
Pagi begitu cepat menyambut. Mata Keisya begitu terasa berat. Pantas, Keisya tertidur pukul dua pagi. Ia berlahan-lahan membuka mata, terasa ranjangnya bergoyang-goyang. Lalu wajahnya terasa ada yang menyentuhnya.
Ternyata Axel dan Alexa bangun terlebih dahulu, mereka loncat-loncat di atas kasur dan menertawakan Keisya. Keisya begitu bahagia mendengar kebisingan di dalam rumahnya. Rumahnya yang sebelumnya terasa sepi.
Lalu Keisya menoleh ke cermin, wajahnya sudah penuh dengan lipstik, adik kembarnya telah mengelabui dirinya.
" Axel, Alexa..kalian jangan lari..kakak akan menangkapmu!" Ucap Keisya turun dari ranjang mengejar adik kembarnya. Sudah lama Keisya tidak bermain dengan adik-adiknya. Axel dan Alexa lari ke arah Hanna yang sedang memasak.
" Sayang, kau apakan kakak Kei?" Ucap Hanna menggeleng-geleng kepalanya. Si kembar begitu aktif. Bahkan para pembantunya di Indonesia begitu kewalahan melayani anak kembarnya tersebut.
" Hahaha acak Cei lucu.." Ucap Axel.
" Benal, ayah lolong Alexca!" Ucap adik perempuan menuju ke arah Gardapati yang duduk sedang membaca koran di ikuti oleh Axel yang juga menuju kearahnya.
" Kalian, akan ku tangkap!" Ucap Keisya membuat muka seram. Adik kembarnya hanya memeluk Gardapati begitu erat.
Tiba-tiba saat Keisya akan berhasil menangkap adik kembarnya, suara bel berbunyi.
Siapa yang datang sepagi ini?
Keisya hanya menatap adiknya tajam, lalu bergegas membuka pintu. Ternyata Carlos berada di depan pintu Apartementnya dengan tampang begitu terkejut lalu tertawa keras. Sedangkan Keisya yang melihat Carlos tertawa girang langsung memegang mukanya. Dia baru sadar jika adik kembarnya telah mencoret-coret wajahnya.
" Hahahahaha, kau lucu sekali!" Ucap Carlos sambil tertawa keras.
Ah, Aku lupa dengan wajahku. Kenapa aku yang membuka pintu sih. ah, dia datang di waktu tidak tepat.
" Kau begitu menggemaskan!" Ucap Carlos sambil mencubit salah satu pipi Keisya. Karena sebelah tangannya lagi ia sedang membawa buket mawar mewah yang sangat besar. Bahkan wanginya telah memenuhi hidung Keisya. Begitu harum.
" Aw.. sakit Carl!" Ucap Keisya menggosok pipinya yang semakin memerah karena cubitan ringan dari Carlos.
"Siapa Kei?" Teriak Gardapati.
__ADS_1
" Teman Pah!" Ucap Keisya.
" Apakah kau tidak menyuruhku untuk masuk. Aku sudah membawamu ke Apartementku. Sekarang giliranmu." Jelas Carlos tersenyum meledek.
"Tutup mulutmu, saat ini ada keluargaku!" Ucap Keisya menatap Carlos dengan tajam. Tatapan angkuh yang membuat Carlos ingin masuk kedalam tatapannya lebih dalam.
Kesempatan untukku mengenal mereka! Dengan begitu aku akan segera menimangmu sebagai istriku.
Akhirnya Keisya mempersilahkan Carlos masuk dalam Apartementnya.
" Selamat pagi om, tante!" Ucap Carlos mengatupkan kedua tangannya melihat Hanna dan Gardapati. Ia begitu sopan, hingga Keisya menjadi kagum dengan kesopanan Carlos.
" Pagi! " Ucap Gardapati dan juga Hanna tersenyum. Hanna yang mengerti jika Carlos bukan hanya sekedar teman yang di katakan oleh Keisya. Hingga Hanna menarik tangan Gardapati masuk ke dalam kamar. Sekaligus membawa adik kembarnya yang di gendong oleh Hanna dan Gardapati. Mereka tidak ingin mengusik Keisya yang sedang kedatangan pria tampan dan klimis tersebut.
Keisya duduk tanpa menatap Carlos. Sebenarnya Keisya begitu malu dengan wajahnya. Carlos datang tidak tepat waktu.
" Selamat ulang tahun Kei!" Ucap Carlos.
" Ini kado untukmu!" Ucap Carlos memberi selembar dokumen.
Keisya berpaling sedikit dan mengambil dokumen tersebut.
Apa ini?
Apa, lahan tambang? Jadi milikku!
" Carl apakah kau serius memberikan lahan tambang tersebut untukku?" Ucap Keisya sudah tidak menghiraukan wajahnya lagi melainkan menatap Carlos dengan serius.
" Ia benar. Aku sudah lama menyiapkan lahan tambang tersebut untukmu!" Jelas Carlos memberi percuma lahan tambang yang penuh dengan keuntungan itu.
" Tapi Carl, tambang tersebut menghasilkan kekayaan dua kali lipat dari lahan tambang lainnya. Bahkan tambang tersebut mengandung mas." Jelas Keisya tidak percaya jika Carlos memberikan lahan tambangnya.
__ADS_1
" Apa yang tidak untukmu Kei. Bahkan nyawaku berani kuberikan untukmu. " Ucap Carlos. Keisya pun bertambah terkejut dan terdiam membisu. Ia tidak mengerti harus menanggapinya bagaimana. Dia sungguh syok dengan rentetan kebahagian yang datang bertubi-tubi.
" Kei, aku akan mengajakmu kesana sekarang!" Jelas Carlos melihat Keisya diam membisu.
" Siapa dia? Kenapa dia memberikan lahan tambang ke putri kita?" Ucap Gardapati yang diam-diam mendengar percakapan Keisya dan juga Carlos di balik dinding.
" Aku rasa dia bukan pria sembarangan!" Lanjut Gardapati.
" Benar, pa apakah kamu gak liat, dia sangat mencintai putri kita!" Ucap Hanna yang juga mengintip.
" Kita tidak perlu susah-susah lagi mencari calon yang pantas untuk putri kita!"Jelas Gardapati langsung menyukai Carlos. Ia melihat keseriusan di diri Carlos kepada sang putri.
" E, baiklah, kau tunggu disini! Aku akan siap-siap." Ucap Keisya bergegas berdiri dari tempat duduknya menuju kamarnya untuk mandi sambil membawa buket pemberian Carlos. Sedangkan Hanna dan Gardapati langsung berhamburan melihat Keisya menuju tempat mereka berdiri.
Saat Keisya mempersiapkan diri, Hanna sengaja membuatkan kopi hangat dan juga makanan ringan yang baru saja di buatnya. Lalu menyajikan kepada Carlos. Hanna ingin mengenal lebih jauh lagi sesosok pria tampan yang sepertinya sangat mencintai sang putri.
" Tante, jangan repot-repot! " Ucap Carlos melihat Hanna menyajikan minuman dan makanan yang datang bersamaan dengan Gardapati.
" Jangan sungkan-sungkan nak! Apakah kau berasal dari indonesia juga?" Tanya Hanna.
" Benar tante, apakah rupa saya sangat Asia?" Lanjut Carlos.
" Benar, silahkan minum kopinya!" Ucap Hanna tersenyum.
" Apakah kau merokok?" Ucap Gardapati yang sedang menyalakan sebatang rokok.
" Tidak om! Saya tidak merokok!" Ucap Carlos tersenyum lalu menyicipi kopi yang baru di sajikan untuknya.
" Benarkah? Wah, kau hebat nak! memang merokok tidak baik untuk kesehatan. Ayah Kei memang bandel. Aku sudah lelah mengingatkannya." Ucap Hanna.
"Hanya sebatang ma sehari. Papa sudah ngurangi kok!" Ucap Gardapati.
__ADS_1