
Keisya sudah sampai di kantin kantornya. Lalu Keisya duduk dan Mawar membaca menu makanan. Keisya melihat sekitarnya. Cukup banyak karyawan di kantor cabangnya tersebut. Lalu Keisya beralih melihat pria yang merupakan direktur tersebut sedang makan bersama Stella.
" Nir, kau mau pesan apa?" Ucap Mawar menawarkan.
" Monjayaki!" Ucap Keisya masih melihat kedua sosok manusia tersebut yaitu direktur dan juga sekretarisnya.
" Apa? Nama makanan jenis apa itu?" Ucap Mawar begitu heran dengan jenis makanan yang Keisya baru sebutkan. Jenis makanan yang Keisya sukai di Tokyo.
" Ha,..o..E maaf, ada menu apa saja disini?" Ucap Keisya mulai fokus dengan Mawar.
" Nasi pecel aja!" Ucap Keisya. Dirinya lupa jika berada di kampung halaman yaitu Indonesia.
Setelah itu Mawar memesan makanan.
" Mawar, bukankah itu direktur kita? Kenapa dia begitu dekat dengan Nona Stella?" Tanya Keisya penasaran. Layaknya sepasang kekasih mereka berada di meja yang sama lalu tertawa bersama.
" Ia Nir. Apakah yang kau pikirkan sama denganku? Ia sepertinya mereka memiliki hubungan lebih dari direktur dan sekretaris. Jika di pikir pakai logika, bagaimana bisa Nona Stella bisa berbuat sesuka hati dengan karyawan lain. Nona Stella slalu mendapatkan pembelaan dari tuan Gunawan jika karyawan lain mengadu tentang semena-menanya Nona Stella." Bisik Mawar.
" Benar, sepertinya mereka memiliki hubungan lebih!" Ucap Keisya masih mengamati Gunawan dan juga Stella.
" Sebaiknya kamu tidak perlu kepoin hubungan mereka, jika tidak. Posisi kamu akan berbahaya!" Jelas Mawar.
Keisya hanya tersenyum mendengar ucapan Mawar. Lalu mulai makan nasi pecel di depannya.
__ADS_1
" Emps..Lezat sekali!" Ucap Keisya saat sesuap nasi pecel ia kunyah dengan nikmat.
" Haha, kamu seperti gak pernah makan nasi pecel aja Nir. Nanti, aku akan mengajakmu ke tempat nasi pecel langgananku. Baru kau tidak akan berhenti memuji rasanya!"Jelas mawar tertawa melihat Keisya. Tentu setelah lima tahun dirinya tidak bisa merasakan kenikmatan makanan Indonesia. Memang Keisya tidak menyangkal jika masakan Indonesia terlalu lezat.
Tiba-tiba suara ponselnya berdering di saku colutte pantsnya. Keisya langsung bergegas menjauh dari Mawar dan kerumunan karyawan lainnya.
" Sebentar Mawar!" Ucap Keisya beranjak dari tempat duduknya.
" Hallo Carl?" Ucap Keisya menerima panggilan dari Carlos.
" Oh sayang, aku sangat merindukanmu. Aku ingin memelukmu sangat erat hari ini!" Ucap Carlos di balik ponsel.
Uh, Lebay banget sih! Tapi, rasanya sangat sepi tanpa dirimu disini Carl.
" Apa? Dia tidak sehangat tubuhmu! Dan, apakah kau tidak merindukanku?" Ucap Carlos .
Tentu, aku juga ingin memelukmu!
" E, rindu gak ya?" Ucap Keisya tersenyum meledek Carlos.
" Apa? Kok malah balik tanya sih! Kau pasti merindukanku juga! Apalagi di sana tidak mungkin ada yang bisa menyaingi ketampananku juga kan!" Ucap Carlos dengan begitu percaya dirinya.
" Ada? Kau masih kalah ganteng dengan Lee min ho!" Ucap Keisya menyebut nama aktor favoritnya.
__ADS_1
" Ah, baiklah tapi aku yang berhasil menetap di hatimu bukan!" Ucap Carlos.
" Emps..baiklah Carl, kita teruskan komunikasi kita nanti malam. Jam istirahat tidak terlalu banyak!" Ucap Keisya melihat jam sudah tidak cukup lagi untuk berbincang lebih banyak lagi dengan kekasihnya Carlos.
" Baiklah sayang, aku mencintaimu. Jaga kesehatanmu! Jangan lupa makan!" Ucap Carlos.
" Aku juga mencintaimu. Kau juga jangan lupa makan!" Ucap Keisya menutup panggilannya. Lalu saat dirinya memutar tubuhnya, dan masih fokus dengan ponselnya tak terasa dia terbentur dengan seseorang yang merupakan Gunawan. Gunawan pun dengan cepat menangkap tubuh Keisya yang hampir terjatuh. Akhirnya mereka sama-sama saling menatap. Keisya yang merasa risih langsung bergegas berdiri dari pelukan gunawan yang menangkap tubuhnya.
" E..ma..af!" Ucap Keisya gelagapan. Hampir saja ia terjatuh dan terkejut.
" E, tidak apa-apa! Apakah kau karyawan baru disini. Aku sudah melihatmu kedua kalinya ini!" Ucap Gunawan.
" Benar!" Ucap Keisya singkat.
" Aku adalah Gu..." Gunawan berniat ingin mengenal Keisya. Namun saat itu Stella datang dan memeluk lengan Gunawan. Keisya menatap sikap Stella.
" Tuan, aku sudah kenyang. Kita kembali keruangan anda!" Ucap Stella bergelayutan. Sedangkan Keisya bergidik melihat betapa menjijikkan sikap Stella terhadap Gunawan.
Aku rasa mereka memang memiliki hubungan lebih. Semoga saja mereka tidak melakukan hal mesum di kantorku!
Keisya pun kembali menuju Mawar yang sudah selesai menghabiskan makanannya.
" Dari siapa Nir? Apakah Kekasihmu?" Tanya Mawar yang seolah mengerti.
__ADS_1
" Benar!" Ucap Keisya tidak mengelak jika panggilan tersebut dari Carlos kekasihnya.