Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Kebahagian


__ADS_3

Setelah persidangan selesai. Gardapati langsung menemui Elapati yang berada di sebelah paman Ande.


"Terima kasih, kau telah membantuku. Tanpamu, mungkin aku tidak bisa melihat putriku lagi." Ucap Gardapati berterima kasih banyak dengan kedatangan Elapati dengan begitu sungkan. Sudah lama ia tidak berbicara dengannya.


"Apakah kau masih ingin menjadi cucu durhaka? panggil saya nenek! Aku telah memberi harta warisanku kepadamu. Aku yakin dia pasti akan menjadi penerus Pati yang hebat. Kau tau putrimu ini sangat berani! Adi kau tidak keberatan kan dengan keputusan nenek?" Jelas Elapati. Awalnya Gardapati menganggap harta warisan tersebut bersifat sementara hanya untuk memenangkan sengketa hak asuh Lala. Nyatanya ia tidak menyangka dengan apa yang baru saja di dengarnya bahwasanya harta tersebut benar-benar terjatuh di tangannya. Sekarang ia mendapat tiga keuntungan sekaligus, pertama hak asuh Lala, kedua harta warisan, dan terakhir Elapati yang akhirnya menganggapnya cucu.


" Tentu tidak nenek, Aku sangat bahagia dengan keputusan nenek. Aku mencintaimu nenek." Ucap Adipati tersenyum lalu memeluk sang nenek, ia benar- benar tidak menyangka jika neneknya bisa merubah hatinya yang keras.


" Terima kasih nenek, Kau memberiku kesempatan untuk merasakan menjadi seorang ibu." Jelas Hanna tersenyum yang juga ikut berterima kasih memeluk Elapati.


" Ia sayang, maafkan aku! Aku tidak tau sebelumnya aku bisa sejahat itu." Ucap Elapati menyesal dengan dirinya yang dulu.

__ADS_1


"Beri aku kesempatan untuk memeluk nenekku." Ucap Lala langsung memanjat dan memeluk sambil mencium Elapati.


"Hati-hati sayang, kaki nenekmu sakit." Ucap Hanna cemas.


" Oh..cucuku sayang." Ucap Elapati terlihat begitu bahagia.


Kenapa putriku bisa sedekat itu dengan nenek? Terima kasih tuhan atas hari ini.


"Jika bukan karena keberanian cucuku ini, pasti aku masih menjadi nenek yang jahat untuk kalian." Ucap Elapati mencium cucunya Lala yang sekarang berada di pangkuannya.


Jika cobaan masalah itu datang bertubi-tubi, sama dengan kebahagian yang datang bukan hanya sekali. Tak sampai disana kebahagian yang ia rasakan. Tiba- tiba Adipati memberi kejutan kebahagian yan lainnya yang membuat mereka tidak menyangka-nyangka.

__ADS_1


"Eits..Kejutan, aku dan Bella akan melangsungkan pernikahan. Hampir saja, kita mengundurkan pernikahan kita karena masalah hak asuh Lala. Tapi aku tidak jadi menundanya lagi." Ucap Adipati menyerahkan undangan pernikahan yang membuat Gardapati dan Hanna terkejut. Sedangkan Elapati juga ikut merasa heran dan begitu terkejut dengan keputusan Adipati yang secara tiba-tiba.


" Adi? kenapa kau juga baru memberitahu nenek. Kau kira nenek tidak akan mensetujui hubungan kalian." Ucap Elapati.


"Maafkan Adi nenek, perkenalkan ini Bella calon istri Adi. Dia sahabat Hanna dan telah dianggap anak oleh ibu Khatijah. Ia kan bu?" Ucap Adipati tersenyum dengan wajah tanpa bersalah karena berhasil membohongi neneknya selama ini.


"Salam nenek!" Ucap Bella yang terlihat begitu malu dengan pipi merah merona. Langsung memeluk mencium punggung tangan Elapati.


"Tidak terlalu buruk, dia cantik dan sopan, bagaimana kau tidak jatuh cinta dengannya Adi!" Ucap Elapati.


Hari ini adalah hari kebahagian mereka. Mereka pada akhirnya bisa berkumpul kembali. Dan hubungan mereka membaik. Mereka saling tertawa melihat keakraban yang terjadi. Menjadi keluarga yang begitu hangat yang sejak dulu di mimpi-mimpikan. Menjadi keluarga yang sempurna.

__ADS_1


Disisi lain tentu Anisa sangat geram dengan kedatangan Elapati. Ia begitu murka dengan anak kandungnya yang tidak bisa ia miliki.


"Aku yang susah payah melahirkannya, kenapa mereka mengambilnya. Aku tidak akan diam, suatu hari nanti aku akan merebutnya dari tanganmu Gardapati." Teriak Anisa membanting tas mahalnya di kamarnya.


__ADS_2