Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 29: Pembicaraan Empat Mata


__ADS_3

Pertemuan pagi itu berjalan dengan cukup lancar berkat Louise yang selalu bisa mengagalkan rencana Galvin untuk melecehkan Arka, yang membuat Galvin sangat marah, dan akhirnya pergi dari tempat itu.


Arka belum banyak belajar apapun dari Pertemuan pagi, tapi dirinya menjadi lebih bisa berbicara dan mengambil hati Klaien melihat dari cara Louise dan Pak Direktur berbicara.


Di akhir acara, setelah Klaien pergi Arka menyerat Louise pergi.


"Viola, kamu pulang duluan saja, aku akan pergi bersama Louise,"


"Tapi, Tuan Muda... Ak, Maksudku, Arka, aku tidak bisa membiarkan kamu pergi sendiri,"


"Viola, apa yang kamu khawatirkan? Aku pergi bersama Louise benar? Benar Louise? Tidak akan ada apa-apa yang terjadi padaku,"


"Itu benar, Kak Viola. Biar aku yang menjaga Kak Arka, akan aku pastikan tidak terjadi apa-apa dan akan aku serahkan kembali Kak Arka dalam keadaan utuh tidak kurang apapun, Kak Viola tidak perlu terlalu posesif pada Kak Arka, aku tahu Kak Viola sangat mencintai Kak Arka hingga tidak ingin dipisahkan dari Kak Arka,"


"Diamlah, Louise, omong kosong macam apa yang kamu katakan!" Kata Arka yang merasa malu sendiri dengan kata-kata Louise.


Viola akhirnya menghela nafas panjang, dan berkata,


"Ya, aku sedangkan Arka padamu, Louise,"


"Beres, Kak!"


Dan begitulah mereka berpisah, Arka naik mobil Louise.


"Kak Arka sebenarnya mau bicara apa?" Tanya Louise langsung.


Arka sedikit terdiam, sebenanya cukup malu mau mulai dari mana.


Dirinya setidaknya ingin punya teman untuk bercerita soal masalah pribadinya.


Adiknya, Louise adalah satu-satunya yang bisa dirinya percayai saat ini, yang sekiranya bisa membahas masalah-masalah ini.


"Mari kita cari beberapa Cafe dan aku akan mengatakannya,"


"Baiklah, Kakak mau ke Cafe mana?"


"Kalau bisa yang banyak makanan enaknya,"


"Hmm, aku sepertinya tahu Cafe bagus yang baru saja buka, disana sepertinya cukup viral, kabarnya kue disana sangat enak,"


Arka menatap heran pada adiknya itu, setau dirinya adiknya ini tidak begitu suka makan makanan manis, dulu saat kecil memang suka permen dan coklat, namun setelah lebih tua, dia menjadi tidak begitu suka hal-hal manis, dan malah menyukai kopi yang pahit.


Orang memang banyak berubah, sekarang adiknya ini sudah berumur dua puluh tahun, menjadi salah satu Mahasiswa Berprestasi di Universitas terkenal.


Belakangan, menjelang semester Akhir, adiknya ini ikut Magang di Perusahaan Keluarga, walau baru mulai, adiknya ini sepertinya sudah memiliki banyak pencapaian.


Louise, bagaimanapun juga adalah adik kesayangan dan kebanggaan Arka.


"Kamu bisa tahu cafe-cafe seperti itu? Setahuku kamu tidak suka yang manis-manis,"


"Ya, beberapa teman sekelas merekomendasikannya,"


Ketika mendengar teman sekelas, Arka menjadi curiga, lalu bertanya,

__ADS_1


"Owh? Apakah ini seorang gadis?"


"Begitulah," jawab Louise santai.


"Jangan bilang ini salah satu teman kencanmu? Aku dengar dari Viola bagaimana sepertinya kamu suka bermain-main dengan beberapa gadis,"


"Bukan seperti itu, hanya saja... Ya bagaimana ya, ini hanya permainan kecil,"


"Kamu jangan terlalu banyak bermain-main,"


"Ukhhh, hanya saja aku tidak mengerti bagaimana caranya jatuh cinta, aku pikir jika aku melakukannya, aku akan lebih mengerti soal cinta,"


Arka tertawa mendengar perkataan jujur adiknya itu.


"Ternyata otak jeniusmu ini bisa tidak berguna untuk hal-hal seperti itu. Huh, jadi kamu sudah tidak perjaka sekarang? Sejak kapan?"


"Apa? Kakak bertanya? Apakah sejak aku SMA?" Kata Louise sambil berpikir lagi.


"Sialan, kamu benar-benar keterlaluan,"


"Ya, tapi ini cukup menyenangkan, bukankah Kak Arka sudah mencobanya dengan Kak Viola? Aku merasa sebentar lagi akan memiliki keponakan yang lucu,"


Mendengar kata-kata Louise itu, Arka menjadi malu sendiri.


"Apa-apaan yang kamu katakan! Keponakan apa? Aku bahkan belum melakukan dengan Viola,"


Louise yang mengendarai mobilnya itu menginjak rem saking kagetnya.


"Masa Kak Arka belum melakukannya? Bagaimana dengan Kado yang aku berikan? Tidak dipakai?"


Arka langsung menjitak kepala Louise.


"Ceritanya panjang, nanti akan aku ceritakan di Cafe,"


Dan begitulah mereka lalu meneruskan perjalanan sampai cafe tujuan mereka.


Sesuai kata Louise, disana banyak menu makanan penutup dan kue yang terlihat lezat.


Arka hampir lupa tujuannya kesana, dan malah asik memilih makanan.


Sampai ada 5 piring kecil kue di meja.


Arka mengambil satu dan terlihat menikmatinya.


Louise menatap Kakaknya, yang masih tidak berubah itu.


"Kak Arka benar-benar tidak berubah, masih sama bahkan sesudah menikah,"


"Berhentilah bicara omong kosong, Louise,


"Jadi, Kak apa bagaimana soal cerita Kakak tadi?"


Arka yang hampir lupa itu, lalu ingat lagi dan mulai menjelaskan kisah cintanya pada Viola, dan bagaimana Viola tidak merespon perasaannya, hingga rencana gilanya soal ide Pernikahan Kontrak dengan Viola, bahkan menceritakan soal beberapa kejadian belakang dengan Viola.

__ADS_1


"Astaga, Kak Arka? Kak Viola benar membeli pengaman untuk Kak Arka, untuk digunakan Kak Arka bersenang-senang dengan wanita lain? Lalu dia juga bertanya soal ukuran Kakak juga?"


Louise benar-benar tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Arka itu, tidak mengira kehidupan cinta Kakaknya itu terlalu menyediakan.


"Kamu itu, bukannya memberikan solusi malah tertawa, dasar adik menyebalkan,"


"Pfffff.... Baik-baik Maaf Kak aku akan coba menahan tawa.


Namun Louise masih benar-benar tertawa disana, membuat Arka kesal.


"Louise!!!"


Mendengar Arka mulai marah, lalu Louise berkata,


"Kakak meminta saran dariku? Ini mudah,"


"Jadi apa sarannya?"


"Bukankah aku sudah memberikan Obat Perangsang? Kenapa tidak di pakai saja ke Viola dan wus wus... Begitulah Kak, serobot saja, toh dia Istri Kakak sekarang,"


Arka langsung menjitak kepala Louise lagi karena kesal.


"Ternyata tidak ada gunanya berbicara padamu, hpmh,"


"Ayolah Kak, ini sebenernya bukan ide yang buruk!! Hal-hal seperti ini bahkan mungkin bakal menyelesaikan masalah Kakak, bisa jadi memperdalam cinta kalian, dan Kak Viola jadi memiliki perasaan pada Kakak,"


"Salah rupanya bertanya pada seseorang yang belum pernah jatuh Cinta,"


"Tapi aku memiliki pengalaman yang kaya," kata Louise dengan bangga.


"Sudahlah, lupakan soal itu. Kamu tidak memberikan saran yang baik."


"Hah, baik-baik aku akan mencoba memikirkannya,"


Mereka lalu mulai berbicara beberapa hal soal Ide Louise, seperti memberikan Viola bunga atau hadiah-hadiah yang romantis, juga menyuruh Arka mengajak Viola makan malam romantis dan sebagainya.


Mendengar itu, Arka merasa cukup puas.


Lalu tiba-tiba Arka teringat lagi sesuatu yang penting yang belakangan mengagunya.


Ini soal ingatan masalalu nya yang kembali setelah mengigat beberapa mimpi buruk.


"Louise sebenanya ada hal lain yang ingin aku katakan selain masalah hubunganku dan Viola."


Melihat ekpersi Arka menjadi serius, Louise lalu bertanya dengan penasaran,


"Apa?"


"Soal Kematian Ibuku, aku merasa ada yang jangal, Kakek dan Nenek sepertinya menyembunyikan sesuatu, karena pelakunya belum ketemu, ini mungkin bukan hanya perampokan seperti yang mereka katakan, aku ingin menyelidiki ini dan meminta bantuanmu,"


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2