Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 51: Bersemangat


__ADS_3

Ini adalah hari yang baru, saat ini Arka sudah bangun cukup pagi.


Malam itu dia tidur dengan nyenyak berkat bantuan Viola.


Pagi ini moodnya benar-benar baik dan merasakan bahwa hari ini akan menjadi hari yang baik.


Terutama setelah nanti dirinya akan mendapatkan projek, dan memenangkan sebuah proyek untuk pertama kalinya.


Apalagi ini bukan sebuah proyek biasa namun sebuah proyek besar yang akan memberikan kontribusi yang lumayan untuk perusahaan.


Jika proyek ini berhasil didapatkan tentu saja ini akan menjadi sebuah prestasi yang membanggakan untuknya.


Selain itu dengan memenangkan project ini ini juga membuat dirinya bisa mempertahankan jabatannya sebagai wakil direktur saat ini.


Memikirkan ini hati Arka benar-benar sangat senang.


Dirinya segera untuk membangunkan Viola yang masih tidur lelap.


Dirinya tidak tahu mengapa namun sejak dirinya menikah dengan gadis ini, hal-hal baik terjadi padanya.


Bisanya saja project ini ini merupakan hal yang sangat baik dan dirinya sangat senang.


"Viola, ayo bangun,"


Viola yang tubuhnya diguncang-guncang oleh Arka itu, kemudian mulai membuka matanya, dan menatap ke arah Tuan Mudanya dengan ekspresi heran, lalu berkata,


"Tuan muda sudah bangun? Tumben pagi-pagi sekali?"


"Tentu saja aku bangun pagi karena kita tidak boleh telat pada pertemuan Hari ini. Aku benar-benar sangat menantikan untuk rapat nanti,"


Viola tersenyum mendengar Bagaimana Tuan mudanya itu bersemangat.


"Baik, saya akan segera menyiapkan Air hangat untuk Tuan Muda mandi,"


"Tidak usah, aku akan mandi pakai shower air hangat saja, kamu menyiapkan hal lain saja,"


"Baiklah, Tuan Muda. Saya akan menyiapkan sarapan untuk kita berdua,"

__ADS_1


"Tentu saja,"


"Tuan Muda ingin makan apa pagi ini?"


"Bagaimana jika pancake?"


"Itu ide yang bagus saya akan segera memberitahukan pada koki di dapur untuk memasaknya,"


Pagi itu berjalan dengan damai mereka menikmati pagi itu dengan santai, dan bersiap-siap tanpa terburu-buru untuk menghadiri rapat pagi ini.


Rapat itu diadakan di gedung milik Kalien.


Namun sebelum pergi ke sana, Arka dan Viola akan pergi ke kantor arsitektur itu dan menjemputnya untuk dibawa ke rapat pagi nanti yang akan dimulai sekitar jam 09.00 pagi.


Saat ini masih sekitar jam tujuh pagi, Arka sudah bersiap-siap untuk berangkat.


Tentu saja para pelajar yang ada di rumah Keluarga William, cukup heran melihat Kenapa tuan muda mereka sudah begitu rapi padahal jam belum juga menunjukkan pukul 07.00 pagi.


Mereka terheran-heran karena biasanya tuan muda yang satu ini akan berangkat ke kantor sangat pas, hampir jam delapan.


Arka sendiri tanpa menghiraukan tatapan heran dari pelayan-pelayan di rumah dirinya segera bersama dengan Viola memasuki mobil.


Mereka berencana menggunakan mobil yang cukup besar agar bisa muat untuk beberapa orang juga muat untuk sopir.


Ini adalah salah satu koleksi mobil Arka, yaitu Alphard.


Setelahnya mereka langsung menuju ke kantor arsitektur itu.


Mereka tentu saja sampai di tempat Arsitektur itu, cukup pagi juga sehingga gedung itu belum dibuka.


Namun, Arka sekarang tahu jika, Pak Arlan, milik tempat ini tinggal di gedung itu lebih tepatnya, tinggal dilantai atas gedung, yang juga bisa diakses dari tanggal di luar gedung.


Itu juga terhubung ke dalam gedung, menuju ruang kerja Arlan.


Arka sekarang mengerti kenapa dirinya tidak pernah bertemu dengan orang itu, itu karena memang dia tidak pernah masuk melewati pintu depan tempat dirinya biasa menunggu.


Sangat sulit untuk membujuk orang ini. Entah bagaimana dirinya berhasil Ini adalah sebuah pencapaian tersendiri untuk Arka.

__ADS_1


Arlan yang masih santai di dalam rumahnya itu, tentu saja kaget ada tamu di pagi hari.


"Arka? Kenapa kamu datang begitu pagi?"


Arka menjawab dengan malu,


"Aku, hanya terlalu bersemangat,"


Mendengar ucapan malu-malu itu tentu saja Arlan hanya tertawa.


"Mari-mari masuk dulu, Aku akan segera bersiap-siap,"


"Bapak tidak perlu buru-buru saya membawakan sarapan juga untuk Bapak, mari bersantai dulu sebentar," kata Arka dengan ramah.


Melihat dirinya sudah dibawakan sarapan itu tentu saja Arlan merasa senang.


"Bagaimana dengan kalian Apakah kalian sudah sarapan?"


"Belum, Belum Kami memang sengaja belum sarapan kami ingin makan bersama Bapak di sini,"


Setelahnya, mereka masuk ke dalam.


Arlan segera mengambil peralatan makan, kemudian Viola dengan sigap menyiapkan Pancake di piring.


"Ini mungkin sudah sedikit dingin," kata Viola ragu.


"Tidak apa-apa, kalian sudah repot-repot tentu saja aku senang sudah lama sejak aku sarapan ramai-ramai begini," kata Arlan dengan senang hati.


"Saya juga senang jika bapak senang," kata Arka.


Selama sarapan itu mereka juga sesekali membahas tentang rencana presentasi pagi ini.


Kemarin walaupun mendadak mereka tentu saja sudah membahas soal hal-hal ini dan tentang tema desain yang akan mereka rencanakan berdasarkan ide yang Arka miliki.


Setelah selesai sarapan, Arlan segera bersiap-siap dan mengikuti Arka dan Viola menuju mobil di parkiran.


Tanpa mereka sadari, sudah ada mobil hitam yang mengikuti mobil Arka sejak tadi.

__ADS_1


__ADS_2