
Keisya berjalan ke sekolah seperti biasanya yaitu dengan penampilan cupu. Dengan memegang jaket milik Carlos yang digunakan untuk menutup rok bernoda. Keisya menunggu Carlos sampai selesai latihan basket! Carlos yang menyadari kedatangan Keisya langsung menghentikan latihannya dan menghampiri Keisya. Dari kejauhan Keisya sudah tersenyum manis.
" Terima kasih, jaketmu!" Ucap Keisya mengembalikan jaket Carlos.
" Apa kau sudah mencucinya dengan bersih?" Ucap Carlos mengernyitkan dahi memandang Keisya merasakan silau cahaya matahari.
" Kau tidak perlu khawatir! Jaketmu sudah sangat bersih aku cuci!" Ucap Keisya dengan salah satu ujung bibir di miringkan. Tentu bukan dirinya yang mencuci jaket Carlos melainkan para pelayannya.
" Benarkah? Aku curiga masih ada bekas darahmu!" Ucap Carlos memancing emosi Keisya.
" Lagi pula itu bukan darah, aku di jebak! Dan jika kau tidak percaya aku akan mencucinya lagi." Ucap Keisya merasa kesal dan menarik kembali jaket Carlos yang berada di tangan Carlos.
" Tidak, aku hanya bergurau! Kau tau hanya ada dua gadis jutek dan pemarah yang pernah aku temui. Apa kau tidak tertarik sama sekali denganku?" Tanya Carlos mendekatkan wajahnya memperlihatkan wajah tampannya yang membuat jantung Keisya berdebar. Entah mengapa jantungnya semakin cepat berdetak.
" Ti..dak! Kau terlihat biasa saja sama dengan pria lainnya."Jawab Keisya menjauh.
" Apa? rupanya kau tidak tau kelebihanku! bukan hanya wajah tampanku yang membuat gadis menyukaiku. Tapi aku tidak sebrengsek mereka." Ucap Carlos.
" Aku tidak yakin. Kalian terlihat sama saja bagiku." Ucap Keisya beranjak pergi dari hadapan Carlos.
Sikapmu begitu mirip dengan Hanna!
Di sudut lainnya, diam-diam Meimei memperhatikan Keisya. Lalu di kejutkan dengan kedatangan Geisha dari arah belakang.
__ADS_1
" Kau percaya kan, jika temanmu diam-diam ingin merebut perhatian Carlos. Bahkan dia sudah berhasil menghancurkan hubunganku." Ucap Geisha.
Meimei yang mendengar cukup baik perkataan Geisha, membuat dirinya berapi dan sangat marah.
Kei, aku kira kau adalah sahabat terbaikku. Tapi aku salah. Baiklah jika ini yang kau mau Kei. Aku akan ikut dalam permainanmu.
Keisya yang melihat Meimei yang sudah tidak berada di tempat persembunyiannya. Melainkan duduk di bangku taman dengan wajah tersedihnya.
" Mei, kau kenapa?" Tanya Keisya melihat wajah Meimei di tekuk.
" Ayahku di berhentikan kerja Kei. Sekarang ayah tidak memiliki pekerjaan lagi, aku tidak bisa meneruskan sekolah di sini. Bagaimana bisa aku mampu membayar biaya sekolah disini!" Ucap Meimei yang telah mengetahui jati diri Keisya. Meimei membuktikan sendiri kebenaran tentang Keisya. Dari gaun yang pernah di beri Keisya saat ulang tahun Geisha. Ternyata gaun tersebut asli dan harganya fantastic, terdapat badrol harga di belakang bajunya. Yang untung saja saat di pakai oleh Meimei tertutup dengan rambut panjangnya. Bahkan struk pembelian Make up yang ia temukan di kamarnya. Semuanya asli yang membuat Meimei bertambah yakin jika Keisya adalah orang kaya yang ternyata memiliki niat merebut pujaan hatinya tersebut.
" Apa? Kau bisa terus bersekolah disini Mei. Aku akan membantu ayahmu masuk ke kantor yang lebih besar dengan kedudukan yang lebih tinggi. Aku sudah bilang kan, jangan khawatir aku bisa membantumu." Ucap Keisya begitu tulus.
" Benarkah Kei? tapi bagaimana bisa kau memasukkan ayahku ke kantor ternama?" Ucap Meimei menjebak Keisya agar bingung dengan tawarannya sendiri. Diam-diam Meimei tersenyum sinis.
" E..karena pamanku juga bekerja disana. Yah..aku bisa meminta bantuan kepada paman!" Ucap Keisya beralasan. Tentu sangat mudah memasukkan ayah Meimei di perusahaan ayahnya tersebut. Bahkan warisan Pati akan jatuh di tangannya dan otomatis semua perusahaan ayahnya akan menjadi miliknya.
" Benarkah? Terima kasih Kei..Terima kasih. Aku masih terus bisa bersamamu." Ucap Meimei.
Ya aku akan terus memerasmu!
Keisya membalas pelukan Meimei dengan hangat. Disisi lain Meimei tersenyum dengan maksud terselubung.
__ADS_1
***
Jam pulang telah tiba. Keisya dan Meimei berjalan keluar sekolah. Dan tidak jauh darinya Meimei melihat Carlos. Meimei menarik tangan Keisya untuk melewati tempat dimana Carlos berada. Yaitu Carlos berada di pakiran motor. Ia duduk di atas motor ninjanya.
Tiba-tiba Meimei memekik kesakitan karena Meimei tersandung. Lebih tepatnya di sengaja yang membuat Carlos turun dari atas motornya dan menolong Meimei. Begitu pun Keisya yang begitu khawatir.
" Ah, kakiku.." Ucap Meimei kesakitan.
" Meimei..kau tidak apa-apa?" Ucap Keisya khawatir membantu Meimei. Namun Meimei memejamkan salah satu matanya kepada Keisya yang merupakan isyarat. Hampir saja Keisya juga tertipu dengan Meimei. Ternyata Meimei hanya berpura-pura untuk mendapatkan perhatian Carlos.
" Carl sepertinya kaki Meimei terkilir." Ucap Keisya yang mengerti isyarat Meimei.
" Mei apakah ada yang menjemputmu?" Ucap Carlos.
" Tidak ada. Tak masalah Carl. Aku bisa naek taksi. Kau tidak perlu khawatir." Ucap Meimei berakting.
" Tapi kau berdiri saja tidak bisa. Aku akan mengantarmu!" Ucap Carlos membantu memberdirikan tubuh Meimei.
" Apa kau tidak keberatan?" Ucap Meimei yang telah berhasil mendapatkan perhatian Carlos.
" Tak masalah." Ucap Carlos memapah Meimei menuju motornya.
" Hati-hati Mei. Semoga kau sembuh. Terima kasih Carl." Ucap Keisya juga ikut membantu Meimei yang pura-pura kakinya terkilir.
__ADS_1
Carlos menancap gas menghidupkan motornya. Lalu dengan sengaja Meimei memeluk perut Carlos dengan erat dan sengaja. Keisya yang melihat itu hanya tersenyum menggeleng kepalanya.