Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 89: Kisah Masalalu


__ADS_3

Malam itu, setelah Arka mulai menenangkan dirinya setelah sedikit merasa lega akhirnya bisa berbicara hal-hal yang mengganggunya ini pada Viola.


Arka memulai percakapan lainnya.


"Viola, kamu sudah tahu banyak tentangku, aku juga ingin tahu hal-hal tentang mu," kata Arka lagi, yang saat ini masih ada dalam pelukan Viola itu.


Sedangkan Viola masih tengelam dalam pikirannya sendiri.


Melihat Viola tidak merespon dirinya itu, Arka segera mencolek wajah Viola dengan kepalanya.


Viola yang tiba-tiba merasakan geli diwajahnya itu, lalu segera tersadar dari lamunannya itu,


"Ada apa Tuan Muda?"


Arka yang merasa Viola tidak mendegarkan dirinya bicara itu, menjadi sedikit kesal lalu mulai merajuk,


"Aku ingin tahu soal kamu, Viola. Kamu sudah tahu semua tentang aku, bahkan soal rahasiaku barusan itu, namun aku tidak begitu tahu banyak soalmu,"


Mendengar itu tentu saja Viola menjadi cukup heran, Tuan Mudanya jarang menjadi seperti ini dan bertanya sesuatu tentang dirinya.


Namun dirinya juga tidak bermaksud menyembunyikan apapun dari Tuan Mudanya itu.


"Ya, Tuan Muda ingin tahu apa soal aku?"


"Aku ingin tahu soal masalalumu,"


Viola sedikit terdiam setelah ditanya hal itu.


Namun seperti yang dirinya bilang sebelumnya, tidak ada niatan untuk menyrbuyikan hal-hal ini.


Toh, dirinya tidak begitu ingat soal hal-hal dimasalalu.


"Aku kehilangan sebagain ingatanku dalam sebuah Kecelakaan,"


"Emm? Kamu benar-benar tidak ingat sesuatu soal masalalumu? Hal terakhir yang kamu ingat soal masalalumu,"


Viola lalu teringat hari ketika dirinya bangun disebuah rumah pondok kecil bersama seorang Nenek.


"Aku tidak begitu tahu apa yang terjadi. Aku memiliki seorang Nenek yang merawatku setelah kecelakaan. Dia bilang orang tuaku sudah lama meninggal, dan dia yang merawatku selama ini,"


"Seorang Nenek?"


"Ya, dia orang yang sangat baik padaku. Dia selalu memasak masakan yang sangat enak untukku aku suka bubur buatan Nenekku,"


Ini adalah pertama kalinya Arka tahu hal-hal seperti ini tentang Viola.


Lalu dia segera bertanya lagi,


"Lalu... Nenekmu itu?"


"Dia sudah lama meninggal,"


"Begitu, kamu pasti cukup sedih saat itu, kamu masih begitu kecil bukan?"


Viola lalu sedikit mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku juga tidak tahu, atau lebih tepatnya aku merasa lega saat itu,"


Mendengar hal ini jelas Arka merasa cukup binggung.


"Maksudmu apa?"


"Aku masih cukup kecil untuk mengerti apa-apa saat itu, namun di Rumah Nenek itu, walaupun dia sangat baik padaku, dia tidak membiarkan aku untuk keluar dari rumah,"


Arka menjadi cukup kaget dengan hal-hal ini.


"Dia mengurungmu?"


"Itu benar sekali, dia sekali menakut-nakutiku dan selalu berkata aku tidak boleh keluar. Sampai suatu hari, aku yang sangat ingin tahu tentang hal-hal diluar, nekat untuk pergi keluar,"


"Lalu apa yang terjadi?"


"Aku bertemu dengan salah satu warga desa, jika Nenek itu ternyata sudah lama tinggal sendiri dan tidak memiliki seorang cucu. Hal itu jelas sangat membuatku kaget,"


"Tunggu... Jadi maksudmu kamu diculik atau sesuatu?"


"Aku juga tidak tahu soal itu. Tapi lebih tepatnya, mungkin Nenek itu yang menyelamatkanku dari Kecelakaan,"


"Lalu... Bagaimana?"


"Ketika tahu aku pergi keluar, Nenek itu menjadi sangat marah dan mulai memarahiku dan membentak ku, membuat aku cukup takut, lalu mulai mengurungku lagi. Namun setelahnya, dia baik lagi padaku, hanya tetap tidak membiarkan aku keluar. Jelas saja itu membuat aku takut, jadi aku hanya berpura-pura patuh pada Nenek itu,"


Arka sendiri tidak bisa membayangkan soal hal itu.


Bagaimana Viola kecil yang tidak memiliki ingatan terbangun dalam sebuah gubuk kecil, dan bersama seorang Nenek yang mengurungnya disana.

__ADS_1


Sebagai anak kecil, tentu saja itu pasti membuat Trauma besar dalam hatinya.


Arka cukup kagum bagaimana Viola tidak pernah menunjukkan hal-hal itu didepannya bahkan sejak mereka masih kecil.


Viola selalu menjadi gadis dingin tanpa ekpersi.


"Setelah itu?"


"Aku tidak tahu apa yang terjadi, namun setelah waktu berlalu cukup lama dan aku hanya ada di Rumah itu, Nenek itu tiba-tiba terkena sakit jantung atau sesuatu yang membuat dia tiba-tiba meninggal. Dan aku begitu jahat, karena saat itu, bukannya sedih namun aku malah begitu lega, dan langsung lari dari tempat itu, tanpa tahu bagaimana Nenek itu di makamkan. Aku jahat bukan?"


Arka tidak tahu harus berkomentar seperti apa.


Dirinya juga tidak tahu harus bersikap seperti apa jika dihadapkan dengan hal yang sama.


Namun yang jelas, Viola ini sepertinya dari kecil menjadi gadis yang cukup tegar.


Dia hebat, diumur seperti itu walaupun mengalami kejadian mengerikan, dia tidak pernah mengeluh.


Berbeda sekali dengan dirinya sendiri, saat kecil setelah kematian Ibunya, dirinya jadi mengurung dirinya dikamar, sempat menjadi sangat stress dan trauma berat saat itu.


Dan itu berlangsung untuk waktu yang cukup lama.


Bahkan dirinya saat itu tidak benar-benar peduli ketika tahu Ayahnya tiba-tiba menikah lagi.


Awalnya, dirinya tentu saja menjadi begitu marah, tidak suka bagaimana tempat Mamanya di gantikan oleh Ibu Tirinya itu.


Namun setelahnya, Mama tirinya itu hamil, dan ketika mendengar jika dirinya akan menjadi seorang Kakak, dirinya menjadi sangat senang sekali, dan perlahan-lahan mulai dekat dengan Ibu Tirinya itu, dan mematuhi hal-hal yang dia katakan tanpa sadar.


Kelahiran Louise, mungkin yang membuat dirinya bisa lari dari Trauma masa kecilnya itu.


Louise adiknya, dulu terlahir tidak cukup normal dan lahir lebih awal.


Bayi yang begitu kecil dan lucu.


Saat itu, ketika dirinya pertama kali melihat Louise yang masih bayi, dirinya langsung menyukai adik kecilnya itu.


Kehidupan kecil dan tertidur lelap, memiliki kulit yang begitu putih dan wajah yang begitu terlihat lucu.


Seperti seorang malaikat kecil yang menghangatkan hatinya.


Sejak masih Bayi, Louise selalu cukup dekat dengannya, dan sangat suka untuk dirinya gendong dan bawa kemana-mana.


Kata pertama yang Louise katakan adalah, memanggilnya Kakak.


Seperti malaikat kecil yang menghangatkan hatinya saat itu, dan selalu mengikutinya kemana-mana.


Louise kecil itu yang bisa kembali membuat dirinya ceria lagi, dan bisa sedikit keluar dari Traumanya.


Itulah kenapa, cukup sulit untuk dirinya mencoba membenci adiknya itu setelah tahu kenyataan soal apa yang Ibu Tirinya lakukan.


Dan lagi, setelah tahu jika Ibu Tirinya ternyata hanya berpura-pura baik padanya.


Bahkan walaupun semua orang selalu memuji betapa adiknya ini sempurna dan bisa segalanya, dan membandingkan dia dan dirinya.


Ya, betapa adiknya itu tumbuh menjadi seorang Jenius, sudah biasa membaca dan berhitung di umurnya yang baru tiga tahun, padahal dirinya baru bisa membaca umur sekitar tujuh atau delapan tahun.


Yah, namun pada akhirnya dirinya benar-benar tidak bisa membenci Louise adiknya itu, yang sudah seperti malaikat kecilnya itu.


Perasaan iri dan kesal, terkadang jelas ada, namun itu tadi, dirinya tidak bisa membenci Louise kecilnya.


Dan sukurlah, sampai sekarang mereka cukup dekat, dan adiknya Louise tetap akan menjadi Malaikat kecilnya, tapi sekarang anak itu sepertinya sudah cukup besar.


Louise sekali tertarik dengan hal-hal aneh, hal-hal Misterius, itulah kenapa awalnya dirinya meminta Louise untuk membantunya.


Lagipula, di Rumah Keluarga William itu, anak sekitar seusianya, hanya Louise yang bisa dirinya percaya setelah Viola tentu saja.


Awal pertemuannya dengan Viola juga bukan hal yang begitu baik.


Arka yang malah tengelam dalam lamunannya itu sekarang kembali tersadar, bahwa dirinya sedang membicarakan masalalu Viola.


Hanya saja, kata-kata Viola barusan sedikit mengagetkannya saja.


"Tidak, jika kamu di culik, dan melihat penculiknya malah meninggalkan, tentu saja wajah untuk kabur dan melarikan diri,"


"Begitukah menurut Tuan Muda?"


"Ya, itu benar-benar tidak apa-apa, toh saat itu kamu masih kecil,"


Viola yang mendengar kata-kata itu tentu saja senang, kata-kata itu cukup menyenangkan pikirannya sendiri.


"Terimakasih Tuan Muda,"


"Hmm, lalu apa yang terjadi berikutnya padamu?"


"Aku hidup di jalanan saat itu, hingga aku dibawa ke Panti Asuhan oleh seorang Petugas keamanan atau sesuatu,"

__ADS_1


"Jadi begitu, kamu akhirnya berada di Panti Asuhan, setidaknya kamu aman disana,"


Viola sedikit menerawang jauh saat itu, memikirkan soal masa kecilnya, dimana anak-anak disana dulu menyebut dirinya aneh dan menjauhinya, yang sampai sekarang dirinya tidak mengerti apa yang mereka katakan itu.


Setelahnya, ada beberapa Keluarga yang ingin mengadopsi dirinya, namun mereka tiba-tiba merasa jika dirinya cukup aneh, walaupun dirinya pintar.


Mereka pergi satu demi satu.


Namun sepertinya ini bukan hal-hal bagus untuk dikatakan pula.


"Begitulah, sampai suatu saat aku bertemu dengan orang Tua Angkat yang sekarang,"


Awalnya Viola pikir, orang tua angkat yang sekarang masih akan sama seperti orang-orang sebelumnya yang menolaknya.


Jadi, untuk memberikan kesan yang baik, dirinya mencoba bersikap patuh, karena tidak ingin ditinggalkan lagi di tempat itu lagi.


Sampai suatu hari setelahnya, dirinya bertemu dengan Tuan Mudanya Arka ini.


"Hmm, kamu pasti mengalami hal-hal cukup buruk sejak dulu, namun sekarang tidak masalah, kamu telah menemukan aku yang akan selalu ada disisimu," kata Arka dengan sedikit nada bercanda disana.


Viola hanya tersenyum senang mendengar itu.


"Itu benar. Aku sangat senang ketika bertemu dengan Tuan Muda,"


Selanjutnya mereka berdua sama-sama terdiam.


Menikmati kehangatan satu sama lainnya, menikmati malam ini bersama.


"Viola... Lalu soal Keluarga Aslimu...."


Viola sekali lagi terdiam setelah mendengarkan perkataan itu, segera memegang kalung yang dirinya pakai, lalu melepaskan pelukan Arka, membuat Arka kaget.


Viola lalu melepaskan kalung itu, dan menunjukan kalung itu pada Arka.


"Ini adalah satu-satunya petunjuk yang aku miliki dari Keluarga Asliku,"


Arka menatap kalung liontin, dan menerimanya, lalu membuka kalung liontin itu yang berisi sebuah foto.


Foto seorang wanita yang mengendong bayi dan seorang anak kecil berdiri disamping mereka.


Arka melihat, jika wanita itu terlihat sangat cantik, sedikit memiliki kemiripan dengan Viola jika Viola tidak memiliki luka diwajahnya.


Arka yang melihat ini, jelas memiliki kesimpulan sendiri.


"Viola ini...."


"Ya, seperti yang Tuan Muda lihat, ini sepertinya Foto Ibuku dan Kakakku,"


Arka terdiam, dia cukup terkejut tahu fakta jika Viola memiliki seorang Kakak.


Lalu dia segera berkata,


"Jadi begitu. Apakah kamu ingin bertemu dengan mereka?"


Viola sedikit ragu ketika ditanya hal-hal itu oleh Tuan Mudanya.


Memang dalam hatinya, tentu saja dirinya memiliki keinginan untuk bertemu mereka.


Namun dirinya juga menjadi takut untuk tahu kenyataan yang sebenarnya.


Lihat, dirinya sepertinya selamat dari suatu kecelakaan.


Dan fakta bahwa tidak ada yang mencoba mencari dirinya selama ini, membuta Viola mengambil kesimpulan, ada kemungkinan jika orang tuanya juga Kakaknya ini sudah meninggal dalam Kecelakaan itu.


Arka melihat bagaimana ekpersi Viola berubah menjadi sedikit murung.


"Tidak apa-apa, tidak ada yang salah jika kamu ingin tahu soal hal-hal ini,"


Dengan sedikit keraguan, akhirnya Viola berkata,


"Ya, aku ingin tahu hal-hal soal mereka, bahkan walaupun kenyataannya diluar perkiraan, setidaknya Aku ingin tahu soal masalaluku yang hilang,"


Karena mungkin saja, tidak hanya ada kenangan buruk disana, namun ada kenangan bahagia disana.


Ya, dirinya benar-benar ingin tahu soal keberapa Keluarga Aslinya...


"Mari kita cari tahu, aku akan membantumu sebisaku," kata Arka dengan tulus.


Kata-kata sederhana dan tulus itu jelas menghangatkan hati Arka.


"Terimakasih Tuan Muda, aku senang bisa bertemu denganmu,"


"Aku juga,"


Ya, banyak hal yang terjadi dimasalalu mereka, namun pada akhirnya itu semua membuat mereka berdua bertemu.

__ADS_1


Arka sekarang memiliki tujuan baru lainnya, ya itu untuk mencari tahu masalalu Viola yang hilang.


Walaupun mereka berdua tidak akan pernah mengira, jika kenyataan itu lebih mengejutkan dari pada yang mereka kira.


__ADS_2