Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 105: Kenyataan Pahit


__ADS_3

Sepanjang siang itu, Viola jelas tidak fokus untuk mengerjakan pekerjaan.


Pikirannya masih melayang dan memikirkan soal foto dan tulisan yang dirinya temukan sebelumnya.


Dirinya tidak tahu apakah akan datang atau tidak namun ini terlalu tiba-tiba.


Jika memikirkannya lagi ini terlalu mencurigakan, apakah ini merupakan sebuah jebakan dari musuh?


Namun jika itu jebakan apa tujuannya?


Dan lagi foto yang dirinya terima itu...


Tidak mungkin jika ada yang tahu soal foto itu karena selama ini dirinya tidak pernah menunjukkan kalung yang dipakainya kepada siapapun, bahkan ke pihak panti asuhan yang merawatnya.


Hanya pada Tuan Mudanya lah dirinyaa memberitahu soal foto dalam kalungnya.


Jadi apakah itu mungkin dari Keluarga Kandungnya?


Namun setelah sekian lama kenapa baru sekarang mereka menghubungi dirinya?


Tidak, apa mungkin setelah sekian lama mereka baru menemukan soal keberadaan dirinya?


Memang, hal-hal ini cukup wajar mengingat saat itu dirinya terlibat sebuah kecelakaan besar.


Wajar jika dirinya dianggap sebagai salah satu korban meninggal dalam kecelakaan itu.


Apalagi, setelah kecelakaan, dirinya malah di setiap di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota.


Menemukan petunjuk soal keberadaan dirinya pasti merupakan hal yang cukup sulit.


Jadi apakah itu benar-benar anggota keluarganya?


Entah kenapa ada perasaan sedikit senang ketika Viola memikirkannya.


Dirinya tidak ingat soal masa kecilnya, tentang siapa dirinya, jadi mana asalnya, dan seperti apa keluarganya.


Bohong jika dirinya mengaku tidak pernah kesepian, sejujurnya dirinya cukup penasaran tentang keluarga aslinya.


Namun, dirinya merasa sedikit takut jika tahu kenyataan bahwa mereka sudah tidak ada, jadi dirinya tidak pernah menelusuri soal hal ini.


Dan sekarang ketika dihadapkan pada sebuah fakta bahwa keluarganya masih hidup dan saat ini mencoba menghubungi dirinya jelas aja perasaan Viola menjadi senang.


"Viola? Ada apa denganmu kenapa kelihatannya seharian ini kamu seperti memikirkan sesuatu?" Tanya Arka yang penasaran.


Arka jelas memperhatikan gerak-gerik Viola dari tadi siang.


Dan dia merasa ada yang sedikit aneh seperti, Viola kak sedikit kurang fokus entah bagaimana.


Viola yang ditanya tiba-tiba itu sedikit bingung juga apakah perlu untuk memberitahu Tuan Mudanya?


Tidak dirinya rasa belum saatnya, nanti setelah dirinya memastikan bahwa itu benar-benar keluarganya dirinya baru akan memberitahu Tuan Mudanya itu.


"Tidak apa, hanya saja aku sedang tidak enak badan,"


Arka yang mendengar itu jelas menjadi cemas.


"Kenapa kamu kalau tidak enak badan tidak bilang padaku? Kamu pulanglah dulu dan beristirahat,"


"Tapi ini saat yang paling sibuk,"


"Sudahlah aku sudah bisa mengurus semuanya sekarang kamu pulang lah dulu dan beristirahatlah,"


"Tapi Tuan Muda..."


Arka lalu mendatangi Viola, dan mengabil kedua tangannya, dan mencium tangan-tangan itu.

__ADS_1


"Kesehatanmu adalah yang utama, atau itu malah akan membuatmu cemas dan semua pekerjaan kita tidak akan selesai,"


Viola jadi merasa tidak enak ketika dirinya harus berbohong pada Tuan Mudanya itu, padahal Tuan Mudanya itu sangat baik padanya.


Tidak, ini hanya sementara waktu.


Baiklah sebaiknya dirinya mengurus hal-hal soal foto dan tulisan barusan barulah memberitahu Tuan Mudanya nanti.


"Terimakasih Tuan Muda," kata Viola ambil tersenyum pada Arka, jelas hal itu membuat Arka senang.


Sore itu, setelah keluar dari kantor, Viola memutuskan untuk naik taksi menuju tempat yang dirinya tuju.


Seharunya, dirinya sudah di jalan C, di sana memang ada sebuah Cafe.


Menatap Cafe itu, Viola merasa sepertinya di dalam sana tempat mereka janji bertemu.


Baik, mari masuk terlebih dahulu.


Namun sebelum Viola memasuki cafe itu, ada seorang Pria yang menyambutnya.


"Nona Viola, silahkan ikut saya, saya akan mengantarkan anda kepada orang yang anda cari, untuk membahas soal foto yang anda terima,"


Awalnya Viola sedikit terkejut melihat kedatangan orang itu tiba-tiba namun setelah mendengar penjelasannya Viola langsung mengikutinya.


Kemudian, Viola dipandu kedalam sebuah Ruang Pribadi di Cafe itu.


Ketika Viola memasuki ruangan itu, dirinya melihat seorang Pria yang cukup tua.


Viola selalu memiliki ingatan yang bagus, dirinya jelas tahu siapa Pria di depannya itu.


"Pak Edward Cavel, pemimpin Keluarga Cavel saat ini... Mau apa kamu disini? Tidak... Kamu pasti menjebakku,"


Edward yang melihat betapa waspadanya Viola itu lalu sedikit tertawa.


Sepertinya, walaupun kabarnya Cucunya ini kehilangan ingatannya, dia masih tetap sama baiknya seperti sebelumnya.


Viola dengan ekspresi curiga lalu secara bertanya,


"Lalu apa maumu disini? Dan bagaimana bisa kamu mendapatkan foto itu?"


Namun Edward Cavel hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu.


"Bukankah kamu seharusnya bisa menebak nya sendiri?"


Viola lalu mulai memikirkan berapa skenario dalam kepalanya...


Hanya ada satu jawaban kenapa orang didepannya ini bisa memiliki foto yang sama dengan yang dirinya miliki di dalam kalung itu...


Itu...


Kakek ini adalah anggota Keluarganya...


"Tidak!! Ini tidak bisa... Ini tidak mungkin jika anda adalah anggota Keluarga Kandungku...."


"Sepertinya kamu masih memiliki wawasan yang baik, kamu tidak perlu menolaknya terima saja. Kamu sebenanya adalah Cucuku, Anggota Keluarga Cavel,"


Viola mundur, dan menjadi gemetar setelah mendengar hal itu.


Tidak mungkin dirinya adalah anggota dari Keluarga Cavel jangan jahat itu, yang selama ini membuat Tuan Mudanya Arka menderita.


Tidak...


Ini tidak mungkin...


Tubuh Viola menjadi gemetar ketika memikirkannya.

__ADS_1


'Aku ingin Keluarga Cavel itu lenyap saja,'


Tiba-tiba salah satu kata-kata yang Tuan Muda Lontarkan muncul dikepala Viola.


'Aku benar-benar membenci seluruh Keluarga Cavel sialan itu!!'


Kata-kata yang jelas Tuan Mudanya katakan karena kebencian nya.


"Tidak... Aku... Aku tidak bisa menerima ini!! Ini pasti sebuah kebohongan yang Keluarga Cavel buat!!"


Setelahnya, Edward lalu mengeluarkan sebuah album foto.


Dia menunjukannya pada Viola.


Dalam album foto itu, ada foto-foto Viola ketika masih kecil bersama dengan keluarganya.


Beberapa orang dewasa yang ada di foto itu tentu saja Viola kenali.


"Tidak...."


"Kamu adalah Clarissa, Cucuku yang hilang, Cucu yang selama ini aku cari, kamu hilang dan di culik oleh Keluarga William... dan aku tidak pernah mengira bahwa kamu bahkan berakhir seperti ini sekarang...."


Viola masih menatap foto di meja dengan ekspresi tidak percaya.


Tidak...


Bagaimana ini mungkin....


Sekarang pikiran Viola menjadi Blank.


Bagaimana jika Tuan Mudanya tahu?


Jika dirinya berasal dari Keluarga yang membuat hidup Tuan Muda hampir berantakan?


Padahal hubungan mereka sudah menjadi cukup dekat.....


Kenapa tadi semua waktu...


Harus sekarang dirinya tahu soal hal-hal ini....


Ini terlalu menyakitkan.


####


Malam itu, Viola kembali ke Rumah dengan ekpersi begitu sedih.


Arka yang dari tadi cemas karena ponsel Viola tidak bisa dihubungi, jelas merasa lega ketika melihat Viola pulang.


Baru setelahnya, Arka sadar jika tubuh Viola basah.


Diluar memang sedang hujan,


"Viola? Apakah kamu kehujanan? Astaga, kamu dari tadi ke mana? Aku kira kamu langsung pulang dan beristirahat namun kamu malah pagi entah kemana dan tidak bisa dihubungi, tidak taukah kamu berapa cemasnya aku?"


Viola merasa tidak memiliki keberanian untuk menatap Arka.


"Tuan Muda aku...."


Namun jari Arka segera menyentuh bibir Viola.


"Nanti saja kamu menjelaskannya, mari sekarang ganti baju kebagian hangat atau mandi air hangat dulu aku tidak mau kamu sakit. Lagipula tidak apa-apa jika kamu tidak ingin menjelaskannya, asalkan kamu baik-baik saja itu sudah cukup untukku," kata Arka dengan senyumannya.


Viola yang menatap itu entah bagaimana hatinya merasa sedikit sakit...


Ini....

__ADS_1


Sekarang dirinya harus bagaimana?


__ADS_2