Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 79: Pertemuan Tidak Terduga


__ADS_3

Louise menatap Kakaknya dengan terkejut,


"Benar-benar harus Penthouse?"


"Tentu saja!! Ini harus yang mewah dan indah,"


"Tuan Muda, sebenarnya tidak apa-apa jika kita ke Apartemen di Kompleks B, disana Milik Keluarga William akan sangat mudah mengurusnya," kata Viola tiba-tiba.


"Tapi aku mau lihat-lihat dulu yang di Kompleks C, disana terlihat benar-benar bagus," kata Arka terlihat keras kepala.


"Ya, sudah mari cek saja dulu di Kompleks C, barangkali itu benar-benar bagus dan cocok, atau hanya di gambar saja yang bagus," kata Louise menengahi.


Louise juga memirkannya...


Pergi dari Rumah Keluarga William ya?


Ini seperti akan menjadi ide yang baik.


Sayang sekali, dirinya tidak bisa menjadi begitu bebas seperti Kakaknya Arka.


Hal inilah yang paling membuat Louise iri pada Kakaknya ini, bagaimana Kakaknya bisa begitu berani, kuat dan bebas, seolah udah ada apapun yang bisa menentang Kakaknya itu, apalagi ada Kak Viola yang mendukungnya.


Namun Louise tentu saja dirinya hanua memikirkannya, dirinya tidak membenci Kakaknya Arka, walaupun semua orang bilang terlihat sangat baik jika dirinya membenci Kakaknya.


Namun berada begitu lama di Keluarga William yang Kaya Raya ini, membuat dirinya sadar, di dunia ini, dengan Uang bisa mendapatkan segalanya, namun apakah dirinya ingin benar-benar butuh segalanya?


Hanya mengiginkan orang-orang yang benar-benar menyayangi dirinya, tanpa memandang apa yang dirinya miliki, atau apa yang Keluarganya punya.


Cukup muak juga dengan Keluarga William yang tidak pernah damai karena mereka semua sangat senang berlomba-lomba untuk menjatuhkan satu sama lain.


Sampai-sampai mereka semua lupa jika mereka sebenarnya adalah saudara dan sebuah Keluarga.


Benar-benar memuakan ketika memikirkannya.


Dengan itu, mereka segera pergi menuju ke lokasi yang mereka tuju, Kompleks Apartemen C.


####


Saat ini akhirnya Arka sudah sampai di Kompleks Apartemen C, melihat tampilan luar Apartemen itu, membuat Arka cukup puas.


"Lihat, ini terlihat bagus dari luar, dan tidak terlalu tinggi,"


Louise juga menatap kompleks Apartemen itu.


"Memang, ini sepertinya benar-benar bagus,"


"Bagaimana, Viola? Apakah kamu menyukai ini?" Tanya Arka sambil menatap Viola yang ada disampingnya.


"Ya, ini cukup bagus,"


"Mari kita segera masuk dan bertemu Agen Properti itu,"

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka masuk dan bertemu dengan Pria Barubaya yang mulia menjelaskan soal detail Apartemen yang Arka inginkan.


"Kita sebaiknya segera naik ke lantai atas saja. Ah benar, ada lift khusus yang disediakan hanya untuk pemilik Lantai Paling Atas, karena kalian berniat membeli Lantai Paling Atas, bagaimana jika mengunakan Lift itu juga?"


Arka segera bersemangat, dirinya sudah melihat ini di Katalog, inilah pesona yang Arka cari, Lift Khusus yang bisa melihat pemandangan luar saat menaikinya, apalagi posisi Apartemen ini cukup dekat dengan sebuah Taman Wisata.


Melihat hiruk pikuk kota dan Taman Wisata ketika menaiki Apartemen menjadi fasilitas khusus yang tidak bisa dilewatkan.


"Tentu saja, mari kita coba,"


Namun sayang sekali, ketika mereka berniat memasuki lift, ternyata ada orang lain yang keluar dari lift itu.


Agen Properti itu lalu juga menatap rekan sesama Agen Propertinya itu dengan ekpersi kesal.


Orang ini!!


Kenapa dia ada disini?


Ini adalah saingan Seles di Perusahaan!!


Padahal dirinya sudah susah-susah mendapatkan Klaien hebat dari Keluarga William ini, dan hanya masalah waktu sampai mendapat bonus, namun kenapa orang itu disini membawa orang juga yang sepertinya terlihat Kaya Raya dan ingin membeli Apartemen di Lantai Paling Atas?


Benar, dari dalam lift terlihat seorang Agen Properti dan seorang Pria Tampan disampingnya.


Pria Tampan itu sedikit terteguh ketika bertemu dengan rombongan Arka, terutama setelah melihat saja Viola.


Ekspresinya tidak berpaling dari wajah Viola yang menurutnya cukup familiar, jika saja tidak ada luka di wajah Viola itu.


"Kamu mau keatas? Maaf saja, Lantai Atas ini, dalam beberapa hari akan segera di pesan oleh Tuan Muda Lewis Cavel ini, jadi tidak perlu repot-repot menunjukannya pada orang lain," kata Agen Properti itu pada temannya yang mendampingi Arka itu.


Arka menatap wajah Pria yang terlihat cukup Tampan itu dengan ekpersi kesal, terutama melihat bagaimana orang itu menatap Viola tanpa berkedip.


Apa-apaan Pria sialan ini?


Berani sekali dia menatap Istirnya Viola!!


Apalagi terlihat dia dari Keluarga Cavel yang jahat itu?


"Lewis Cavel katamu? Jadi kamu berasal dari Kaluarga Cavel sialan itu?"


Kata-kata Arka barusan segera menghentikan lamunan Lewis, lalu segera mengalihkan tatapannya pada Arka, menatapnya dengan heran.


Siapa Pria ini?


Kenapa dia terlihat begitu sombong dan arogan?


Apalagi sampai berani menjelek-jelekkan Nama Keluarga Cavel.


"Siapa kamu?"


"Kamu tidak tahu siapa aku? Aku Arka William, seseorang yang mengalahkan kalian dalam Proyek!!"

__ADS_1


Lewis lalu mengagauk paham.


Jadi ini sosok Pria yang kabarnya adalah Tuan Muda Buangan dari Keluarga William?


Yang Kabarnya juga, entah bagaimana mengalahkan Adiknya Marsela dalam persaingan Proyek?


Hah, sepertinya ini ada yang cukup menarik.


"Jadi begitu, kamu Arka yang itu,"


Melihat ekspresi biasa saja diwajah Lewis, Arka entah bagaimana merasa tidak suka.


Sepertinya, Pria ini tidak begitu emosional seperti Wanita bernama Marsela yang sangat cerewet itu?


Namun entah kenapa melihat tatapan Pria didepannya ini, Arka merasakan firasat yang tidak enak, entah itu apa.


Viola tentu saja tahu jika ini dibiarkan berlajut, entah masalah apa yang mungkin Tuan Mudanya buat.


Saat ini, bukan saat yang baik memprovokasi secara tidak perlu Anggota Keluarga Cavel, atau konsekuensinya dirinya tidak akan bisa menanggungnya.


Apalagi Tuan Mudanya masih terluka dan belum sembuh.


"Maaf, Tuan Muda dari Keluarga Cavel jika kami menyinggung Anda, kami akan segera permisi untuk pergi," kata Viola tiba-tiba sambil mengandeng tangan Arka.


"Viola kamu...."


Arka hendak marah, namun jelas Arka melihat ekpersi tidak senang di wajah Viola, menyuruhnya agar tidak membuat masalah atau berkata apapun dan hanya pergi dari sini atau Viola akan benar-benar marah.


Viola adalah tipe jika marah padanya, dia tidak akan berbicara dengan dirinya betah sampai satu minggu.


Tentu saja dirinya tidak akan tahan jika di diamkan oleh Viola selama itu.


Arka menatap Lewis dan Viola secara bergantian.


Awalnya dirinya ingin menantang Tuan Muda itu untuk bersaing mendapatkan Apartemen, namun sepertinya itu benar-benar akan membuat Viola marah!!


Kerugiannya lebih banyak dari pada keuntungannya!!


Jadi dengan patuh, Arka segera berkata,


"Ah, tiba-tiba tidak memiliki mood untuk memilih Apartemen ini, mari ke Kompleks Apartemen D saja," kata Arka tiba-tiba lalu menarik Viola menjauh dari tempat itu.


Ini benar, dirinya harus menurut apa kata Viola, dan tidak bisa membuatnya marah.


Bagaimanapun juga, Istri itu nomor 1!!


Louise yang melihat adegan itu, merasa ingin tertawa.


Jadi Kakaknya yang keras kepala yang hendak marah-marah itu, tiba-tiba benar-benar menjadi pendiam dan menurut pada Istrinya untuk pergi dari sini?


Astaga, Kakaknya itu sungguh tergila-gila dengan Kak Viola ternyata.

__ADS_1


Apakah laki-laki yang sudah menikah akan seperti itu juga?


Astaga....


__ADS_2