
" Om, hari ini biar Keisya bawa sendiri ya mobil papa." Ucap Keisya saat dirinya ingin mencoba mengemudi sendiri mobil milik Gardapati yang biasa di kemudikan oleh Roby.
" Apa? Non, jangan.. bahaya non. Apalagi mobil tuan yang ini kenceng banget." Ucap Roby cemas terjadi sesuatu dengan majikan mudanya.
" Please om. Kan Keisya udah gede. Gimana bisa mahir nyetir mobil jika di larang-larang terus." Ucap Keisya memanyunkan bibirnya pura-pura sebal.
" Aduh non, di temeni om Roby aja ya non. Kalau terjadi apa-apa nanti om Roby bakalan di gantung hidup-hidup sama tuan." Ucap Roby sangat cemas.
" Om, Keisya janji. Dua jam saja..Keisya pastikan setelah dua jam, Keisya akan berada di hadapan om Roby." Ucap Keisya.
" Dua jam saja ya non." Ucap Roby terpaksa menyetujui permintaan Keisya.
" Oke om, om memang the best deh!" Ucap Keisya mengambil kunci mobilnya dan bergegas menyalakan mobil lamborghini tersebut. Ia membiarkan atap mobilnya terbuka. Memakai kaca mata hitam yang bertengger sempurna di wajahnya. Bahkan rambut panjang hitamnya ia biarkan tergerai hingga berterbangan indah terbawa angin.
Dengan jaket kulit hitam, rok span jins dan sepatu boat panjang hitam. Membuat Keisya terlihat begitu cantik.
Beberapa menit kemudian setelah jauh dari kediamannya Keisya melajukan mobilnya dengan lancar. Namun tiba-tiba Keisya tidak bisa mengendalikan mobilnya hingga menabrak mobil di depannya.
Brakkkkm...ciettttttt...
" OMG.." Teriak Keisya mengerem mobilnya dengan cepat.
" Aduh, ******...mobil siapa yang aku tabrak? Ya tuhan, semoga pemiliknya adalah orang baik. Jika sampai terdengar om Roby bahkan papa. Aku pasti akan di kawal dari titik kamar ke luar rumah. Bagaikan tahanan." Ucap Keisya berdoa.
__ADS_1
Lalu pemilik mobil tersebut keluar dari mobilnya. Melihat kerusakan mobilnya. Dan beranjak menghampiri Keisya dimana atap mobil Keisya sudah di tutup rapat-rapat.
" Hello.. Apa anda bisa turun? Jelaskan bagaimana ini bisa terjadi. Mobilku sudah tergores." Ucapnya mengetuk-ngetuk pintu kaca mobil Keisya.
What? Carlos? Ya ampun, kenapa harus dia sih. Kenapa aku selalu melihatmu dimana saja.
Sepertinya aku pernah melihatnya? Ya, jika tidak salah aku pernah bertemu dengannya di mall.
" E..maaf tuan..Aku tidak sengaja. E, aku baru belajar mobil." Jelas Keisya dengan merubah suaranya sedikit agar tidak terdengar sama dengan Keisya yang cupu.
" Apa tuan? Apa kau tidak bisa melihat saya. Coba nona buka kacamata nona. Saya masih muda." Ucap Carlos ingin melihat wajah Keisya dan memastikan pernah bertemu sebelumnya.
" E..tidak perlu..Lalu anda mau di panggil siapa?" Tanya Keisya.
Ia aku tau kamu Carlos. Sudah kenal!dasar pria. Lihat wanita baru sudah mau kenalan.
" Hy nona, bolehkah aku tau nama yang menabrak mobilku?" Ucap Carlos melihat ulurannya tidak segera di terima oleh Keisya.
" E..Hanna." Ucap Keisha memalsukan namanya agar penyamarannya tidak terbongkar. Yaitu memakai nama ibunya.
" Owh, baiklah nona Hanna. Bagaimana dengan nasib mobilku?" Ucap Carlos.
" Baiklah, jangan di perpanjang. Aku akan mengganti kerugian mobilmu. Beres kan." Ucap Keisya melihat waktu yang di milikinya sedikit.
__ADS_1
" Tidak bisa, Apakah semudah itu? Bahkan jika aku mengecat ulang tidak akan sama dengan sebelumnya. Goresannya cukup dalam." Ucap Carlos.
Apa kau kira semudah itu lari dariku. Kau membuatku cukup penasaran nona cantik.
" Lalu apa? Kau ingin aku mengganti mobilmu dengan yang baru karena goresan sekecil ini?" Ucap Keisya.
" Tidak perlu. Bagaimana jika kita makan bersama?" Ucap Carlos.
Apa? makan bersama? Kenapa jadi melunjak. Ya ampun, kurang 10 menit.
" Baiklah. Kapan?" Ucap Keisya tidak ingin mengulur waktunya lagi.
" Hari minggu depan. Pukul 7 malam di restauran depan persimpangan jalan ini." Ucap Carlos sangat senang dan tersenyum.
" Oke." Ucap Keisya beranjak pergi dari hadapan Carlos.
" Jika sampai kau tidak datang, aku akan benar-benar melaporkanmu. Aku ingat dengan nomer plat mobilmu." Teriak Carlos.
Sedangkan Keisya menutup mobilnya dengan keras karena cukup kesal.
Dasar gila, apakah semua pria sama? Tidak dengan ayahku, pamanku, om Roby. Mereka sangat berbeda.
Ah, kenapa aku menerima tawarannya!
__ADS_1
Yes, akhirnya aku bisa dekat dengannya.Ah, semalam aku mimpi apa bisa bertemu dengan bidarari. Jatuh cinta pandangan pertama ternyata benar-benar ada ya. Oh, Hanna.