Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Tidak sengaja bertemu


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan jejak ya❤


Happy reading Guys......


Kicauan burung terdengar merdu, menyambut hari yang indah di pagi hari. Cahaya terang yang menyinari bumi yang datang bersamaan dengan udara segar. Pagi yang indah bukan? Tapi tak seindah pagi sang ibu hamil.


Hanna langsung terhenyak ketika merasakan perutnya bergetar dan tidak karuan sehingga ingin mual. Ia langsung bergegas ke wastafel kamarnya. Hanna mengalami morning sicknees.


Gardapati juga ikut terbangun mendengar suara mualan sang istri. Lalu bangun menghampiri Hanna dan membantu sang istri mengeluarkan isi perutnya. Sambil memijat-mijat leher belakangnya.


" Pa, kenapa mualnya gak berhenti-henti ya?" Tanya Hanna merasa lemas karena setiap hari dirinya harus bangun dengan keadaan ingin mual. Dan ini terjadi cukup panjang. Padahal kehamilannya sudah melewati trimester pertama.


" Biasa sayang, kan kamu lagi hamil." Ucap Gardapati sambil membantu Hanna untuk pergi ke ranjang.


" Tapi waktu aku hamil dulu, mual-mualnya gak selama ini pa." Jelas Hanna.


" Sebentar sayang, aku akan ambilkan susu hangat untukmu." Jelas Gardapati. Gardapati sekarang lebih perhatian kepada sang istri. Mengingat jika kehamilan sang istri sangat rentan. Gardapati sangat menjaga Hanna. Untuk itu dia, setiap pagi rela membuatkan Hanna susu hamil dan roti bakar. Dan Gardapati sendirilah yang membuat langsung tanpa meminta bantuan para pelayannya.


Beberapa menit kemudian. Gardapati telah siap menghidangkan roti bakar dan juga susu hangat untuk sang istri di meja kamar tidur.


" Minum dulu sayang, agar perutmu enakan gak mual lagi." Ucap Gardapati menyodorkan susu hangat untuk Hanna. Hanna membalas anggukan dan juga langsung meminumnya.


" Nanti kita akan kontrol kehamilanmu lagi ke dokter." Ucap Gardapati.


Aku juga ingin tau, apa aku bisa jenguk baby kita. Dokter, aku harap kau tidak mengingkari janjimu.


" Kenapa kau tersenyum-senyum pa?" Ucap Hanna merasa heran karena Gardapati tiba- tiba tersenyum-senyum terselubung.


" E..nggak.. gak papa sayang! Papa sudah gak sabar jenguk baby." Jelas Gardapati yang membuat Hanna terheran-heran tidak mengerti.

__ADS_1


" Apa? menjenguk baby?" Ucap Hanna tidak mengerti.


" E...sudahlah ma..Papa mau mandi dulu. Ada klien penting dari luar negara. Sayang, jaga mamamu baik-baik ya. Papa janji akan menjengukmu." Ucap Gardapati mengelus perut Hanna yang mulai membuncit. Hanna juga masih belum mengerti dan memilih menguyah roti buatan suami.


***


Hari ini Keisya memilih menghabiskan hari liburnya dengan berbelanja di mall terbesar. Ada yang harus Ia beli. Dengan ditemani langsung oleh Roby. Keisya lebih senang jika kemana-mana ditemani oleh Roby, karena Roby bisa diajak kompromi dan bercerita. Bahkan sepertinya tidak ada hal yang di sembunyikan oleh Keisya pada Roby. Ada- ada saja keinginan Keisya yang membuat Roby menyetujuinya. Dari pada dengan pengawal-pengawal Gardapati yang lainnya. Seakan Keisya adalah sebuah tawanan yang tidak leluasa untuk bergerak kesana kesini.


Sudah beberapa stand bermerk ia hampiri. Membeli beberapa make up bermerk dan juga baju dari butik terkenal. Roby sudah cukup kewalahan dengan barang- barang nona mudanya.


" Non, sebentar. Tuan sedang memanggil, nona jangan kemana-mana ya." Ucap Roby menerima panggilan dari Gardapati.


" Ok om." Ucap Keisya tersenyum.


Bukannya mendengar perintah Roby, Keisya malah bergegas ke tempat lain seorang diri. Dan tiba-tiba Keisya bertubrukan dengan seseorang.


Brukkkkk...


" Maaf, Apa kamu tidak apa-apa?" Ucapnya menatap Keisya.


Carlos! Kenapa aku bertemu dengannya? Gawat, apakah dia mengenaliku?


Ternyata seseorang yang menabrak Keisya adalah Carlos. Keisya langsung berpaling darinya. Keisya takut jika Carlos teman sekolahnya tersebut mengenalinya. Saat ini Keisya tidak berpenampilan cupu. Ia membiarkan rambut panjangnya itu tergerai, bahkan wajah natural bak boneka itu terlihat begitu bening. Dengan rok selutut dan atasan crop top yang memperlihatkan pusarnya yang sexy. Bak wanita korea dengan sepatu kets.


Bahkan Carlos tidak berhenti menatapnya. Entah keberuntungan apa yang ia dapatkan hari ini bisa berjumpa dengan bidadari secantik Keisya.


Cantik, dia begitu lucu. Apakah dia wanita asal negara ini. Aku rasa wajahnya campuran Asia dan juga cina.


" Oh, tidak apa-apa." Ucap Keisya berbicara dengan berpaling. Keisya begitu takut jika Carlos sampai mengenalinya.

__ADS_1


"Non Kei...." Tiba-tiba Roby berteriak memanggil nama Keisya yang membuat Keisya kaget dan langsung bergegas meninggalkan Carlos.


Siapa nama dia? Kei..Kei??? Ah..kenapa aku tidak berkenalan tadi. Dan apa ini miliknya?


" Hei nona, milikmu ketinggalan?" Teriak Carlos melihat Keisya sudah pergi jauh. Salah satu anting Keisya tertinggal karena benturan tersebut. Membuat anting Keisya terjatuh.


" Om Roby, kenapa om panggil nama Kei sih.." Ucap Keisya begitu kesal. Hampir saja penyamarannya selama ini terbongkar.


Duh, apa dia mendengarnya ya? Bagaimana jika dia tau.


" Loh, emangnya kenapa non. Bukankah saya selalu memanggil nama non dengan Kei?" Ucap Roby begitu heran.


" Tapi om, barusan itu teman sekolah Kei.." Ucap Keisya.


" Oh, terus..." Ucap Roby masih tidak mengerti.


" Ih, om Roby. Jika teman sekolah tau Keisya yang ini, bagaimana?" Ucap Keisya kesal dengan Roby yang tak kunjung mengerti.


" Ah, nona ada-ada saja sih. Wajah-wajah cantik di permarks seperti hantu. Bagaimana nona mempunyai teman!" Ungkap Roby.


" Aku juga ingin om, di kenal dengan bakatku sendiri tanpa nama papa." Jelas Keisya.


" Baiklah non, maafkan om Roby. Om Roby pastikan dia gak bakalan kenal dengan non yang sekarang. Ketika non menyamar itu sangat berbeda." Jelas Roby.


" Benarkah om?" Ucap Keisya langsung merasa lega.


" Benar non." Ucap Roby.


" Baiklah, sekarang kita akan pergi kemana non?" Tanya Roby. Mereka sudah berada di perjalanan.

__ADS_1


" Ikuti maps ini om! Kei..akan ke rumah sahabat Kei." Jelas Keisya.


__ADS_2