
Keisya sudah cukup lama membenamkan diri di bathtube kamar mandi. Hampir setengah hari perjalanan membuat dirinya tertidur sampai-sampai baru mempunyai kesempatan untuk membersihkan diri. Keisya mengambil handuk berbentuk kimono dan membungkus rambutnya yang basah.
Mengeringkan rambutnya yang hitam pekat dan make up senatural mungkin. Bahkan bibir tersebut hanya terpoles oleh lipbam. Ia harus bersiap untuk turun langsung ke tempat lokasi tambang. Keisya sudah tidak sabar melihatnya langsung.
Disisi lain Carlos menunggu Keisya di koridor hotel.
Senyumnya kembali mengembang melihat kehadiran Keisya dengan celana pants dan juga kemeja. Ia begitu cantik natural. Bahkan Carlos tak berhenti menatapnya.
" Maaf membuatmu menunggu!" Ucap Keisya lalu bergegas keluar hotel dengan berjalan beriringan bersama Carlos.
***
LOKASI TAMBANG
" Wah..Sepertinya benar ucapanmu!" Ucap Keisya ketika dirinya sudah sampai di lokasi tambang. Matanya berbinar-binar melihat area tambang dan juga aktivitas para pekerja.
" Pakai helmmu! Hati-hati disini berisiko terjadi runtuhan!" Ucap Carlos memasangkan helm di kepala Keisya sambil mengencangkan tali helm.
" Terima kasih!" Ucap Keisya.
" Bagaimana caramu bisa menemukan lokasi ini! Bahkan aku yang sudah lama hidup disini sangat sulit menemukan tambang sebesar ini!" Lanjut Keisya.
" Apa kau percaya bagaimana aku menemukan lokasi ini? Lokasi ini aku temukan saat aku berusaha mencarimu ke semua pelosok dunia. Bahkan kau tega membiarkanku mencarimu selama lima tahun!" Jelas Carlos sambil memandang lahan tambang.
Benarkah? Kenapa? Apa aku berharga untukmu?
" Kenapa kau mencariku? Apa aku mempunyai hutang kepadamu? Atau aku meninggalkan kesalahan yang tak termaafkan?" Jelas Keisya menatap Carlos.
" Ia hutang perasaan. Dan itu tentu tak termaafkan.."
__ADS_1
Belum selesai kalimat yang Carlos ucapkan tiba-tiba saat mereka berada di bawah tebing lahan tambang. Runtuhan tebing terjatuh tepat di atas kepala mereka. Carlos yang melihatnya langsung melindungi Keisya dengan mengurung Keisya dengan tubuhnya sehingga runtuhan tanah tersebut mengenai punggung Carlos.
" CARLOSSS!!!" Teriak Keisya saat Carlos terkulai lemas.
" Carlos, kau tidak apa-apa?" Ucap Keisya namun Carlos sudah tidak sadarkan diri.
" Tolong...tolong...tolong..." Keisya berteriak meminta tolong. Semua para pekerja berkumpul dan menolong Carlos. Para bodyguard Carlos yang mendengar teriakan tersebut juga ikut bergegas menolong Carlos.
" Tuan..Tuan?" Ucap Bodyguard Carlos sambil mengangkat tubuh Carlos menuju mobil.
" Tuan kau sudah sadar?" Ucap bodyguard Carlos setelah Carlos di baringkan di kursi mobil.
" jangan bawa aku kerumah sakit! Dan kau jangan bilang jika aku sudah sadar dengan wanita yang bersamaku!" Ucap Carlos.
" Tunggu apa lagi. Ayo kita bergegas ke rumah sakit!" Ucap Keisya yang baru sampai dan ikut duduk di sebelah Carlos dan menyandarkan kepala Carlos di pundaknya.
" Tidak bisa nona. Kita bawa tuan ke penginapan saja." Ucap Bodyguard Carlos.
" Sebenarnya tuan trauma dengan bau rumah sakit! Pasti kita akan di pecat jika tuan sadar jika dirinya berada di rumah sakit. Biarkan tuan di rawat di hotel. Kami akan memanggil dokter!" Jelas Bodyguard Carlos berbohong.
" Apa??? Jika terjadi sesuatu kepadanya bagaimana?" Ucap Keisya begitu panik.
" Tenang nona. Kami akan memanggil dokter spesialis!" Ucap Bodyguard Carlos. Carlos pun tersenyum ketika Keisya percaya dan sedang tidak melihatnya melainkan berdebat dengan bodyguard Carlos yang sedang mengemudi.
" Carlos..Sadarlah! Maafkan aku! Pasti karena aku yang merengek meminta kesana! Aku tidak tau jika tambang tersebut cukup berbahaya seperti yang kau bilang!" Ucap Keisya memegang pipi Carlos yang bersandar di bahu Keisya.
Ah pundakmu tempat ternyaman bagiku.
Carlospun memeluk pinggang Keisya. Carlos mempunyai kesempatan untuk memeluknya. Namun Keisya yang sedang panik tidak perasan jika Carlos sedang memeluknya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, kedua bodyguard Carlos langsung membawa Carlos ke kamar hotelnya. Begitu pun dengan Keisya yang mengikutinya.
" Nona, akan aku panggilkan dokter terlebih dahulu. Tolong jaga tuan kami!" Ucap Bodyguard Carlos keluar kamar.
" Baiklah!" Ucap Keisya.
" Ya ampun. Maafkan aku Carl..Sadarlah! Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya? Ah..bagaimana ini? Kenapa mereka malah membawa ke hotel, apa yang bisa aku lakukan! Aku bukan dokter yang bisa menyembuhkannya. Aku hanya bisa berdoa untuk keselamatannya!" Ucap Keisya begitu cemas.
Kau harus bertanggung jawab, jika tidak begini pasti kau terus menjauh dariku. Kau yang menyembuhkanku. Kau sebenarnya obatku!
Sudah satu jam Keisya menunggu kedatangan seorang dokter untuk memeriksanya. Karena terlalu lama menunggu, Keisya mencari keberadaan ponselnya untuk menghubungi para bodyguard Carlos.
" Ah, ponselku? Kemana ponselku? apa ponselku ketinggalan di mobil Carlos?" Ucap Keisya mengetuk kepalanya sendiri.
Akhirnya Keisya mencari keberadaan ponsel Carlos. Ia mulai meraba-raba jas formal Carlos yang dikenakannya. Keisya mendapatkannya dan memencet layar ponsel Carlos. Keisya terkejut melihat walpaper ponsel Carlos adalah foto dirinya.
" Kenapa fotoku di jadikan walpaper ponselnya? Ah, bagaimana dia sempat menangkap foto diriku? Ponselnya di kunci!" Ucap Keisya. Keisya mulai berfikir jika kunci Carlos adalah salah satu sidik jari Carlos. Akhirnya Keisya meletak jempol Carlos di ponselnya. Dan kemudian setelah mencoba beberapa jari Carlos. Kunci ponselnya adalah jari manis Carlos.
" Aha, akhirnya!" Ucap Keisya bahagia ketika ia berhasil membuka ponsel Carlos.
Keisya pun membuka kontak Carlos dan menghubungi bodyguardnya.
" Uh, kenapa gak di angkat sih! Dimana kalian?" Gumam Keisya.
Keisya pun bukan hanya sekedar menghubungi bodyguard Carlos. Keisya juga begitu penasaran dengan isi ponsel Carlos dan membuka Galeri ponsel Carlos. Ia kembali terkejut ketika terdapat banyak foto dirinya. Dari dirinya ketika menjadi cupu yaitu lima tahun yang lalu. Ternyata Carlos selalu menangkap momen dirinya dan menyimpannya selama itu.Bahkan Keisya masih terkejut ketika salah satu foto dirinya di beri animasi love dan teks yang bertuliskan I love you.
Kau benar-benar menaruh perasaan terhadapku! Apa kau benar-benar mencariku selama ini? Tapi bagaimana dengan ulat bulu? satu pun kau tidak menyimpan fotonya? Lalu siapa pilihanmu? tapi, tidak..tidak! Aku harus menanyakan semuanya setelah dia sadar!
Keisya tak perasan jika dirinya tersenyum melihat fotonya dulu. Ternyata banyak perubahan kepada dirinya. Jika Keisya masih mengingat saat remaja. Bagaimana dirinya sangat begitu manja kepada Hanna dan juga Gardapati.
__ADS_1
Keisya pun menatap Carlos. Mengusap pipi Carlos dengan punggung tangannya.
" Terima kasih kau telah menyelamatkanku! Entah bagaimana jika tidak ada kamu di sampingku saat ini. Serigala jantan, kau sebenarnya begitu tampan. Tidak..bagaimana jika sampai dia mendengarnya? Ah lucu sekali aku. Dia masih tidak sadarkan diri. Ya ampun, dimana bodyguardmu. Apa dia tidak memikirkanmu? Aku harus mencari dokter sendiri. Tapi, aku tidak mungkin meninggalkanmu sendiri. " Ucap Keisya.