Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 43: Pergi Ke Apotek


__ADS_3

Setelah berurusan dengan Robet, Arka benar-benar dalam mood yang baik, jadi dia dengan senang hati, memeriksa semua dokumen yang ada.


Ya, barangkali menemukan hal-hal menarik, seperti sebelumnya misal?


Benar-benar sangat berguna bisa memarahi Robet sampai pucat seperti itu.


Mood Arka benar-benar baik sekali.


Kemudian dia teringat sesuatu.


"Benar, Viola saat ini dia Istirahat di Rumah, apakah dia tidak apa-apa?"


Mamikan kejadian semalam, Arka masih merasa bersalah.


Memikirkan apakah keadaan Viola benar-benar baik-baik saja.


Karena penasaran, Arka lalu mencoba mencari di Internet, soal hal-hal yang dialami wanita setelah malam pertama mereka.


Melihat berbagai rincian di Internet, wajah Arka menjadi gelap.


"Apakah.... Apakah itu sebegitu sakit ketika hal-hal itu pecah?"


Memikirkan berbagai rincian di Internet seperti jika tidak di obati dengan baik, bisa berbahaya atau sesuatu, Arka menjadi semakin cemas.


Dia mulai mencari beberapa obat juga.


Setelah membaca berbagai rekomendasi, Arka akhirnya menulis berbagai macam obat di kertas.


"Harusnya, ini baik-baik saja. Aku akan membelinya nanti di Apotik segelah pulang kantor,"


Dan begitulah waktu cepat berlalu, hingga jam kantor tiba.


Arka segera keluar dari Ruangannya, dan berpamitan pulang.

__ADS_1


Segera menuju mobilnya untuk segera menuju ke Apotik.


Ketika sampai di Apotik, Arka lalu memberikan rincian obat yang dia temukan di internet itu, membuat petugas Apotik menjadi heran dan kaget, lalu bertanya,


"Apakah obat-obatan ini benar-benar semua?"


"Ya, ya, semuanya dalam resep itu,"


"Anu.... Apakah ini untuk Istri anda?"


"Ya, kenapa memangnya?"


"Kalian pengganti baru?"


"Memang kenapa dengan itu?"


Apoteker itu lalu mengaguk dengan ringan,


"Begitu. Jadi ini obat untuk Istri anda setelah Malam pertama kalian, tapi kalau saya boleh merekomendasikannya, sebaiknya jangan semua obat ini, ini saya merekomendasikan obat yang ini saja, dan ini, ini di oleskan kebagian yang lecet, anda bisa membantu Istri anda nantinya," kata Apoteker itu menunjukan sejenis salep.


Arka hanya mengaguk dengan malu-malu.


Setelahnya, Apoteker itu mulai memberikan beberapa penawaran lainnya,


"Ini, Pak saya merekomendasikan hal-hal ini juga, ini cocok untuk pasangan baru. Bapak bisa memilih untuk ukurannya yang mana,"


Arka yang menatap kotak-kotak kecil mencurigakan itu, wajahnya menjadi gelap.


"Si... Siapa yang butuh itu?"


Apoteker itu, lalu mengangguk paham.


"Ah, jadi begitu kalian ingin cepat-cepat memiliki momongan? Kalau begitu, saya merekomendasikan ini, ini obat Kuat untuk...."

__ADS_1


Arka tentu saja tidak membiarkan Apoteker itu melanjutkan omongannya, jadi langsung dia potong.


"Sudah-sudah, tidak perlu untuk hal-hal itu, aku hanya minta obat-obatan yang tadi, tidak perlu hal-hal lainnya,"


Melihat sepertinya pelanggannya itu merasa malu, Apoteker itu tidak lagi bertanya, segera menghitung tagihan untuk obat-obatan itu, sampai menuju barang terakhir, Apoteker itu inget sesuatu.


"Kalau begitu, apakah Bapak tidak sekalian membeli ini? Alat Tes ini,"


Arka menatap alat tes itu, ekpersi semakin memerah, namun walaupun malu, dia berkata,


"Ya, ambil satu,"


Tentu saja Arka tahu, alat Tes apa itu.


Ini hanya untuk jaga-jaga saja oke?


Hanya...


Hanya....


Apakah ini benar-benar perlu?


"Tidak jadi," kata Arka lagi.


"Lah? Bapak ini bagaimana? Ini untuk persediaannya Pak, hal ini cukup akurat, Bapak tidak perlu ragu,"


Berpikir sebentar, Arka langsung mengiyakan pada akhirnya, lalu langsung pergi dari Apotek itu dengan ekpersi malu.


Sungguh...


Dirinya tidak akan lagi pergi ke Apotek untuk membeli hal-hal ini lagi!!


Ini terlalu memalukan!!!

__ADS_1


Akhhhhh.....


__ADS_2