
Arka saat ini masih berpikir sendiri di depan Kamarnya, melihat viola mulai memasukkan koper miliknya ke Kamar disebelahnya itu.
Perasaan arka benar-benar rumit melihat ini.
Sepertinya Viola benar-benar ingin berpisah kabar dengannya.
Wajah Arka jelas menunjukkan ketidaksenagan dalam hal ini dan itu sangat terlihat oleh Viola yang merasa di tatap dari tadi.
"Tuan Muda, ada apa apakah anda memiliki masalah dengan kamar baru yang anda miliki? Itu adalah Kamar Utama di rumah ini,"
Mendengar pertanyaan Viola, Arka tiba-tiba memiliki sebuah ide.
"Hpmh, aku merasa kamar utama ini sangat tidak nyaman dan aku tidak menyukainya,"
Viola jelas menjadi kaki dan bingung dengan tingkah Tuan Muda nya ini, bukankah kemarin tuhan mudahnya sangat bersikeras ingin segera pindah menyukai rumah ini?
Dia bahkan sengaja memilih kamar itu untuk menjadi kamarnya, kamar yang paling luas di rumah ini.
Dia sangat menguji muji bagaimana besar dan kerennya kamar itu.
Namun sekarang setelah benar-benar pindah kenapa tiba-tiba Tuan Mudanya menjadi seperti ini?
"Tapi bukankah tuan muda sendiri yang memilih kamar itu?"
"Aku hanya tidak mood tiba-tiba tinggal disana," kata Arka terlihat sangat kuat lalu mulai berjalan memasuki kamar di sebelahnya yaitu kamar yang akan Viola tempati.
Viola hanya bisa menatap Tuan Mudanya yang tiba-tiba memasuki kamarnya itu.
Arka mulai melihat-lihat sekelilingnya Kamar.
"Kamar ini tidak buruk, aku tiba-tiba ingin tinggal dikamar ini," kata Arka ekspresi seribu sambil melihat ke sekeliling kamar mengamati seolah-olah mengagimi di tempat itu.
"Tempat ini cukup bagus, dan simpel,"
Melihat Mood Tuan Mudanya itu benar-benar berubah-ubah, Viola akhirnya membuat keputusan.
"Baiklah, cari bertukar kamar biarkan Tuan Muda disini, dan saya ada di kamar sebelah,"
Telah mendengar kata-kata Viola itu, ekspresi apk jelas menjadi pucat dan menunjukkan ketika kesenangan.
Viola juga menatap dua mudahnya itu tiba-tiba dalam bus yang tidak baik lagi sekali lagi menjadi bingung.
Kenapa dengan Tuan Mudanya ini?
Apalagi yang membuat dia tidak senang?
Sugar susah ternyata untuk menyenangkan hati Tuan Mudanya ini.
"Tunggu, kamu tidak perlu pindah dari kamar ini,"
Viola lalu mencoba menyimpulkan arti dari kata-kata Tuan Mudanya itu,
"Jadi begitu, Tuan Muda tetap ingin di Kamar sebelah?"
Arka galang yang menjadi bingung harus bagaimana.
__ADS_1
Yang dirinya ingin dan adalah hal yang jelas yaitu satu kamar dengan Viola.
Dirinya tidak ingin berpisah kamar dengan Viola.
Arka gulai memutar otaknya lagi untuk menemukan sebuah ide.
Melihat Arka tiba-tiba diam itu, membuat Viola juga jadi binggung lagi.
Apa sebenarnya yang Tuan Mudanya mau?
Owh benar juga, Viola sekarang ingat jika Rumah ini sudah lama tidak di tempat di orang.
Rumah Mewah Besar sudah lama tidak di tempat di orang pastilah memiliki beberapa rumor di Internet.
Mungkin saja setelah membeli rumah ini, Tuan Mudanya itu malah membaca beberapa rumor di internet soal hantu rumah mewah kosong atau sesuatu.
Tuan Mudanya selalu takut pada hal-hal seperti itu.
Jadi begitu.
Viola akhirnya bisa mendapatkan pencerahan alasan kenapa tuhan mudanya ini dari tadi menatap dirinya ketika mengatur barang-barangnya di kamar sebelah.
Tuan Mudanya ini jelas takut tidur sendiri di Rumah Baru!!
Dan tentu saja mengatakan hal-hal ini padanya, akan menjatuhkan beberapa martabat Tuan Mudanya itu.
Pun dirinya tidak benar-benar mempermasalahkan ini jika Tuan ?Mudanya takut hantu.
"Jadi Begitu. Sebenarnya tidak masalah jika Tuan Muda takut tidur sendiri, tenang saja, selama masa penyesuaian pada Rumah Baru ini, saya akan menemani Tuan Muda tidur di Kamar Tuan Muda, di tidak perlu begitu khawatir, semua akan baik-baik saja,"
Yang jelas, mendegar keputusan Viola itu, Arka sangat senang sekali.
Sungguh, apapun alasannya, asal mereka tidak jadi pisah kamar, itu tidak masalah sama sekali.
"Tentu saja, kamu bisa tinggal di Kamarku dulu,"
"Ya, saya akan tinggal di Kamar Tuan Muda,"
"Jadi, sekarang dah kan saja barang-barang mu kamarku,"
Viola segera menatap Tuan Mudanya lagi, lalu segera berkata,
"Itu tidak perlu, toh biarkan barang-barang saya disini, cukup dekat untuk mengambil barang-barang disini, tidak perlu regulasi meletakannya di Kamar Tuan Muda, tah nanti pada akhirnya saya akan pindah dari kamar itu,"
Melihat sepertinya Viola masih berencana akan untuk berpisah kamar dengan dirinya, perasaan Arka menjadi cukup rumit.
Namun, sudahlah ndak perlu terlalu memikirkan hal-hal di masa depan.
Nanti jika Viola ingin pindah, bisa membuat berbagai alasan lain untuk membiarkan Viola tetap tinggal di kamarnya.
Ya, dirinya akan melakukan apapun agar Viola tetap satu kamar dengan dirinya!!
Adalah sebuah tekad!!
Setelah ini, sepertinya dirinya harus membuat suatu perencanaan untuk memastikan Viola tidak akan bisa pindah dari kamarnya.
__ADS_1
Itu juga berlaku jika suatu saat Viola ini mulai membahas soal Perjanjian Pernikahan Kontrak mereka atau membahas soal Perceraian.
Karena tidak ada yang seperti itu, alasannya cukup jelas.
Viola saat ini sudah masuk kedalam gengamannya dan menjadi miliknya, dirinya tidak akan pernah membiarkan Viola pergi dari dirinya.
Viola akan tetap menjadi miliknya salamanya, biarkan dia terjerat dengan Tuan Muda ini selamanya.
"Ya, ya suka-suka kamu saja Viola. Yang jelas, nanti malam kamu tidur denganku,"
Ketika mendengar Tuan Mudanya berkata hal-hal seperti 'Tidur Denganku,' ekpersi Viola menjadi cukup malu.
Apa maksud dengannya dengan tidur dengan Tuan Mudanya?
Apakan hipotesisnya soal Tuan Mudanya takut hantu itu salah?
Apakah sebenarnya, tujuan dibalik ini Tuan Mudanya ingin melakukannya hal-hal itu dengannya di Rumah Baru ini?
Untuk tidur dengan Tuan Muda dalam berbagai artian.
Ataukan....
Sial...
Kepala Viola menjadi panas sendiri ketika memikirkannya.
Sial, kenapa otaknya jadi melenceng seperti ini?
Jelas, Tuan Mudanya hanya mengatakan hal yang normal, hanya tidur dengannya dalam arti yang begitu biasa, tidur di tempat tidur yang sama.
Apa lagi?
Dirinya saja yang menjadi terlalu banyak berpikir.
Viola juga jadi binggung, sejak dirinya benar-benar 'Tidur' dengan Tuan Mudanya dalam keadaan sadar, dirinya menjadi begitu aneh.
Dan suka berpikiran yang aneh-aneh.
Akhhh...
Sadar, Viola...
Sadar!!
Kamu tidak bisa memikirkan Tuan Muda Arka dalam hal-hal seperti itu!!
Setelah masalah kamar itu selesai, Viola kembali meneruskan kegiatannya untuk beres-beres baik menyiapkan kamarnya ataupun menyiapkan kamar yang nantinya akan ditempati oleh Tuan Mudanya.
Beberapa Pelayan juga sudah dipanggil dari rumah keluarga utama untuk membantu mereka berbenah Rumah.
Sedangkan Arka?
Dia duduk di Sofa Ruang Tamu, sambil mencari di Internet berbagai cara untuk membuat Viola agar mau tetap satu kamar dengannya!!
Jika Viola tahu apa yang saat ini Tuan Mudanya itu pikirkan dan lakukan, pasti dia akan sangat syok.
__ADS_1