Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 36: Mabuk


__ADS_3

Viola yang melihat wajah Tuan Mudanya ada yang tidak beres, segera menjadi panik.


"Tuan Muda? Apa yang salah?"


Viola lalu memeriksa Tuan Mudanya itu, melintas wajah Tuan Mudanya sedikit memerah dan panas.


"Apakah Tuan Muda mabuk? Bukankah saya bilang untuk tidak minum?"


"Aku hanya meminum satu gelas lagi," kata Arka sambil menunjuk ke gelas yang dipegangnya itu.


Viola lalu mengambil gelas itu, dan mencium aroma gelasnya.


Ini sepertinya memiliki kadar Alkohol tinggi?


Hah...


Sudah dirinya duga, pasti akan ada hal-hal seperti ini.


Harusnya dirinya memang tidak pergi dari sini.


"Tuan Muda, mari sebaiknya saya membawa Tuan Muda ke Kamar,"


"Tidak mau, aku masih ingin disini bersenang-senang, lihat minuman-minuman ini terlihat enak,"


Didepan Raka memang ada beberapa minuman keras.


Menatap itu, Viola menjadi sedikit kesal.


"Sudah, Tuan Muda jangan begitu. Aku akan membawa Tuan Muda, ke Kamar,"


"Tidak Mau! Ya Tidak mau!"


Viola tahu ini, toleransi minum Tuan Mudanya tidaklah baik, dan sekarang entah orang sial mana yang memberikan minuman dengan kadar tinggi ini pada Tuan Mudanya, hingga satu gelas sudah cukup membuat dia mabuk.


Viola segera merangkulkan tangan Arka ke pundaknya, berusaha membawa Arka untuk pergi dari sini, sebelum Tuan Mudanya yang mabuk ini membuat masalah dan membuat dirinya malu didepan semua orang.


Ini pasti memang ada yang ingin membuat Tuan Mudanya dalam masalah!!


Siapa itu?


Sial, musuh Tuan Mudanya begitu banyak.


Dengan susah payah, dan selama berjalan Arka terus berbicara ngelantur tidak karuan.


"Viola... Kamu begitu cantik, Ah~ sangat cantik... Jika kamu seperti ini bagaimana aku bisa tahan, Ah~"


"Tuan Muda tenang, kita akan segera sampai kamar,"


Butuh begitu banyak usaha sampai akhirnya mereka tiba di hotel yang sudah Viola pesan.


Namun begitu sampai didalam ruangan, Arka bertindak semakin gila.


"Ahhh... Aku merasa sangat panas sekali... Kenapa AC ruangannya tidak dinyalakan? Dasar Hotel Bodoh!!"


Arka yang berjalan agak tidak seimbang itu, perlahan-lahan melepaskan baju yang dipakainya.


Mulai dari Jas, dia lemparkan kesembarang arah.


"Tuan Muda tolong tenang, saya akan segera mengatur AC nya,"


Namun Arka terlihat tidak peduli.


Sekarang sudah melepaskan Dasi dan Kemeja yang dipakainya.


Dan tidak lama sampai Arka melepas juga Sepatu dan kaus kakinya itu, dan melemparkan Kaus kaki itu kesembarang arah, itu mengenai wajah Viola yang sedang mengatur AC.

__ADS_1


Melihat sekarang Arka hanya tinggal memakai ****** ********, itu ekpersi Viola menjadi panik, terutama karena tangan Arka terlihat ingin melepaskan ****** ******** itu juga.


Segera, Viola mendekati Arka dan memegang tangannya, mencegah agar Arka tidak melepaskan celananya.


"Tuan Muda jangan seperti ini,"


Arka menatap Viola dengan ekpersi bodohnya, lalu berkata dengan suara menja dan merujuk.


"Tapi ini sangat panas... Badanku sangat panas.... Rasanya tidak nyaman... Sangat tidak nyaman terutama disini..."


Tangan Arka mengambil tangan Viola, meletakannya kebagian tidak terkatakan yang paling pribadi milik Arka yang sedikit bereaksi.


Sekilas, Viola bisa merasakan ukuran yang mengagumkan dari baik kain tipis itu.


Itu benar-benar sebesar ini?


Ini bahkan belum sepenuhnya terbangun?


Ini benar-benar ukuran XL?


"Viola... Ini tidak nyaman... Kamu harus membantuku.... Ah~"


Viola yang tersadar dari lamunan tidak masuk akalnya itu, tiba-tiba merasa malu, segera berniat mengambil tangannya, namun dicegah oleh Arka.


"Jangan... Jangan.... Aku butuh bantuanmu... Ini tidak nyaman.... Ah~ Bantu aku, aku mohon..."


Ekpersi memelas terlihat dari wajah Arka yang setengah sadar itu.


Viola mulai menebak.


Ini...


Sepertinya ada orang yang memberi Tuan Mudanya Obat Perangsang tidak hanya Alkohol berkadar tinggi!!


Apa maksud orang itu, dengan memberikan Tuan Mudanya hal-hal seperti itu?


Sial apakah mereka berniat menjebak Tuan Mudanya?


Sial!


Dirinya benar-benar kecolongan...


"Viola... Bantu aku... Apa kamu tidak mau?"


Menatap wajah Tuan Mudanya, itu Viola juga tiba-tiba ada yang tidak beres dengan tubuhnya.


Tunggu....


Kenapa tiba-tiba dirinya merasa tidak nyaman juga?


Terasa sangat panas...


"Tuan Muda... Tunggu..."


Arka yang merasa kurang puas itu, segera memasukan tangan Viola kedalam celananya.


Ekpersi Viola benar-benar panik dan memerah ketika dirinya menyentuh sesuatu yang panas dan keras, sesuatu seperti itu terlihat akan segera meledak.


"Viola.... Kamu lihat ini?! Ini sangat sakit... Aku tidak bisa menahannya..."


Melihat ekpersi Arka yang sepertinya menahan rasa tidak nyaman itu, membuat Viola merasa tidak nyaman juga.


Tubuh Viola juga tiba-tiba merasakan tubuhnya mulai panas juga, dan bagian tertentu menjadi tidak nyaman.


"Ukhhh... Tuan Muda tunggu..."

__ADS_1


"Viola...."


Ekspresi tatapan Arka terlihat sayu dan penuh dengan keinginan.


Arka lalu mendorong Viola ketempat tidur, lalu menciuminya.


"Tuan Muda... Tunggu...."


Viola berusaha memberontak namun tubuhnya tiba-tiba menjadi cukup lemas.


"Viola...."


Arka ada diatasnya Viola, kemudian menatap Viola sangat dalam.


Viola mau tidak mau merasa cukup canggung untuk pertama kalinya.


Dirinya tahu, Tuan Mudanya yang sedang mabuk memang terkadang akan bertingkah aneh karena tidak sadar yang akan di perbuatnya.


Sial...


Sekarang tubuhnya juga menjadi aneh setiap sentuhan dari Tuan Mudanya...


Apakah ini efek obat juga?


Sial, sebelumnya dirinya juga meminum minuman yang di tawarkan pada Tuan Mudanya.


Seberapa banyak orang yang ingin membuat Tuan Mudanya malu malam ini?


Jika dirinya tidak sampai tepat waktu, apakah juga sudah di siapkan seseorang yang akan menemani Tuan Mudanya?


"Tuan Muda tolong sadarlah...." kata Viola dengan sisa kesadaran yang dirinya miliki.


"Viola... Viola..."


Namun Arka masih sedikit linglung, dan hanya memanggil nama itu, lalu mencium bagian leher Viola, tangannya mulai bermain-main di tempat lainnya, melepaskan sedikit gaun itu.


Malam itu akan menjadi malam tidak terlupakan bagi keduanya.


####


Disisi lainnya, saat ini beberapa orang tengah berkumpul ruang Istirahat di pesta, terlihat Galvin masih kesal, dan melemparkan gelas-gelas didepannya.


"Sialan!! Gara-gara Louise dan Viola itu rencanaku gagal! Mereka adalah penghalang! Dan lagi, apa-apa Kyla sampah itu! Dia sekarang menjadi berani padaku!!"


Robet yang kebetulan datang kesana, mencoba memengakan Galvin.


"Kak Galvin tenang saja, aku barusan berhasil membuat Arka mabuk, coba lihat hal memalukan apa yang akan terjadi berikutnya. Kakak kan tahu, Arka kalau sedang mabuk menjadi seperti orang gila,"


Galvin lalu menatap adik sepupunya itu, dan moodnya menjadi cukup baik.


"Kamu benar melakukannya?"


"Tentu saja!! Mari kita kembali melihat apa yang terjadi pada Arka berikutnya! Ahahaha... Aku benar-benar menantikan kekacauan yang Arka buat,"


"Robert, kamu sangat bisa diandalkan."


Keduanya lalu pergi ke Aula Pesta, namun malah tidak menemukan orang yang mereka cari.


"Robet mana rencanamu itu? Mana Arka sekarang?"


"Di.. Dia harusnya disini, Kak! Tadi aku lihat dia masih disini!!"


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2