
Jam istirahat telah tiba. Kesya mengambil kotak makanan dalam tasnya. Jika yang lain memilih makan di kantin, tidak untuk Kesya. Hanna sangat menjaga kesehatan sang putri. Walaupun berada di sekolah elit dengan kantin mewah dan kebersihannya terjaga, Hanna tetap memilih membawakan sang putri sebekal makanan yang tentu kebersihan dan kelezatannya terjamin.
Kesya berjalan menuju kantin. Lalu menatap kantin yang begitu ramai. Mencari kursi kosong untuk menikmati bekalnya. Namun langkahnya terhenti ketika Kesya melihat murid sedang ngebully murid wanita yang culun.
Wanita cantik itu terlihat senang ketika sengaja menumpahkan makanan kepada wanita culun yang berada di depannya. Wanita culun tersebut begitu gemetar dan memilih menunduk ketika semua makananya jatuh di seragam sekolahnya. Bahkan juice orange miliknya ia siramkan di atas kepalanya. Membuat Kesya sangat kesal dengan pemandangan tidak pantas tersebut.
Dengan berani Kesya melangkah mendekati wanita culun yang sedang teraniaya itu.
" Berhenti, apa yang kalian lakukan. Apakah kalian tidak mempunyai pekerjaan lain?" Ucap Kesya dengan lantang sehingga membuat semua yang menonton beralih menatap dirinya.
" Wah, ada mainan baru Geis.." Ucap perempuan lain yang sepertinya teman wanita yang menumpahkan minuman ke wanita culun.
" Hahaha, benar. Apa kau ingin menyerahkan diri?" Ucap wanita cantik yang lebih mencolok dari yang lainnya.
Wanita ini begitu sombong. Lihatlah, untuk ke sekolah saja dia memakai make up terlalu tebal. Apa dia ingin belajar? Rok pendek, seragam ketat.
__ADS_1
" Hy..Kenapa kau menatapku seperti itu? apa kau marah karena temanmu ini aku bully?" Ucap Wanita cantik itu.
" Benar, aku akan melaporkan kalian ke guru." Ucap Kesya tanpa rasa takut.
" Laporkan saja jika kau berani. Siapa yang berani denganku?" Ucap wanita cantik itu.
" Hahaha...benar!Geis..lihatlah tompelnya sudah seperti kotoran hewan yang menempel...Hahaha." Ucap teman lainnya yang merupakan segerombolan wanita cantik yang bernama Geisha tersebut.
" Akh..." Keisya berteriak ketika juice yang sama Geisha siramkan ke atas kepalanya. Hingga rambut dan seragamnya menjadi basah.
" Hahaha apa? apa aku tidak salah mendengarnya?" Ucap Geisha tertawa keras dan memastikan kembali ucapan Keisya.
Karena tidak ingin memperkeruh keadaan. Keisya menarik tangan gadis culun yang bernama Meimei tersebut. Bisa-bisa dia akan melewatkan jam makan siangnya.
" Hei, kau mau kabur kemana?" Ucap Geisha bersama teman wanita yang lainnya menghadang Keisya.
__ADS_1
" Dasar wanita sombong. Apa kau hanya mampu membeli barang kw. Lihatlah aku yakin jam tanganmu itu hanya tiruan!" Ucap Keisya melihat jam tangan yang di pakai oleh Geisha. Tentu Keisya mengenal barang bermerk asli atau tidak. Karena Keisya memiliki itu semua. Dengan sekedar menatap saja, Keisya langsung mengenali barang tersebut asli atau hanya tiruan saja.
" Apa? Apa kau bilang! Kau tidak akan mampu membeli jam tanganku." Ucap Geisha langsung menatap mendelik ke arah Keisya.
" Lepaskan kita jika tidak ingin membuat dirimu malu karena kau hanya memakai barang tiruan." Bisik Keisya yang membuat Geisha menatap dengan mata berkilat.
What, kenapa dia tau! Bahkan ini merupakan barang yang sulit dibedakan walaupun tiruan! Siapa dia?
" Lepaskan dia guys. Nanti waktu makan kita akan habis karenanya. Nanti kita akan melanjutkan permainan kita." Jelas Geisha.
" Yah, aku masih kurang puas Geis.." Ucap teman wanita yang lainnya.
" Aku sudah lapar." Ucap Geisha beralasan. Padahal ia sangat takut jika dirinya memakai jam tiruan. Jadi Geisha memilih aman saja. Yaitu melepaskan Keisya untuk saat ini. Namun rasa penasarannya akan Keisya tetap menyerubungi hatinya. Ia menatap Keisya yang sedikit demi sedikit menghilang dari pandangannya.
" Geis..katanya lapar." Ucap salah satu teman wanitanya.
__ADS_1
" Ah, ya..aku lapar sekali." Ucap Geisya mulai melahap makanannya. Namun pemikirannya tetap tertuju kepada Keisya yang mengetahui tentang jam tangannya.