Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 56: Tidak Apa-apa


__ADS_3

Siang itu, untuk menenangkan pikirannya, Viola langsung jatuh tertidur.


Pikirannya saat ini terlalu pusing, juga lelah karena belakangan begadang dan menjaga Tuan Mudanya itu.


Entah kenapa, perasaannya begitu sakit ketika melihat Tuan Mudanya terbaring di ICU itu.


Dalam semua pikirannya itu, akhirnya Viola jatuh tertidur.


Dalam mimpinya, Viola bermimpi kembali kemasa kecilnya.


Dirinya tidak tau itu dimana, seperti sebuah gudang penuh dengan barang-barang bekas, terduduk sendirian disana.


Anehnya, saat itu Viola kecil tidak merasakan apa-apa disana, bahkan di tempat yang asing itu.


Sampai tiba-tiba pintu masuk gudang itu di buka.


Viola menatap kearah cahaya putih yang memasuki gelapnya gudang itu.


"Eh? Ada orang di sini? Kamu siapa?"


Wajah kecil yang terlihat familier.


Bersama dengan hal itu, Viola lalu segera terbangun dari tidurnya.


Mimpi itu terasa pendek, namun ketika Viola menatap kearah jendela, hari terlihat sudah memasuki senja.


Viola sedikit binggung dengan mimpi yang dialaminya....


Seperti ingatan lama miliknya sebelum mengalami hilang ingatan....


Memang, dirinya selalu yakin anak kecil itu adalah Tuan Mudanya, Arka William.


Namun sampai saat ini, dirinya masih bertanya-tanya, dimana itu?


Dan kenapa dirinya bisa ada disana?


Ingatan yang sekali lagi, tidak bisa Viola ingat dengan benar.


Sudahlah, ini bukan saatnya mengigat hal-hal aneh itu.


Sekarang dirinya harus mandi, dan bersiap kembali ke Rumah Sakit, melihat keadaan Tuan Mudanya.


Sepertinya dirinya tertidur terlalu lama disini.


Apakah karena ini Kamar Tuan Mudanya Arka?


Kasur yang begitu lembut dan nyaman untuk tidur.


Sebuah kamar yang penuh dengan aroma Tuan Mudanya, yang harum dan menyegarkan.


Viola segera mengeleng-gelengkan kepalanya.


Sial, apa yang barusan dirinya pikirkan soal Tuan Mudanya?


Hanya...


Sejak malam itu....


Dirinya merasa sedikit aneh.


Sekarang Viola baru teringat sesuatu, kemudian segera membuka laci meja disamping tempat tidur.


Disana, ada sebuah kotak kecil, Viola segera mengambilnya, dan membuka kotak itu.


Ini adalah sebuah alat tes.


"Ya, tidak ada salahnya untuk cek,"


Walaupun Viola tidak terlalu memikirkannya, hanya saja...

__ADS_1


Segera, sebelum dirinya berubah pikiran, Viola segera masuk kekamar mandi dan melalukan Tes.


Ini berlangsung cukup cepat hingga hasilnya keluar, kurang dari lima menit.


Viola menatap alat Tes itu dengan perasaan sedikit berdebar.


Gadis satu.


"Hah, tentu saja seperti ini,"


Namun kenapa dirinya tiba-tiba merasa kecewa?


Perasaan apa ini?


Viola segera membuang alat itu ke tong sampah, tidak terlalu memikirkannya lagi.


Dia lalu segera pergi mandi dan langsung kembali ke Rumah Sakit.


Namun, ketika dirinya sampai di Ruang ICU....


Ke Ruangan Arka di rawat, disana dirinya tidak menemukan siapa-siapa.


Bahkan pengawal yang menjaga ruangan itu.


Melihat itu, tentu saja Viola menjadi cemas.


Dirinya segera melihat keponselnya yang ternyata sudah mati dari tadi.


Jagung Viola tiba-tiba berbebar lebih kencang karena rasa panik.


Seolah tiba-tiba dirinya memiliki firasat buruk.


Apakah terjadi sesuatu pada Tuan Mudanya?


Ini...


"Ah? Apakah anda mencari Pasien yang ada di kamar ini?"


"Ya, dimana dia sekarang?"


"Dia sudah di pindahkan ke Kamar Rawat biasa karena dia sudah sadar, dan kondisinya stabil,"


"Apakah benar?"


"Ya, dia sudah baik-baik saja, coba ke Ruangan VVIP nomor 2, dia dipindahkan kesana,"


Segera setelah mendengar kata-kata itu, Viola segera buru-buru menuju ruangan yang dimaksud.


Dan benar saja, didepan Ruangan ada dia penjaga disana, dan mempersilahkan Viola masuk.


Disana, juga ada Louise yang duduk di sofa di ruangan itu.


Dan yang paling jelas dan membuat Viola lega adalah seorang Pemuda yang duduk di tempat tidur ruangan itu.


"Tuan Muda Arka...."


Melihat Arka sudah sadar dan terlihat baik-baik saja itu, tentu saja Viola tidak bisa menahan rasa gembiranya.


Dirinya langsung memeluk Arka dengan erat, mencoba melampirkan perasaannya yang sangat lega itu.


Membuat Arka yang awalnya duduk santai itu menjadi kaget.


"Kamu.... Kamu siapa?" Kata Arka dalam pelukan Viola itu.


Kata-kata itu, membuat jagung Viola hampir berhenti, lalu segera melepaskan pelukannya itu...


Viola segera menjadi pucat, lalu menengok kebelakang mencari Louise, namun Louise hanya mengangkut bahu terlihat tidak tahu.


Viola kembali menatap Tuan Mudanya dengan ekpersi kaget dan panik.

__ADS_1


Jangan bilang...


Ingatan Tuan Mudanya menjadi terganggu karena kecelakaan itu?


Bagaimana ini?


Arka yang melihat ekpersi pucat Viola itu, lalu tersenyum dan berkata,


"Ya ampun, Viola aku hanya bercanda, tidak serius, kamu tidak perlu menjadi begitu pucat begitu, aku baik-baik saja,"


Viola segera menatap Tuan Mudanya dengan ekpersi sedikit marah.


"Disaat seperti ini Tuan Muda Arka masih sempat bercanda?" kata Viola dengan nada sedikit gemetar, lalu kembali berkata,


"Tidak taukan Tuan Muda bahwa Tuan Muda membuat aku begitu takut?"


Arka lalu terdiam, dan segera merubah ekpersinya, lalu berkata,


"Maaf... Maafkan Aku Viola.... Aku tidak akan membuatmu khawatir lagi, aku sudah baik-baik saja, oke?"


Viola lalu menatap perban di kepala Tuan Mudanya.


"Baik-baik saja bagaimana? Lihat kenapa Tuan Muda, apakah ini tidak sakit?"


Arka lalu menunjukan ekpersi sedihnya,


"Ini sakit, ini sangat sakit kamu tahu? Aku begitu kaget ketika bangun, merasakan kepalaku begitu menyakitkan,"


"Ya, tentu saja itu sakit, anda telah melakukan beberapa operasi sebelumnya,"


"Ini benar-benar bermasalah, lihat sekarang sebagian rambutku benar-benar di cukur habis, bagaimana penampilanku sekarang? Ini pasti terlihat menyedihkan," kata Arka sambil meraba kepalanya yang sebagian ada yang di cukur itu.


Viola lalu menatap kepala Arka yang memang sudah di cukur itu, ekpersinya sedikit kaget karena baru menyadarinya, mencoba menahan tawanya.


"Ini tidak apa-apa, Tuan Muda tetap terlindungi Tampan,"


"Viola!! Aku tahu kamu menahan tawa!! Huwaaa kenapa rambutku musti di cukur segala?"


"Tidak apa-apa Tuan Muda, sungguh Tuan Muda masih terlihat tampan,"


Arka lalu menatap Viola dengan serius,


"Sungguh?"


"Ya, Tuan Muda selalu terlihat Tampan didepanku, Tuan Muda adalah yang paling Tampan!" kata Viola sambil mengacungkan jempolnya.


"Tentu saja,"


Lalu ekpersi Viola berubah,


"Jadi kenapa Tuan Muda melakukan itu?"


"Apa maksudmu?"


"Kenapa Tuan Muda sampai melindungiku? Jika saja Tuan Muda tidak melakukannya, pasti Tuan Muda tidak akan mengalami hal-hal ini,"


"Kamu... Apa yang kamu katakan?"


"Ini salahku sampai Tuan Muda menjadi seperti ini.... Ini salahku...."


Melihat ekpersi sedih diwajah Viola itu, tentu saja Arka tidak senang.


"Ini bukan salahmu, ini adalah keinginanku untuk melindungimu. Tapi lihat sekarang aku sudah tidak apa-apa, Kamu tidak usah khawatir lagi,"


"Tapi kenapa? Kenapa Tuan Muda melindungi ku?"


Sekarang Arka menjadi diam, masih bingung harus mengatakan apa....


Apakah ini saatnya....

__ADS_1


__ADS_2