah deretan wig disana, Viola memilih dengan hati-hati mana yang kira-kira cocok dengan Tuan Mudanya.
Ada sebuah Wig dengan warna kecoklatan pendek yang terlihat cukup keren.
Viola memegang Wig itu, berpikir apakah ini akan cocok dengan Tuan Mudanya?
Disamping wig itu ada juga wig berwarna pirang.
Viola memikirkannya sejenak, membayangkan Tuan Mudanya memakai salah satu Wig itu.
'Hmm, Tuan Muda Arka pasti akan sangat tampan memakai wig rambut ini, dulu ketika mereka masih SMA, Tuan Mudanya itu juga mewarnai rambutnya. Dia terlihat cukup keren juga ketika mewarnai rambutnya,'
Ada juga beberapa wig dengan berbagai gaya disana.
Viola sempat binggung memilih yang mana, dan akhirnya Viola membeli lima macam wig berbeda.
'Tuan Muda selalu ribut soal penampilan, dari pada nanti dia kecewa dengan pilihanku, mending membeli beberapa saja, atau apa sebaiknya menelepon Tuan Mudanya untuk bertanya?'
Viola segera mengeleng-gelengkan kepalanya, dirinya merasa itu berlebihan, Tuan Mudanya hanya bilang yang penting wig, tidak lebih dan tidak kurang.
Apakah dirinya yang terlalu berlebihan memikirkan perkara wig ini?
Sebenarnya cukup cari satu yang warna hitam dan sesuai dengan gaya rambut Tuan Mudanya ini akan mudah...
Viola menatap beberapa wig di keranjang belanjanya.
Tapi, wig-wig ini juga akan sangat tampan pada Tuan Mudanya...
Ya bagaimanapun juga, dari awal Tuan Mudanya Arka itu sudah sangat tampan dan mempesona, dia mau pakai apa saja tetap terlihat tampan, tidak menguragi ketampanannya, sangat indah untuk di pandang.
Akhirnya, Viola memutuskan untuk membeli barang-barang itu. Dan segera menuju ke tampat lainnya.
Ini adalah tempat untuk membeli pakaian.
Sesuai hal-hal yang di minta oleh Tuan Mudanya, dirinya harus membeli beberapa pakaian.
Dirinya tidak memiliki pengalaman yang bagus untuk membeli pakaian wanita seperti ini, apalagi di tempat yang begitu mahal begini.
Dengan binggung, Viola melihat-lihat beberapa gaun wanita disana.
Tentu saja sebagai pusat perbelanjaan, tempat ini cukup ramai, ada beberapa juga gadis-gadis muda, yang sepertinya Nona-Nona Muda yang berasal dari Keluarga Kaya.
Salah satu gadis muda yang tengah memilih gaun disana, menjadi terkejut dengan Viola yang memilih baju disana itu.
__ADS_1
Dia mulai berbicara dengan temannya,
"Kamu lihat gadis jelek itu? Astaga, apakah dia benar-benar ingin membeli baju disini?"
"Benar, dengan wajah itu aku rasa dia tidak cocok dengan apapun yang ada disini, dia akan tetap terlihat jelek, sungguh sia-sia membeli pakaian mahal,"
Mereka lalu saling tertawa.
Tentu saja, kata-kata mereka sebenarnya cukup keras untuk Viola dengar.
Namun ekpersi Viola masih tetap sama.
Itu karena dirinya sudah terbiasa dengan semua kata-kata itu dari dulu.
Tangannya lalu menyentuh wajahnya yang terluka itu, lalu menatap kearah kaca yang ada disampingnya.
Melihat salah satu gaun yang di bawanya.
Apa yang mereka katakan soal dirinya itu benar.
Dengan wajah ini, dirinya sungguh tidak cocok memakai gaun-gaun ini...
Bahkan hanya untuk bersanding dengan Tuan Mudanya itu, dirinya merasa tidak pantas.
Ini benar-benar membuat malu.
Gadis itu begitu kaget ketika melihat wajah Viola.
"Apa-apaan kamu! Apakah kamu tidak punya mata? Sungguh, kenapa orang jelek sepertimu bisa berada di toko mewah ini? Apakah sekarang toko ini menurunkan kualitasnya? Aku harus protes soal ini pada Pelayan Toko,"
Gadis itu mulai membuat keributan dan memanggil Pelayan Toko.
Salah satu Pelayan Toko juga menatap kearah Viola, yang memakai baju dengan selera buruk, dan menatap wajahnya.
Lihat, dari bajunya, dia menilai Viola ini hanya gadis jelek dan miskin yang sok-sokan masuk mall mahal.
"Maaf, Nona atas ketidak nyamanan, saya akan segera mengusir orang ini," kata Pelayan Toko itu.
Pelayanan Toko itu lalu menatap Viola dan berkata,
"Maaf, anda mengagu pelanggan kami, silahkan keluar dari toko ini, saya tidak ingin anda merusak pemandangan disini,"
Awalnya Viola tidak ingin mempermasalahkannya, namun dirinya juga menjadi sedikit kesal.
Dirinya jadi ingat, memang sering ada kejadian yang cukup serupa dengan ini.
__ADS_1
Namun biasanya ada Tuan Mudanya disampaignya, yang akan membelanya dan marah untuknya, jadi dirinya tidak pernah repot-repot untuk marah.
Memikirkan, sekarang Viola merasa sedikit merindukan Tuan Mudanya itu, merasa jika Tuan Mudanya ternyata selalu cukup perhatian padanya, perasaan ini ternyata cukup hangat.
Ada seseorang yang peduli padanya dan ada dipihaknya.
'Viola, kamu tidak jelek, kamu cukup cantik, jadi percayalah diri. Jangan biarkan orang-orang mengatakan hal-hal buruk tentangmu mengerti?'
Itu benar, dirinya tidak boleh selalu seperti ini.
Sekarang dirinya sudah menjadi Istri Tuan Muda Arka, tidak bisa bersikap memalukan seperti ini.
Viola lalu memikirkannya, jadi bagaimana biasanya Tuan Mudanya keluar dari situasi seperti ini?
Tuan Mudanya selalu bersikap sangat hebat di situs-situs seperti ini.
'Kalian berani-beraninya membuat masalah dengan Asisten Tuan Muda ini? Itu artinya kalian juga menyinggung Tuan Muda ini!! Dengar, aku akan membeli semua baju di deretan ini!! Dan panggilan Manajer Toko! Aku benar-benar ingin komplain betapa tidak kompetennya Pelayan disini!'
Tuan Mudanya akan berkata seperti itu sambil mengeluarkan Kartu Anggota VVIP nya atau Kartu Hitam miliknya.
Dan itu langsung membuat beberapa orang memiliki wajah pucat.
Memikirkannya itu terasa sangat lucu.
Tapi dirinya tidak benar-benar bisa meniru gaya Tuan Mudanya itu yang terlalu begitu berani.
"Sungguh sayang sekali, padahal aku ingin membeli beberapa baju ini. Sungguh pelayanan toko ini benar-benar buruk," kata Viola sambil mengambil beberapa baju mewah yang sangat mahal, menatapnya sebentar dan meletakannya kembali.
"Tapi aku rasa baju disini memang terlalu murahan, sangat sia-sia membeli di toko murahan seperti ini, kartu ini terlalu berharga untuk dipakai disini," kata Viola lagi sambil mengeluarkan kartu hitam dari dompetnya.
Pelayan itu lalu menjadi pucat, begitu pula dengan gadis yang tadi menghina Viola.
Dan kebetulan manajer toko lewat sana juga, melihat kejadian itu, dia memarahi Pelayan itu.
Walaupun Pelayan itu mencoba minta maaf, tapi Viola tetap pergi dari tempat itu.
Sudahlah, lebih baik pergi ke tempat yang lebih beradap.
Violapun pergi ke toko lainnya, toko itu kebetulan cukup sepi, jadi tidak ada begitu banyak masalah.
Jadi Viola segera membeli beberapa gaun dan baju secukupnya disana.
Sayangnya, begitu dirinya keluar dari toko, dirinya melihat wajah yang familiar,
"Owh? Lihat, bukankah ini Kak Viola? Astaga, sekarang kamu berani berbelaja di tempat mewah seperti ini? Sudah aku duga kamu benar-benar licik dengan menikah dengan Tuan Muda Arka, pasti kamu merayunya dengan trik kotor,"
__ADS_1
Itu adalah Saudara angkat Viola, bernama Daania.