
"makasih ya mbak"ucap naila sebelum beranjak dari toko baju yang di masukinya lalu berjalan mencari barang apa saja yang menarik minatnya
"kak nai, kau sangat boros"sindir kiara yang sedari tadi masih setia membuntuti naila kemanapun ia pergi tanpa berminat membeli apapun
naila mendengus"namanya juga belanja raa.."sahutnya malas lalu masuk ke dalam toko sepatu
kiara berhenti didepan toko sepatu tak berminat untuk ikut masuk kedalam, ia hanya berdiam memperhatikan lalu lalang dan sesekali ia tersenyum membalas sapaan sapaan orang orang yang mengenalnya
karena merasa bosan menunggu naila yang tak kunjung keluar kiara berniat memainkan ponselnya tapi segera ia urungkan saat netranya menemukan lelaki yang sangat sangat di sukainya
lelaki itu tampak berjalan santai menuju salah satu toko pakaian di mall yang mereka singgahi awalnya kiara hanya memperhatikannya dengan tampang yang berbinar binar sampai netranya menagkap sosok wanita yang begitu cantik berjalan mendekat pada lelaki itu
"*kau lama sekali..."
"jalanan macet"
"kalau gitu traktir aku makan ya*..."
samar samar kiara mendengar percakapan mereka dan juga jangan lupakan tangan wanita itu yang bergelayut manja di tangan lelaki yang di sukai nya
kiara menggertakkan giginya saat ia melihat wanita itu dengan seenak jidatnya saja mencium pipi lelaki kesukaannya itu
"yok"tiba tiba naila muncul di sebelah kiara menjakanya kembali berjalan tapi tak ada tanggapan dari si empunya
naila melambaikan tangannya di depan wajah kiara"raa... hey! ayo"ujarnya gemas karena kiara sempat sempatnya melamun di tengah keramian seperti ini
kiara tak bergeming pandangannya masih saj fokus kedepan mentap tajam kedua manusia yang asik bermesraan di tempat umum seperti ini bahkan mereka tak memperdulikan orang orang yang menatap mereka dengan berbagai macam tatapan
naila mengarahkan tatapannya pada apa yang sedari tadi di tatap kiara setelah ia menwmukan titiknya tawa naila seketika pecah
"hahaha... kasian..."naila tertawa semakin keras saat melihat raut wajah kesal kiara
naila mengusap ujung matanya yang mengeluarkan air mata bahagia, bahagia di atas penderitaan kiara
__ADS_1
"ra.. aku kemaren mendapat kabar bahwa itu si leo leo itu akan menikah dua minggu lagi"ucapnya serius setelah meredakan tawanya
kiara mengubah raut wajahnya yang tadi kesal menjadi serius juga"kaka tau dari mana?"
naila membenarkan belanjaannya yang sepat berserakan saat ia tertawa tadi setelah selesai ia kembali menatap kiara"kau tau kan keluarga mereka gimana?"tanya naila memastikan
kiara mengangguk ragu
"mungkin yang kau lihat tadi itu orang yang mau di jodohkan dengannya"sambungnya lagi santai seperti tak ada beban tak memikirkan perasaan kiara saat ini yang ingin menghanyutkan dirinya ke sungai saja saatengetahui pujaan hatinya akan menikah dua minggu lagi
"tapi apakah itu benar?bukankah itu terlalu cepat?"tanya kiara mencoba untuk mengelak
naila tertawa pelan"apa yang kau katakan?terlalu cepat?justru itu sudah kelamaan seharusnya ia menikah ketika tamat sma sama seperti sepupu sepupunya"sahut naila keheranan
kiara bungkam tak tahu harus berbica seperti apa lagi
"cari lah orang lain, orang yang lebih baik dari dirinya, karena aku yak mau kau menjadi penghancur rumah tangga orang lain nantinya"saran naila yang lagi lagi di balas dengusan kiara
kiara menatap kesal naila"kakak pikir mudah untuk melupakan seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita semudah membalikkan telapak tangan?"
kiara hanya pasrah saja saat tangan nya di tarik menjauh dari tempatnya berdiri"awas aja ya kalau kakak jatuh cinta nanti lebih parah dari aku! pokok nya kakak harus traktir aku belanja di mall sepuas nya"peringat kiara kepada naila yang sedari tadi memasang wajah malas nya
naila menoleh"oke. siapa takut"ucapnya mantap
kiara diam tak menyahut lagi tapi dalam hati ia menyumpahi naila akan jatuh cinta dan menjadi bucin sebucin bucin nya
°
°
°
°
__ADS_1
setelah pulang dari mall kiara berniat mandi untuk menyegarkan badan nya yang terasa lengket
ia berjalan ke arah lemari pakaian nya yang sangat sangat besar di dalam kamar yang tak kala besar juga lalu ia mengambil beberapa set pakaian milik nya berjalan masuk ke kamar mandi
setelah selesai ia melangkah menuju meja rias nya duduk di depan cermin memperhatikan setiap lekuk wajah nya lalu tangan nya bergerak mengeringkan rambut nya tapi tiba tiba pergerakann nya terhenti ketika mengingat sesuatu
"ah! tadikan lupa belum ke periksa"gumamnya dengan segera melangkah pasti ke arah roftoop rumah nya
kiara berhenti lagi di depan pintu bercat coklat tersebut dengan ragu ragu ia membuka pintu nya perlahan lahan
"astaga! berantakan sekali"lirih nya menyeret kaki nya masuk menelusuri gudang kecil itu
kiara terus saja mengobrak abrik gudang kecil itu, seperti membuka kotak kotak yang menurut nya aneh lalu membuka kardus kardus besar dan juga ember ember tak terpakai di gudang tersebut
sampai mata nya menagkap satu titik yang sangat menarik perhatian nya
kokat kecil yang terhimpit beberapa kardus besar, kotak itu sangat unik dengan warna biru tua dengan hiasan bintang di setiap sisi nya dan jangan lupakan pita yang terikat di atas nya, ya. walaupun susunan pita nya sudah tampak lusuh
dengan cepat kiara mengambil kotak itu membuka nya dengan harap harap cemas
"aduh, jatung diam dulu"ucap nya dedegan
kiara mulai membuka pita yang membungkus kotak tersebut dan membuka penutup kotak tersebut
wajah kiara yang sedari tadi tegang berubah menjadi lemas sekaligus kesal
"apa apaan ini! cuma kertas saja isi nya?!"kesal nya menatap tak percaya satu lembar kertas tersebut dan membalikkan nya seketika mata nya membulat
"jika suatu hari nanti ada orang yang menjemput mu, ikutlah dengan nya jangan ragu. dia lah orang yang akan menjawab segala pertanyaan mu yang selama ini belum terjawab, dan jika orang itu menyuruh mu sesuatu maka turuti saja jangan memberontak kau bisa percaya pada orang itu"gumam kiara membaca tulisan itu dengan seksama
"apa maksud nya? seseorang? akan datang suatu hari nanti?"lirih kiara bertanya tanya
kiara memasukkan kembali kertas tersebut kedalam kotak nya dan membawa nya ke kamar meletakkan nya di laci nakas lalu menutup laci tersebut
__ADS_1
dengan cepat ia menghempaskan tubuh nya ke atas kasur menarik selimut nya sampai ke atas dada mencoba terlelap dengan memaksakan untuk memejamkan kedua matanya tak lama kemudian ia terlelap dan lagi lagi ia melupakan makan malam nya