Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Maaf


__ADS_3

Keisya berusaha menjalankan aktivitas seperti biasanya. Ia tidak mungkin terpuruk terlalu lama mengingat kejadian di lahan tambang bersama Carlos. Untuk melakukan momen buruk itu, Keisya memilih menyibukkan diri kembali.


Seperti biasanya Keisya telah sampai di kantornya, Nada terkejut dengan kedatangan Keisya yang lebih cepat dan tidak sesuai dengan yang di ucapkan oleh Keisya, jika Keisya akan meninggalkan kantor selama satu pekan. Hanya dalam tiga hari meninggalkan kantor, bosnya telah kembali. Membuat banyak pertanyaan yang ingin di lontarkan oleh Nada.


" Nona, kenapa anda kembali begitu cepat? Apakah kita berhasil mendapatkan kontrak kerja sama dengan tuan Carlos?" Ucap Nada yang mengikuti langkah Keisya menuju ruangan CEO.


" Aku telah membatalkannya! Lahannya tidak bagus dan berbahaya bagi para pekerja. Jadi aku tidak tertarik!" Jelas Keisya. Padahal Keisya masih sangat tertarik dan tergiur. Namun karena memikirkan harga dirinya Keisya memilih membatalkannya.


Setelah tiba di ruangannya. Keisya melihat setangkai bunga segar. Keisya menghampirinya lalu membaca secarik kertas kecil yang bergelantung di tangkai bunga.


Maafkan aku! Beri aku kesempatan untuk menjelaskannya!


Keisya langsung melempar bunga yang ternyata dari Carlos ke tempat sampah.


Bagiku, tidak ada yang namanya kesempatan kedua!


" Dari siapa Nona?" Ucap Nada yang semenjak tadi memperhatikan Keisya.


" Serigala jantan!" Ucap Keisya menggebrak mejanya yang membuat Nada terkejut.


" Baiklah Nona, Saya undur diri. Jika Nona butuh bantuan saya, hubungi saya segera Nona. Dan, nona juga tidak perlu sungkan menceritakan sesuatu yang sedang bergemulat di hati anda." Ucap Nada bergegas keluar ruangan. Sebenarnya ada yang ingin di sampaikan oleh Nada menyangkut Carlos. Namun melihat Keisya yang moodnya sedang tidak baik, Nada tidak berani mengusiknya dan memilih pergi.


***


Jam istirahat kantor sudah tiba, Keisya masih tidak beranjak dari ruangannya. Disisi lain Carlos beranjak dari kantornya menuju ke kantor Keisya. Carlos berusaha untuk mendapatkan maaf dari wanita pujaan hatinya.


Seperti biasanya, kedatangannya selalu mengusik para karyawan wanita yang sangat mengagumi ketampanan Carlos. Carlos hanya menyunggingkan senyumnya yang membuat hati para wanita bertambah meleleh. Setelah menekan lift tertinggi akhirnya, Carlos sudah sampai di depan pintu ruangan Keisya. Sebelumnya ia menanyakan keberadaan Keisya ke bagian resepsionis. Dan karena sebelumnya bagian resepsionis menduga jika Carlos adalah klien penting bosnya, jadi resepsionis meloloskan Carlos untuk bertemu Keisya tanpa janji temu terlebih dahulu.

__ADS_1


Carlos mengetuk pintu ruangan Ceo tempat Keisya bertahta.


Tok...Tok..Tok...


" Silahkan masuk!" Ucap Keisya yang menduga jika yang mengetuk pintu adalah Nada atau karyawan lainnya.


Keisya langsung terlonjak berdiri ketika Carlos masuk dan berada di ambang pintu.


" Kau..!!! Untuk apalagi kau datang kesini?" Ucap Keisya dengan menuding memakai telunjuknya karena begitu terkejut.


" Maafkan aku! Aku tidak bermaksud membohongimu Kei. Aku hanya ingin dekat denganmu. Karena kau begitu sulit di dekati!" Jelas Carlos berusaha meyakinkan Keisya.


" Apa? Aku sudah bilang, jaga sikapmu! Kau tidak pantas bersikap seperti itu dengan wanita lain. Ingat kau sudah memiliki kekasih." Ucap Keisya.


" Apa kekasih? Siapa kekasihku? Aku single!" Ucap Carlos sambil melangkah mendekati Keisya.


" Apa yang kau lakukan! Jaga sikapmu. Ini wilayahku." Ucap Keisya berusaha mendorong untuk terlepas dari eratan Carlos.


" Kei! Apa yang kau bicarakan. Kau sudah salah paham. Kenapa kepalamu begitu keras. Apakah aku seburuk itu menurutmu?" Ucap Carlos menatap Keisya. Carlos berusaha meyakinkan Keisya.


" Benar! Lepaskan aku Carl!" Ucap Keisya masih berusaha terlepas dari eratan Carlos. Dengan cepat Carlos menangkap bibir Keisya dan **********.


Mata Keisya terbelalak dan terdiam membeku dengan bibir Carlos yang sedang meraup bibirnya.


Tiba-tiba Nada tidak sengaja melihat adegan tersebut, ia berniat memberikan beberapa proposal untuk di setujui oleh Keisya. Sedangkan Keisya melihat kedatangan Nada. Seketika Keisya mendorong Carlos dan sekaligus menamparnya.


Prakkkkk...

__ADS_1


Wajah Carlos sampai berpaling dari tempatnya. Nada langsung menutup mulutnya ketika melihat Keisya menampar Carlos.


" Maafkan aku telah menggangumu Nona!" Ucap Nada memilih pergi karena takut.


" Berani-berani kau menciumku Carl!" Ucap Keisya dengan mata menyala karena marah.


Kau telah merenggut ciuman pertamaku!


" Maafkan aku Kei! Aku mencintaimu!" Ucap Carlos akhirnya menyampaikan isi hatinya.


" KELUAR!!!" Ucap Keisya begitu marah karena Carlos berhasil mencuri ciuman pertamanya.


Carlos pun bergegas keluar melihat Keisya tidak dapat diyakinkan dan marah. Hatinya tidak begitu sakit ketika tamparan Keisya melayang. Carlos juga yakin jika ia telah mencuri ciuman pertama Keisya. Karena Carlos merasakan bagaimana bibir Keisya hanya terdiam tanpa membalasnya.


Keisya pun terduduk sambil memegang bibirnya. Lalu ia mengingat kembali ketika Carlos meraup bibirnya.


Aku tidak percaya jika kau mencintaiku! Kau hanya mencoba mempermainkan perasaanku kembali. Apa kau tidak cukup membohongiku? Aku masih belum memaafkanmu. Dan sekarang aku membencimu!


Beberapa jam setelah kejadian tersebut berlalu. Keisya yang telah sampai di Apartementnya dan tertidur di kasurnya. Keisya masih belum mampu melupakan kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, seperti peristiwa tersebut sedang memenuhi pemikirannya. Ucapan Carlos saat menyatakan jika Carlos mencintainya masih terngiang-ngiang di kepalanya. Keisya juga mengingat jika galeri ponsel Carlos di penuhi oleh foto dirinya.


Tidak..Tidak mungkin! Itu hanya trik Carlos. Dia tidak mungkin mencintaiku! Aku harap aku menjadi diriku sendiri. Mengapa jika bertemu dengan Carlos aku seperti bukan aku! Aku terlihat bodoh!


Beberapa kali ponselnya bergetar. Keisya melihat beberapa pesan dari Carlos yang baru saja sampai. Pesan tersebut berisikan kata maaf dari Carlos. Keisya pun memblokir nomer Carlos.


Mulai besok aku tidak akan melihatmu lagi, memikirkanmu lagi!


Keisya pun berusaha memejamkan matanya, berusaha melupakan segala sesuatu yang sedang mengusik pemikirannya.

__ADS_1


__ADS_2