
Hari-hari sekali lagi cepat berlalu, di hari-hari ini Arka masih berada di rumah barunya, dan menikmati hari liburnya selama tidak bekerja itu, menunggu dirinya benar-benar sembuh dan bully dari cedera yang dideritanya.
Dirinya sendiri sudah merasa cukup baik namun, orang-orang di sekitarnya seperti viola pakainya neneknya bahkan adiknya terlalu cemas padanya dan menyuruhnya untuk tetap beristirahat di rumah.
Dan begitulah harta hanya berada i dalam rumah dan membuatnya sangat bosan.
Bagaimana tidak?
Sudah hampir dua minggu dirinya dikurung di rumah seperti seorang tahanan rumah dan tidak boleh kemana-mana.
Sungguh, kenapa orang-orang begitu sangat overprotektif?
Memperlakukan dirinya seperti anak kecil saja terutama Viola.
Viola selalu melarangnya untuk keluar, dan lagi, Viola lagu memeriksa semua menu yang dirinya makan, bahkan tidak mengijinkan dirinya untuk memesan makanan di luar.
Sungguh, dirinya benar-benar tidak mengerti tentang hal-hal itu, kenapa pula Viola sampai segitunya?
Ah, padahal setidaknya pergi keluar dan jalan-jalan, namun bahkan di Rumah Baru ini, dah ada pengawal di berbagai sudut di rumah untuk menjaga dirinya tetap di rumah.
"Akhhh.... Kenapa sih aku tidak boleh keluar? Benar-benar menyebalkan," keluh Arka sendiri.
Itu benar, saat ini arsa berada di rumah sendirian karena Viola pergi ke Kantor, ini dirinya benar-benar bosan.
Sesekali, Viola akan menelepon nya atau mengirimi dirinya email untuk membahas beberapa hal soal Pekerjaan.
Soal Proyek baru yang mereka dapatkan sementara ini, Viola akan bertanggung jawab penuh selama dirinya absen dari Perusahaan.
Ya, dirinya percaya pada kemampuan Viola, jadi tentu saja dirinya membiarkan Viola melakukan apapun yang dia suka soal Proyek itu.
Tapi masalah yang paling barat tetap saja dirinya yang harus berada di rumah.
Yah, ini Rumah Baru tidak ada siapa-siapa yang bisa dirinya ajak ngobrol.
Ah, benar beberapa hari lalu, dirinya sempat membawa ke sini kucing yang berada di Rumah Keluarga utama.
Dan kucing kecil itu sudah disiapkan tempat yang nyaman di Rumah ini, dan jelas bebas berkeliaran.
Kucing kecil itu menjadi satu-satunya teman Arka disaat-saat seperti ini.
Ya, sekarang Arka sedang memangku kucing itu dan mengelus bulunya untuk coba menenangkan dirinya dari rasa bosan dan kesal karena terus berada di rumah.
"Astaga, Kitty aku begitu bosan, memang kamu tidak bosan di rumah?" Kata Arka mulai bicara sendiri pada kucing kecil di pangkuannya itu.
"Meaoww...."
Kucing kecil itu hanya mengeong mendegar perkataan Arka, seolah menjawab apa yang Arka tanyakan.
"Benar, bukan? Kamu pasti bosan, ah benar apakah kamu ingin jalan-jalan?"
"Meaowww...."
"Owh, tentu saja, mari kita segera jalan-jalan, harusnya jika hanya berkeliling Kompleks Perumahan ini, semua akan baik-baik saja bukan?"
"Mewaaaoowww,"
Kucing kecil itu yang tidak tahu apa-apa jelas hanya mengeong apapun yang Arka katakan.
Arka lalu tersenyum sendiri, dan langsung bilang kepada Pengawal agar dirinya di ijinkan untuk jalan-jalan sebentar.
"Tapi Tuan Muda, Nona Viola udah bilang untuk tidak mengijinkan Tuan Muda pergi kemana-mana," kata pengawal itu dengan tegas.
"Ayolah, ini hanya jalan-jalan disekitar Kompleks perumahan ini,"
"Tapi Tuan Muda, ada terjadi sesuatu pada anda ketika anda keluar dari rumah kami juga yang akan disalahkan oleh Kakek dan Nenek anda,"
Ekpersi Arka tentu saja berubah menjadi ekspresi cemberut dan kesal.
"Ini bener hanya jalan-jalan sedikit keluar rumah kenapa ini mesti begitu merepotkan pokoknya aku tidak mau tahu aku ingin keluar dari rumah ini titik!!"
Melihat tuhan mudahnya itu begitu keras kepala, Pengawal itu segera menelepon Viola yang berada di kantor.
__ADS_1
"Baik Nona, kami akan mengawasi Tuan Muda,"
Dan begitulah setelah telepon berakhir, Pengawal itu segera berkata pada Arka,
"Tuan Muda boleh untuk keluar dan jalan-jalan sekeliling Kompleks, namun harus bersama dengan pengawal,"
Arka langsung menjadi pembeda ketika diizinkan untuk keluar dari rumah.
Ya tidak begitu masalah jika ada pengawal.
Dan begitulah, Arka memulai rencana jalan-jalan paginya dengan santai.
Hari itu, Arka benar-benar terlihat sekali menikmati jalan-jalan paginya untuk berkeliling di sekitar daerah situ bersama dengan seekor kucing kecil yang berada dalam pelukannya yang juga sudah dirinya pasang tali agar kucing kecil ini tidak kabur.
Tentu saja ada dua orang pengawal yang berpakaian biasa mengikutinya dari belakang untuk menjaga dan mengawasi dirinya.
Balapan sebenarnya dirinya tidak suka untuk diawasi seperti ini namun mau bagaimana lagi, nya benar-benar tidak punya pilihan selain menurut atau dirinya benar-benar hanya akan dikurung di dalam rumahnya itu.
Tepat ketika Arka berbelok, dirinya melihat sebuah Rumah yang begitu megah dan indah, jadi bilang rumah ini adalah rumah paling mewah yang dirinya lihat dalam kompleks perumahan ini.
Dirinya hanya bisa bertanya-tanya rumah milik siapakah itu?
Desain Gerbangnya saja sudah sangat berkelas, benar-benar membuat dirinya penasaran bagaimana bagian dalam rumah itu.
Arka melewati Rumah itu dengan tenang, ambil sesekali mengintip ke arah gerbang nya merasa penasaran, dan mungkin saja kan ada seseorang yang akan keluar dari rumah itu?
Sampai Arka datang sampai di ujung jalan, dirinya yang masih sesekali melihat gerbang rumah itu, melihat gerbang Rumah itu terbuka.
Dia lalu melihat seorang gadis dengan wajah familiar dengan pengawalnya Keluar dari Gerbang Rumah itu, terlihat dari pakaian yang di pakai gadis itu, itu adalah Pakaian Olahraga.
Arka hanya merasa dirinya sangat sial sekali!!
Kenapa?
Kenapa ada Marsela Cavel sialan itu disini?
Jangan bilang orang itu tinggal di rumah itu?
Sungguh?
Hal-hal seperti ini benar-benar terjadi?
Sebelumnya, di Apartemen dirinya bertemu dengan Salah satu Anggota Keluarga Cavel, sekarang di sini dirinya juga harus bertemu dengan salah satu anggota Keluarga Cavel.
Kenapa rasanya Keluarga Cavel ini mengganti dirinya?
"Tuan Muda ada apa? Kenapa anda berhenti?" Tanya pengawal yang berada disampingnya itu.
Arka lalu segera memberi kode untuk bersembunyi dan diam.
Arka segera menutupi rambutnya dengan Hoodie yang dipakainya.
Anak Buah Arka itu tidak benar-benar mengerti apa yang Tuan Mudanya itu inginkan namun mereka tetap mematuhi apa kata-kata Tuan Mudanya itu.
Arka bersembunyi dibalik tubuh besar pengawalnya itu, ketika Marsela itu mulai melewati rombongan mereka.
Tentu saja, sebagai pengawal Arka William, jika sudah diberitahu soal kemungkinan keberadaan musuh-musuh Keluarga William, salah satunya adalah Marsela Cavel, wajah yang baru saja melewati mereka.
Pengawal itu lalu menatap Tuan Mudanya dengan ekpersi cemas,
"Tuan Muda itu..."
"Sttt...."
Sekali lagi, Arka mencoba memberi kode pada bawahannya, kemudian mengambil kacamata hitam dan memakainya.
Arka bisa melihat kalau Marsela dengan Pelayanannya itu sedang membicarakan sesuatu.
Arka diam-diam mengikuti mereka dari jarak yang aman, tidak lebih tepatnya mereka hanya melakukan lari satu jalur dengan Marsela.
Jelas, para pengawal tidak setuju dengan gerakan Impulsif dari Tuan Mudanya itu, mereka tidak punya pilihan karena tidak mereka berdebat atau kemungkinan bisa mereka malah akan ketahuan jika berlari dengan santai seperti ini, malah hanya akan terlihat normal, karena memang game seperti ini saatnya untuk pergi berolahraga pagi, ade juga beberapa orang yang sedang joging.
__ADS_1
Marsela yang tidak tahu apa-apa jika dirinya diikuti itu, sedang membahas beberapa hal dengan bawahannya itu.
"Jadi bagaimana penyelidikan yang kamu lakukan pada gudang Rahasia Keluarga William itu?"
"Maaf, Nyonya Marsela. Kami udah memasukkan orang ke Rumah Besar Keluarga William, sampai saat ini kami belum menemukan petunjuk soal keberadaan gudang rahasia itu,"
"Sial!! Kenapa kalian bisa tidak berguna seperti itu?" Kata Marsela dengan marah.
"Maafkan saya Nona Marsela, Nona harus sabar dan kami sedang dalam proses penyelidikan,"
"Baik, aku akan menunggu kabar baik dari kalinya. Lalu, bagaimana dengan penyelidikan kalian soal Arka William?"
"Maafkan saya juga, saat ini keberadaan Tuan Muda dari Keluarga William tidak diketahui,"
"Apa? Bagimana bisa bukankah dia berada di Rumah Keluarga William?"
"Saya tidak tahu apa alasannya, namun kabarnya sudah sejak dua Minggu lalu, Tuan Muda itu pindah dari Rumah Utama Keluarga William, namun keberadaannya saat ini tidak diketahui,"
"Di kantor?"
"Tuan Muda itu tidak pergi ke Kantor, seolah-olah tidak keberadaannya tidak bisa ditemukan,"
Wajah Marsela jelas terlihat kesal.
"Apa-apaan itu? Jangan bilang dia tahu rencana kita jika kita mengincarnya?"
"Kami juga tidak tahu soal itu,"
"Apasih yang kamu tahu?"
"Maafkan kami, Nona Marsela,"
"Lalu bagaimana dengan Pelayan Jelek itu?"
"Dia Pergi Ke Kantor, namun soal dia tinggal di mana kami juga tidak menemukan lokasi rumahnya,"
Melihat hasil dari penyelidikan dari anak buahnya itu udah ada yang berguna Marsela menjadi semakin marah, lalu segera berkata,
"Ahhkkk... Benar-benar tidak berguna dalam bekerja! Jika seperti ini, bagaimana caraku mendapatkan Kunci Harga Tersembuyi itu?"
"Tapi, Nona belum tentu juga Arka William yang memiliki kunci itu,"
"Tidak. Ayahku yakin jika itu dimiliki dan diwarisi oleh Arka William itu dari Ibunya,"
"Kami akan coba mengusahakan untuk melakukan penyelidikan,"
Mendengar Anak buahnya itu hanya bisa mengelak dari tadi, Marsela lalu tidak lagi berbicara, dan mempercepat larinya itu.
Arka disisi lainnya, memutuskan untuk tidak lagi mengejar Marsela itu.
Dirinya sudah mendapatkan beberapa informasi yang cukup berguna.
Kunci Harta Tersembunyi?
Sialan!!
Jadi hal-hal soal harta tersembunyi itu benar-benar nyata seperti apa yang adiknya katakan tempo hari?
Lalu, hal-hal yang Keluarga Cavel inginkan dari Keluarga William adalah Kunci dari Harta Tersembunyi itu, entah bagaimana caranya bisa berada di tangan Ibunya?
Ataukah Ibunya hanya Umpan bentuk menyembunyikan keberadaan kunci Ibu?
Semakin memikirkan hal ini kepala Arka menjadi semakin pusing.
Masih terlalu banyak misteri soal hal-hal ini.
Semakin dicari semakin muncul misteri baru lainnya.
Tidak, mari jangan berpikir terlalu keras dan menyerahkan hal-hal berpikir seperti ini pada adiknya, Louise.
Arka segera mencoba untuk pergi dari lokasi itu, untuk menghindari Marsela, kemudian buru-buru langsung kembali menuju Rumahnya.
__ADS_1