
Suasana ruang pribadi itu menjadi panas sejak kedatangan Galvin.
Arka sudah merasa sangat kesal hanya melihat wajah Galvin saja, namun berkat dorongan Viola dia mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Dan tidak lama, Pak Direktur yang mereka tunggu sudah datang.
"Ah? Tuan Muda Arka dan Tuan Muda Galvin sudah datang?"
Galvin yang paling pertama merespon dengan sopan,
"Selamat Pagi, Pak Direktur. Tidak perlu begitu sopan, anda bisa memanggilku, Galvin saja,"
"Aku tetap tidak bisa begitu pada Tuan Muda Keluarga William,"
"Selamat Pagi Pak Direktur, saya senang Bapak mengijinkan saya ikut untuk Pertemuan ini, agar saya lebih banyak belajar setelah menjadi wakil Bapak,"
"Ya, Tuan Abraham dan Nyonya Lisa sudah menyerahkan tanggung jawab ini pada saya, jadi tidak perlu sungkan-sungkan jika tidak ada yang kamu mengerti, kamu selalu bisa bertanya padaku,"
"Terimakasih, Pak sekali lagi, kalau boleh tau kenapa ya, ada orang yang sepertinya tidak pada tempatnya ada disini?" Kata Arka dengan senyumannya sambil menunjuk kearah Galvin.
Galvin mencoba menahan emosinya lalu berkata,
"Ini adalah pertemuan penting dengan salah Satu Klaien langganan Perusahaan kami, bagaimana saya bisa membiarkan seseorang yang suka membuat masalah seperti kamu berada disini sendiri? Bagaimana kalau kamu membuat masalah?"
Arka lalu sedikit tertawa,
"Ya, ampun sungguh punya seorang adik yang sangat perhatian sungguh sulit, jika kamu begitu perhatian kenapa tidak mulai menyiapkan Minuman untukku?"
Mendengar kata-kata seolah dirinya diperlakukan seperti pelayan itu, membuat Galvin marah, namun sekali lagi, dia menahan emosinya lalu berkata,
"Itu kan tugas seorang Pelayan, Ah benar juga sejak kamu menikahi seorang Pelayan, kamu pasti tidak punya Pelayan Pribadi bukan sekarang? Apakah Kak Arka butuh Adikmu tercinta ini untuk mencarikanmu seorang Pelayan Pribadi? Atau.... Benar juga, sepertinya tidak perlu? Bagaimanapun Istrimu dulunya seorang Pelayan, pasti dia tetap bisa melayanimu seperti seorang Pelayan seperti sebelumnya,"
Arka terbawa emosi dengan kata-kata Galvin barusan,
"Jaga mulutmu, Galvin!!"
Galvin lalu tertawa, dia memang paling bisa menyulut Emosi Arka sejak dulu.
"Apa? Aku hanya mengatakan hal yang nyata, dan lihat Pelayanmu... Tidka Istrimu masih kamu ajak kemana-mana seperti Pelayanmu, sungguh apa yang salah dari kata-kataku?"
Melihat dua Tuan Muda didepannya sepertinya hendak bertengkar itu, Pak Direktur mencoba menegahi.
"Baik, Baik, bagaimana jika kita memesan beberapa minuman dulu? Sambil menunggu Pak Presdir dari Perusahaan Klaien datang,"
Arka yang hendak marah itu dicegah oleh Viola.
Galvin sendiri melihat Arka tidak bereaksi membuat Galvin kesal.
Lalu tidak lama, pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka.
__ADS_1
Kali ini yang datang adalah orang yang tidak Arka kenal, sepertinya dia adalah Klaien Penting yang di maksud Pak Direktur?
Namun yang membuat Arka terkejut adalah seseorang yang datang bersama Klaien itu, itu adalah wajah yang familiar.
"Selamat Datang, Pak Erlangga," sapa Pak Direktur dengan sopan.
"Ya, ya Terimakasih," kata Pak Erlangga lalu duduk ditempat kosong bersama beberapa orang anggota Timnya.
"Itu Kalian bertemu di depan?" Tanya Pak Direktur.
"Benar, aku bertemu Nak Louise ini di tempat Parkir, aku yang sengaja mengundang dia ikut, bukankah Louise ini di bagian Pemasaran? Berkat dia Proyek sebelumnya berjalan dengan lancar terutama kenaikan penjualan yang membuat Perusahaan kami juga untung banyak, jadi aku juga berharap di Proyek-proyek berikutnya, Nak Louise ini juga ikut,"
Arka yang melihat wajah Louise itu awalnya kaget, namun langsung menunjukan wajah gembira, lalu dia memberi tanda agar Louise segera duduk disampingnya yang masing kosong.
Arka tidak menyangka akan bertemu dengan sosok yang familiar, sangat senang ada Louise disini jadi bisa ada orang yang berada dipihaknya untuk menghadapi Galvin yang menyebalkan.
Louise segera duduk sesuai anjuran Arka, tersenyum kaget juga saat melihat Kakaknya itu juga Galvin yang ada di sana.
Galvin juga dengan sopan menyapa Pak Erlangga dengan sopan dan memperkenalkan dirinya.
Arka yang melihat Galvin memperkenalkan diri, juga segera memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal, Pak Erlangga, saya Arka William yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Perencanaan dan Proyek yang baru,"
Melihat ada tiga orang cucu dari Keluarga William duduk bersama secara kebetulan itu, Pak Erlangga lalu sedikit tertawa,
"Ahahaha... Saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Para Tuan Muda Keluarga William ini,"
"Bapak benar, saya juga tidak menyangka akan bertemu dengan kedua adik-adik saya disini,"
"Benar, kamu Tuan Muda Arka, Cucu tertua di Keluarga William? Aku dengar kamu baru saja menikah, aku memberikan ucapan Selamat ya,"
"Terimakasih Pak Erlangga,"
"Maaf tidak bisa datang saat itu, karena ada beberapa hal yang harus saya urus, jadi hanya bisa di wakilkan, padahal saya ingin sekali melihatnya Cucu Mantu dari Keluarga William,"
Galvin lalu masuk dalam percakapan dia berkata,
"Bapak Erlangga tidak perlu jauh-jauh, Kak Arka ini saat ini membawa Istrinya, Kok. Tidakkah itu seseorang yang berada disampingnya,"
Pak Erlangga terlihat kaget sampai menatap seseorang yang duduk disamping Arka.
Melihat sedikit luka yang terlihat dj wajah itu, lalu melihat penampilannya sekilas.
Ini?
Bukankah ini Asisten sekaligus Pelayan Pribadi Tuan Arka yang di rumorkan itu?
Cucu dari Keluarga William itu benar-benar menikahi seorang Pelayan?
__ADS_1
Namun dirinya dengar Pelayan ini cukup cakap.
Sepertinya Lulusan terbaik dari Universitas terkenal atau sesuatu, juga Asisten yang cakap.
Tapi tetap saja dia seorang Pelayan.
"Dia? Bukankah Dia Asisten Tuan Muda Arka?"
Galvin lalu sedikit tersenyum, dan berkata,
"Memang benar, dia adalah Asisten sekaligus Pelayan Pribadi, Kak Arka, namun sekarang dia sudah menjadi Istri Kak Arka, anda cukup terkejut bukan? Aku sendiri cukup terkejut melihat selera Kak Arka, yahh... Untuk Tipenya adalah..."
Jelas melihat Galvin yang berniat menyinggung dirinya dan Viola ini menjadi marah.
Dia hendak marah dan membalas, namun dari arah kanan dan kiri, tangannya di pegang oleh Louise dan Viola memberikan tanda agar Arka tetap tenang.
Louise lalu menambahkan,
"Namanya juga cinta, tidak ada yang salah bukan dengan cinta? Asal seseorang bahagia dan tidak mengagu orang lain. Lagipula kenapa kita malah membicarakan Urusan Pribadi disini? Bukankan kita harusnya membicarakan soal Proyek yang akan datang?"
Louise terlihat sekali ingin mengalihkannya pembicaraan, Pak Direktur yang juga sadar akan atmosfer juga lalu menambahkan,
"Benar-benar kami akan membicarakannya soal Proyek yang akan datang juga, sambil membahas juga soal hasil Proyek sebelumnya, ini saya sudah menyiapkan Materinya,"
"Benar juga, kita akan membahas hal-hal itu,"
Dan pembicaraan pun kembali kearah semula.
Disini, terlihat Galvin mencoba mengikuti percakapan dengan baik, namun selalu di potong oleh Louise yang berbicara dengan cukup baik, selain itu juga Arka sedikit-sedikit mulai menambahkan.
"Seperti yang di Rumorkan, Nak Louise ini sudah sangat bagus dalam bisnis, sayang sekali dia baru magang, padahal sebenarnya saya berharap Nak Louise ini bisa menjadi anggota Tim Proyek berikutnya, sepertinya selain bisa mengurus Pemasaran dengan baik, dia memiliki Perencanaan yang bagus,"
"Bapak terlalu berlebihan, lagipula saya saat ini masih Mahasiswa jadi masih banyak yang harus saya pelajari, jadi saya hanya baru magang di Perusahaan ini. Tapi Pak kalau boleh saya beri saran, Kak Arka ini sebenernya cukup baik, walaupun dia juga masih butuh belajar, saya yakin dia menjadi salah satu Tim Proyek Bapak, dia akan bekerja dengan cukup baik, benar bukan Kak Arka?"
Arka hanya bisa tersenyum dan menjawab,
"Itu benar, saat ini saya memiliki tanggung jawab sebagai wakil Direktur, jadi saya akan lebih bisa mengurus beberapa proyek jika diberi kepercayaan, lagipula ada Pak Direktur yang akan membantu saya,"
"Ya, saya benar-benar merekomendasikan Kak Arka," kata Louise lagi.
"Benarkah itu? Ya ampun, Nak Louise ini sepertinya sangat baik hati juga, nanti bisa saya pertimbangkan, namun memang saya lebih berharap pada Nak Louise jika ingin bergabung,"
Galvin yang mendengar bagaimana cara Louise berbicara dengan klaien itu menjadi kesal.
Sungguh, dia membenci dua bersaudara itu!!
Dirinya awalnya kesini agar dapat kepercayaan dari Klaien ini agar bisa masuk dalam Tim Proyek yang akan datang, mana tahu akan ada Louise dan Arka Sepupunya yang menyebalkan itu!
Lihat, setidaknya hari ini dirinya harus membuat Arka malu!
__ADS_1
#####
Bersambung