Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Bertemu.


__ADS_3

Bagaikan dewi yunani Keisya memakai sheath dress berwana putih, berjalan elegan melangkah menuju meja dimana Carlos sudah duduk diam dengan rapi.


Bahkan saat Carlos duduk diam sangat lama seperti orang yang sedang putus asa meunggu kedatangan Keisya. Kini wajahnya mendadak berubah melihat kedatangan Keisya.


Entah perasaan apa yang di rasakan Carlos saat ini? Seperti saat dirinya pertama bertemu dengan Keisya. Rasanya jantungnya kian berdetak lebih cepat dari pada biasanya.


Lalu Carlos dengan sigap berdiri dan menarik kursi menyilahkan Keisya duduk.


" Selamat datang, Aku kira kau tidak akan datang. Sudah satu jam aku nunggu di sini!" Ucap Carlos lalu beralih duduk di kursinya sendiri. Sekarang mereka saling berhadapan.


" Terpaksa!" Ucap Keisya pelan dengan tatapan jenuh.


" Apa kau bilang?" Ucap Carlos yang mendengar samar-samar ucapan Keisya.


" Maaf! Aku tidak pernah mengingkari janji!" Lanjut Keisya jutek.


" Baiklah, kau mau pesan apa?" Ucap Carlos langsung memanggil pelayan dan memberi buku menu ke Keisya.


" Aku pesan Grilled chicken dan pisco sour." Ucap Keisya. Carlos pun memesan makanan yang sama dengan Keisya.


" Ternyata selera kita sama!" Ucap Carlos tersenyum.


" Baju yang kau kenakan sangat cocok, ternyata kau menyiapkan diri sehingga membuatku menunggu lama." Lanjut Carlos.


Kau sangat cantik, tapi sayang dia gadis dingin. Dan itu membuatku sungguh penasaran denganmu!


" Apa? Tidak! Jika aku tidak berniat bertemu denganmu. Aku akan memakai baju yang sama!" Jelas Keisya, merasa geli mendengar perkataan Carlos yang sungguh percaya diri.


Apa? Menyiapkan diri? Bahkan aku sudah bosan melihat wajahmu setiap hari. Aku heran, Meimei kepentok dimana otaknya bisa suka dengan pria di depanku ini.


" Benarkah? Berarti bakalan banyak laki-laki yang akan menyukaimu malam ini. Sama sepertiku! E maksudku menyukai gaunmu!" Ucap Carlos melencengkan kalimatnya.


" Ya..ya benar! Aku sudah lapar mendengar ocehanmu!" Ucap Keisya.

__ADS_1


" Baiklah..Kita mulai makan." Ucap Carlos memulai melahap makanannya.


***


Mereka melewati makan malam bersama dengan baik. Bahkan Keisya sebenarnya tidak ingin terlalu akrab dengan Carlos teman sekolahnya tersebut. Namun dengan seiringnya waktu Keisya tidak bisa mengelak jika Carlos cukup menarik jika di ajak berbincang, patut jika semua gadis menyukai Carlos.


Setelah makan malam selesai, Keisya beranjak pergi dari hadapan Carlos.


" Kamu serius gak mau di anter sama aku?" Ucap Carlos menawarkan tumpangan kepada Keisya.


" Tidak, aku di jemput supirku!" Ucap Keisya.


Beberapa menit kemudian Carlos tentu tidak akan meninggalkan Keisya seorang diri menunggu jemputannya datang. Dari kejauhan Carlos memperhatikan Keisya yang sudah 20 menit berdiri di depan resto.Carlos pun akhirnya menghampiri Keisya.


" Jemputanmu masih belum datang?" Tanya Carlos.


" E..kau belum pulang?" Ucap Keisya terkejut dengan kedatangan Carlos lalu sibuk dengan ponselnya. Beberapa kali Keisya menghubungi Roby namun tidak ada jawaban darinya. Keisya sebenarnya bisa saja menghubungi supir lainnya. Namun Keisya tau jika dirinya menghubungi kawalan ayahnya, pasti Keisya akan merasa layaknya seorang tahanan. Karena bukan hanya satu atau dua orang yang akan datang.


" Tidak perlu khawatir Carl. Aku sudah dewasa. Aku sudah bisa menjaga diri sendiri." Ucap Keisya.


" Jangan terlalu yakin, bagaimana kau bisa menghadapi musuhmu sendiri jika musuhmu lebih kuat. Mungkin Pria berbadan besar dan berotot. Kau bisa apa!" Ucap Carlos sambil memperagakan pria berbadan besar dan berotot.


" Haha, mungkin aku akan sedikit menggodanya. Lalu saat waktu yang tepat. Aku akan benar-benar lari." Ucap Keisya tertawa singkat yang membuat Carlos menatap penuh arti. Bahkan senyuman Keisya membuat hati Carlos langsung meleleh. Tatapan Carlos membuah Keisya terdiam dan salah tingkah.


" Izinkan aku mengantarmu malam ini! Jangan menolak, hanya sesekali apa salahnya!" Ucap Carlos.


Benar juga, dia mengenalku sebagai Hanna bukan Kei. Jika dia tau rumahku apa masalahnya!


" Baiklah, hanya sekali. " Ucap Keisya.


Dengan senang hati Carlos akhirnya berhasil mengantar Keisya. Ia melangkah ke arah tempat parkir untuk mengambil mobilnya. Melajukan ke arah Keisya yang sedang menunggu di depan resto.


Carlos melajukan mobilnya lalu sesekali menatap Keisya. Keisya terlihat kedinginan. Saat di lampu merah, Carlos melepas jaketnya dan menutup dada Keisya yang terbuka.

__ADS_1


" Pakai ini, bisa-bisa kau akan menjadi kaku karena kedinginan." Ucap Carlos meletak jaketnya di dada Keisya.


What? Kau selalu menolongku menggunakan jaketmu. Sudah ada dua jaket milikmu berada di aku. Bagaimana cara aku mengembalikannya! Jika aku saat ini tidak mau memakainya, aku akan kedinginan. Tapi kalau aku tidak kembalikan berarti aku akan bertemu lagi dengan Carlos sebagai Hanna.


" Kenapa kau menatapku seperti itu? Aku tampan ya?" Ucap Carlos.


Tampan dari mana, dari hongkong!


" Tidak, biasa aja." Ucap Keisya dengan wajah kesal dan jutek. Carlos yang menanggapi sikap Keisya hanya tersenyum. Menurut Carlos begitu menarik karena tidak ada yang mampu menolak ketampannanya. Hanya Keisya yang benar- benar menolaknya dan jual mahal terhadapnya.


***


Beberapa menit kemudian Keisya sampai di rumahnya. Tepatnya di luar pintu pagarnya.


" Apa ini rumahmu?" Tanya Carlos melihat rumah Keisya semewah rumahnya.


" Bukan, aku menumpang disini." Ucap Keisya jutek.


" Benarkah? memang rumah sebesar ini tidak pantas untukmu. Kau lebih pantas menumpang memang." Ucap Carlos bercanda. Carlos pun tau jika Keisya memang anak orang kaya. Carlos bisa menilai dari pakaian dari merk terkenal yang di pakai oleh Keisya.


Dan Carlos percaya jika Keisya bukan hanya sekedar menumpang di rumah itu, melainkan memang benar-benar majikannya.


Dasar, kau bilang aku tidak pantas! mungkin kau saja yang tidak pernah melihat rumah sebesar ini!


" Ya sudah. Selamat malam! Semoga kita mempunyai kesempatan bertemu lagi Han." Ucap Carlos menginjak pedal gasnya dan melajukan mobilnya.Begitu pun Keisya yang menekan bell rumahnya.


Ya ampun jaket Carlos! Bagaimana aku akan mengembalikannya.


Keisya baru mengingat jika jaket Carlos masih melekat di tubuhnya dengan kesal ia melangkah menuju pintu rumahnya. Baru kali ini dirinya berjalan dari pintu gerbang ke pintu rumahnya.


Disisi lain Carlos yang sedang mengendarai mobilnya di jalan baru mengingat anting Keisya yang saat pertama kali bertemu berada di dirinya. Carlos lupa mengembalikannya.


" Ya ampun aku lupa mengembalikan antingnya!" Ucap Carlos menepuk keningnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2