
Arka masih panik dan tidak tahu apa yang terjadi, dia lalu kembali bertanya pada adiknya itu.
"Kemana Viola pergi?"
"Aku juga tidak tahu kemana kak sila pergi dia hanya pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun,"
Tentu saja, Louise tidak bisa bilang tentang kata-kata terakhir Viola yang menyuruh dirinya menjaga Kak Arka itu.
"Bagaimana ini aku takut terjadi apa-apa padanya,"
"Ini.... Aku juga tidak tahu dimana dia, mau mencoba kembali ke rumah? Barangkali kita menemukan beberapa petunjuk,"
"Aku takut jika Viola mungkin menjadi marah padaku karena apa yang aku katakan sebelumnya,"
"Jadi... Kakak sudah memaafkan Kak Viola?"
"Viola tidak pernah salah apapun. Soal fakta bahwa dia merupakan Putri Kandung Keluarga Cavel yang hilang, dia jelas tidak tahu apa-apa, aku yang salah karena menuduh dia memiliki rencana padaku, aku yang kemarin terlalu emosi, ini bukan salah Viola jika dia merupakan Putri dari keluarga Cavel,"
"Kakak benar aku juga jelas merasa jika Kamu Viola tidak salah dalam hal ini,"
"Lalu, Louise Kenapa kamu menyembunyikan fakta ini dariku?"
Mendengar pertanyaan itu, Louise sekarang terdiam sedikit bingung harus menjawab Bagaimana namun dirinya memutuskan untuk jujur.
"aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya hari itu aku juga baru tahu soal fakta ini dan ingin mengkonfirmasi hal ini kepada Kakaknya Viola, namun aku tidak mengira jika dia sudah tahu tentang fakta ini,"
"Sudahlah, soal alasan-alasan ini tidak penting lagi sekarang yang penting adalah untuk menemukan Viola ada dimana, sejujurnya aku takut terjadi sesuatu padanya,"
"Maksud Kakak ini mungkin ada hubungannya dengan Keluarga Cavel?"
"Ya bagaimana jika mereka melakukan sesuatu padanya,"
"Tapi Kak Viola adalah salah satu buta keluarga mereka jadi aku pikir mereka tidak akan berbuat macam-macam pada Viola,"
Arka makin membicarakan soal hal ini dengan adiknya itu menjadi cukup pusing dan bingung harus bagaimana arah pembicaraan ini juga semakin jauh.
Namun memang ada hal yang lebih penting daripada mencari tahu alasan yaitu, untuk menemukan di mana saat ini Viola.
Jadi mereka berdua segera menuju ke arah tempat parkir untuk segera menemukan petunjuk keberadaan Viola.
Tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang yang merekam kejadian itu.
Menangkap informasi menarik yang baru saja dia dapatkan dalam rekaman video.
"Ini bisa menjadi hal yang cukup menarik, aku tidak mengira gadis pelayan jelek itu ternyata adalah anggota dari keluarga Cavel,"
Ya, dia adalah Galvin sepupu Arka yang kebetulan lewat.
Tentu saja dirinya tidak segan-segan untuk membeberkan soal hal-hal yang dirinya tahu.
Tidak lama setelahnya Galvin mengirimkan hasil rekaman video itu kepada beberapa orang di kontaknya.
__ADS_1
Ini jelas dikirimkan keseluruh Keluarga William, tanpa terkecuali.
Melihat video itu dan beberapa kata yang dia kirimkan itu berhasil terkirim, Galvin keras puas.
Dengan ini pasti akan terjadi kekacauan dan dirinya jelas akan memanfaatkan kekacauan ini untuk melenyapkan dan menyingkirkan Arka.
Setelah merasa puas, Galvin lalu pergi dari tempat itu.
####
Tidak lama perjalanan itu sampai di Rumah baru Arka, jelas tujuan mereka adalah kamar Viola.
Namun apa yang mereka perbuat temukan?
Kamar itu terlihat sedikit berantakan seperti pemilik kamar itu sedang mencari sesuatu.
Namun selain hal-hal itu tidak ada keanehan di sana, terlihat Tidak ada barang yang dibawa pergi dari kamar itu.
Arka juga memeriksa, bahwa beberapa barang di sana yang pernah dirinya berikan kepada Viola masih ada.
"Viola pergi dan tidak membawa apa-apa,"
Louise entah kenapa memiliki firasat yang buruk.
Walaupun dirinya percaya pada Kak Viola yang setia pada Tuan Mudanya, dirinya takut Kak Viola melakukan hal-hal yang berbahaya dan mungkin ini ada hubungannya dengan keluarga Cavel bermasalah dari semua ini yaitu harta tersembunyi.
"Kak Arka Periksa lagi, Apakah ada barang yang tidak ada dari hal-hal yang ada di sini?"
Semua masih tertata rapi di sana.
Sampai Arka menyadari sesuatu,
"Ini... Kalung Peninggalan Keluarga William sepertinya tidak ada,"
Mendengar pernyataan itu jelas Louise menjadi kaget.
Jangan bilang dugaannya ini benar?
"Lalu bagaimana ini?" kata Louise dengan ekspresi binggung.
"itu hanya sebuah kalung tidak benar-benar penting aku tidak tahu kenapa dia membawanya itu tidak penting. Yang penting adalah kemana dia pergi sekarang kita harus bagaimana, bagaimana kita mencari keberadaan Viola?"
Louise Masih memikirkan soal dugaan yang dirinya miliki, lalu sekali lagi bertanya,
"Kalung itu kalau tidak salah adalah milik dari Ibu Kandung Kak Arka sebelumnya diberikan oleh keluarga William untuk Ibu Kak Arka?"
Arka tidak tahu pembicaraan apa yang adiknya tanyakan itu dia hanya menjawab setahunnya.
"Itu benar kalung itu merupakan peninggalan Ibumu,"
Hal-hal ini membuat dugaan Louise meningkat.
__ADS_1
Kunci Harta Tersembunyi yang dimiliki oleh keluarga William yang selama ini dicari oleh Keluarga Cavel.
Keluarga Cavel mendatangi dan membunuh Ibu Arka karena diduga memiliki kunci itu namun dia menyembunyikannya.
Kalung itu....
Bisa jadi kalung itu merupakan sebuah kunci tahu sesuatu yang berhubungan dengan kunci harta tersembunyi itu.
Namun kenapa Kak Viola membawa benda itu?
"Aku rasa aku mungkin tahu kemana tujuan Kami Viola,"
"Kemana?"
Louise cara menarik kakaknya itu untuk keluar dari rumah.
"Sudah ikuti aku saja dan percayalah padaku,"
Namun siapa yang tahu begitu mereka tiba di depan rumah, rumah itu udah dikelilingi oleh mobil-mobil hitam dan mulai keluar beberapa orang berpakaian serba hitam.
Arka dan Louise jelas mengenali orang-orang itu.
Itu bukankah anak buah Kakeknya?
Kenapa mereka disini?
"Tuan Muda Arka di Tuan Muda Louise harap ikut kami sebentar,"
Arka yang mendengar perintah itu jelas saja menolak.
"Aku saat ini sedang sibuk dan tidak bisa berurusan dengan kalian. Aku sedang buru-buru jadi sebaiknya singkirkan mobil-mobil kalian dari sini,"
"Tuan Muda harus ikut kami ini adalah perintah dari Kakek anda,"
"Sudah aku bilang aku saat ini sibuk,"
Para Pria pakaian serba hitam itu jelas tidak mendengarkan apa yang Tuan Muda itu katakan, mereka segera menangkap kedua Tuan Muda itu memaksa mereka untuk ikut.
"Lepaskan, aku bilang!!!" kata Arka sambil memberontak mencoba melepaskan diri dari orang-orang itu.
Arka tentu saja bingung dan tidak tahu apa yang terjadi kenapa Kakeknya tiba-tiba ingin memanggilnya?
Dan bahkan memaksa dirinya.
Arka juga melihat beberapa orang itu masuk juga ke rumahnya.
Sebenernya apa mau orang-orang ini?
Apakah mereka benar-benar orang suruhan kakeknya?
Apa yang terjadi?
__ADS_1
Arka benar-benar bingung dengan situasi yang tiba-tiba.