
suara gemercik hujan ditemani suara petir yang menyambar saling sahut bersahutan dan hembusan angin yang terasa menusuk kulit, tak menjadi penghalang seorang gadis yang tengah asik menatap jauh keluar jendela kamarnya yang terbuka lebar
hari yang ia pikir akan mengasikkan saat malam tiba ternyata hancur saat langit yang telihat telah di kerubungi awan hitam bersiap menumpahkan tangisannya
mendesah kecewa, lalu tangannya bergerak mengambil teleskop yang biasa ia gunakan untuk melihat indahnya bintang bintang yang bertebaran di langit
"yaaahhh... gak keliatan deh" lirihnya, lalu dengan gerakan lemah ia menjauhkan teleskop itu dari jangkauannya
hari istimewa dalam hidupnya harus berakhir muram malam Ini kala keinginannya melihat bintang favoritnya itu sirna di telan kepulan awan hitam
tik tik tik
menghela nafas panjang di tutupnya jendela kamarnya yang terbuka lebar sehingga memudahkan angin dan percikan percikan air hujan memasuki kamarnya yang bernuansa pink itu
Drrt Drrt Drrt
saat hendak berbaring di kasurnya gadis itu di kagetkan dengan suara dering telfon
"siapa sih orang gila yang nelfon hujan hujan kayak gini?!"kesalnya sambil meraih ponselnya di atas nakas
naila is caling
"astaga! ngapain kak naila nelfon di situasi kayak gini?"herannya sambil mematikan hpnya tak berani mengangkat telfon dalam kondisi buruk seperti ini"maaf ya kak"ucapnya lagi
setelahnya ia memutuskan untuk berbaring di kasur menyelimuti dirinya sampai batas dada dan berusaha memasuki alam mimpi
__ADS_1
Bintang bersinar terang menyinari seorang gadis yang tengah berdiri di kesunyian malam, tangannya menengadah berusaha mencapai bintang tapi tak bisa
"aku ingin seperti bintang, dimanapun. ia terlihat. meskipun ada orang yang tak menyukainya dia tetap di tempatnya menunjukkan sinarnya, memberikan keindahan tiada tara bagi mata yang memandang"
ia menoleh kesebelahnya"iyakan kak?"
°
°
°
°
karena terlalu asik bergelung di dunia mimpi sampai ia tak sadar bahwa dirinya tengah berguling guling dan berakhir terjerembab kebawah
mengusap usap kepalanya yang sakit yang terbentur pinggiran nakas"Duh... sakit banget"
Krrrriiiinnggg
dengan gerakan cepat ia berdiri lalu mematikan jam beker miliknya yang berbunyi sangat keras
"hm... enaknya ngapain ya?"monolognya sembari merenggangkan otot ototnya
kepalanya berputar memandangi setiap sudut kamarnya sampai pandangannya jatuh pada sebuah bingkai foto yang ia letakkan di nakas, ia melangkah mendekati bingkai itu
__ADS_1
"Duh, kok aku jadi rindu ya?"gumamnya
ia meraup wajahnya dengan kedua tangannya"jangan gini dong... inikan minggu gak mungkinlah aku pergi kerumahnya diam diam cuman mau ngeliat di aja"
ceklek
"ra... mandi gih! kita mau live masak nih"ucap seorang gadis berkulit sawo matang menghampiri dirinya yang berdiri tepat di hadapan sebuah foto
gadis itu menaikkan kedua alisnya"rindu lagi?"tanya gadis itu santai
kiara netalya sagita, gadis yang semalam harus menelan kekecawaan itu mengangguk" iya kak nai"
gadis yang di panggil nai itu mengangguk lalu mendengus"makanya mimpi itu gak usah ketinggian, so soan narok hati sama orang yang derajatnya setinggi langit"
"gimana ya kak? bukan kemauan aku loh buat cinta sama dia"
"halah gaya gayaan cinta cintaan"decak gadis yang bernama nai lebih tepatnya naila kailana
naila tak habis pikir dengan jalan pikiran kiara mengapa gadis itu dengan gampangnya menaruh hati pada seseorang yang takkan pernah ia gapai sampai kapanpun
"ingat ra... kalau cinta sama dia jangan terlalu dalam ya? aku takut kau akan terluka suatu saat nanti, kau taukan keluarga mereka gimana?"
kiara mengangguk membenarkan perkataan naila
Hai maaf ya kalau kurang jelas ceritanya soalnya ini cerita pertama aku
__ADS_1