
Akhirnya Keisya sudah mendepak kedua oknum penggelapan di perusahaannya, Gunawan dan juga Stella sudah diringkus oleh pihak berwajib. Ternyata Stella juga ikut terlibat dalam penggelapan keuangan perusahaan Keisya. Dengan kejadian Gunawan di tembak, Stella sendiri yang menyerahkan diri. Stella merasa jika dirinya lebih baik menerima hukuman daripada harus ditembak seperti Gunawan.
Saat itu para karyawan bahagia ketika pekerjaannya terselamatkan. Hampir saja banyak karyawan yang terbuang karena keuangan diperusahaan milik Keisya yang tiba-tiba menurun. Di tambah dengan Keisya yang merupakan bos diperusahaan tersebut, turun langsung dan menangkap pelakunya.
" Terima kasih atas kesetian dan kesabaran kalian semua terhadap perusahaan ini. Tanpa kalian, perusahaan ini tidak akan berkembang sejauh ini. Untuk menggantikan direktur utama sebelumnya, saya serahkan jabatan ini kepada Andre..." Jelas Keisya yang disambut tepukan tangan oleh semua karyawan lainnya. Dinilai dari pekerjaan Andre yang sangat baik, Keisya cukup yakin jika Andre bisa menggantikan Gunawan. Keisya telah melihat sendiri secara langsung bagaimana kemampuan Andre dalam bekerja.
" Dan pengganti sekretaris adalah Mawar, keuangan adalah Tiara dan direktur umum Tony." Jelas Keisya, Keisya sudah merombak semua Organisasi dalam kantornya. Dengan cara turun langsung menjadi orang lain membuat Keisya bisa melihat bagaimana kemampuan karyawannya. Mereka pun yang naik pangkat menjadi bahagia akhirnya bisa menduduki jabatan yang di dambakan.
Keisya bisa menyelamatkan perusahaan cabangnya. Sudah meletak orang-orang yang bisa di percaya di posisi seharusnya. Kini Keisya bisa berfikir dengan tenang. Saat ini Keisya beranjak pulang dari kantornya, terlihat pria tampan yang bersander di pintu mobil sambil memandang sang putri yang baru saja keluar dari kantor. Keisya tersenyum dengan keberadaan Carlos.
" Sudah lama nunggunya?" Tanya Keisya mengambangkan senyum menawan.
" Apa ruginya, menunggu sang putri yang keluar dari persinggahan!" Ucap Carlos tersenyum mengembang dengan lesung pipi yang semakin mendalam. Sedangkan Keisya tersenyum malu dengan pipi merona di sebut sebagai putri.
__ADS_1
" Apalagi melihat mawar merekah di siang hari!" Lanjut Carlos lalu beranjak membukakan pintu untuk Keisya.
" Silahkan my princess!" Ucap Carlos mempersilahkan Keisya untu memasuki mobilnya. Keisya hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum melihat betapa manisnya Carlos berucap.
Mereka menikmati perjalanan, melalui hiruk- pikuk perkotaan. Hari masih begitu sore, bahkan burung-burung mulai kembali ke sarangnya. Carlos menyambut dengan banyak cukup buaian, yang membuat pipi Keisya berkali-kali merona dan memancarkan kecantikannya.
" Kita akan kemana?" Tanya Keisya melihat ke jalan yang tak sesuai dengan arah menuju pulang.
" Kau akan mengetahuinya sebentar lagi!" Ucap Carlos tersenyum.
Bahkan aroma laut dan terjangan angin cukup terasa menusuk kulit, dihangatkan oleh eratan tangan Carlos. Entah, mau dibawa kemana sang putri pergi? Keisya hanya menurut mengikuti langkah Carlos.
Mata Keisya menjadi berbinar-binar saat tepi pantai telah berubah menjadi tempat yang sangat romantis. Pasir putih telah bercampur dengan kelopak mawar merah. Desiran angin melambaikan tirai putih bagaikan kelambu tersebut. Dan gelapnya malam diterangi oleh pernak-pernik lampu yang menghiasi. Kursi putih berdiri tegak dengan meja yang penuh dengan hidangan. Alunan musik mengiringi malam yang syahdu.
__ADS_1
" Apa kau yang mempersiapkan semuanya?" Tanya Keisya memandang takjub. Entah kapan pangerannya tersebut mengatur semua dekorasi pantai ini.
" Tentu, tempat spesial untuk orang yang paling spesial!" Ucap Carlos mengiringi Keisya untuk duduk di kursi yang telah tersediakan.
" Apa kau menyukainya, maaf ini terlalu sederhana, tapi niatku tidak sesederhana ini! Malam ini, aku ingin mengatakan sesuatu yang cukup lama aku ingin sampaikan, sejak 6 tahun aku menyimpan perasaan yang cukup besar untukmu, mencarimu sampai keujung dunia, dan herannya tidak ada yang mampu menggantikan keberadaanmu di hatiku Kei. Engkau sesosok wanita yang selama ini ku tunggu-tunggu, engkau alasanku tersenyum selama ini. Bahkan aku bisa bangkit karena cinta dihatiku terhadapmu,aku ingin menjagamu sampai akhir hidupku..." Ucap Carlos memandang Keisya cukup lekat. menatapnya dalam-dalam bola hitam tersebut sambil meraih tangan Keisya yang berada di atas meja.
" Jadi, maukah kau menjadi pendampingku? menjadi ibu untuk anak-anaku? Bahkan apakah kau mau mengarungi kehidupan bersamaku? Will you Merry me?" Ucap Carlos membuka kotak yang berisikan cincin yang berkilauan. Carlos sudah mempersiapkan cincin khusus yang di rancang langsung oleh ahli desain perhiasan mahal dan mewah. Bahkan batu merah yang menjadi permata di cincin tersebut sangat berkilauan.
" ee..Carl.." Ucap Keisya tidak tau apa yang harus dilakukan ketika Carlos telah mengeluarkan isi hatinya yang terdalam. Sedangkan Carlos raut wajahnya langsung berubah melihat Keisya tidak segera menjawab pertanyaannya.
" Apa menurutmu, aku terlalu cepat?" Ucap Carlos melepas pegangan tangan Keisya dan tertawa terpaksa. Menutupi rasa kecewa jika dirinya ternyata tidak cukup pantas untuk Keisya. Itulah yang dirasakan oleh Carlos.
" Tidak masalah Kei, aku akan tetap menunggumu sampai kau siap, mungkin cincin ini masih belum pantas untuk melingkari jarimu" Ucap Carlos berencana menutup kotak cincinya, namun dengan sigap Keisya berdiri dari tempat duduknya dan mengambil langsung cicin tersebut. Carlos terkejut, ternyata pinangannya di terima. Carlos tidak menduga, jika ia bisa terima. Perkatannya yang mewakili isi hatinya berhasil mempengaruhi Keisya.
__ADS_1
Carlos begitu bahagia dan menujuk pipinya, meminta untuk di cium. Karena ungkapan terima kasihnya kepada Carlos, Keisya pun mencium pipi Carlos dengan malu-malu. Carlos bertambah bahagia karena mendapat ciuman dari wanita yang sangat di cintainya walaupun hanya sebentar.