
Hanna pun langsung bergegas ke kamarnya menghampiri Gardapati yang sedang kecewa.
"Sayang? bukankah kau masih pertama memasak? wajar jika tidak berhasil." Jelas Hanna naek keranjang mendekati Gardapati yang duduk menyandar.
"Kenapa kalian tidak jujur? bilang saja kalau masakanku tidak enak. Jangan dipaksakan untuk makan. Sama saja aku meracuni kalian." Jelas Gardapati merasa kecewa dan marah kepada Hanna.
"Aku hanya tidak ingin kau kecewa seperti ini." Ucap Hanna.
"Dan semenjak kapan kau ingin memasak? Apakah karena aku mengidam masakan Adipati? "Jelas Hanna.
"Benar, Apakah hanya burung gagak itu saja yang bisa memasak. Aku juga bisa." Jelas Gardapati yang jelas-jelas tidak mau kalah dengan adik tirinya.
"Tapi memang Adipati sudah memiliki bakat, bahkan dia sudah terbiasa memasak. Memasak bukan hanya sekedar memasukkan garam dan gula saja, Memasak tidak segampang yang kau pikirkan. Lalu hanya melihat saja kau bisa mengikutinya. Semuanya ada triknya jika tidak biasa." Jelas Hanna agar sang suami bisa mengerti. Agar Gardapati tidak memiliki keinginan konyol lagi. Menurut Hanna, Hanna telah mencintai Gardapati begini apa adanya. Tidak perlu menambah kelebihan pada dirinya, sebenarnya itu sudah cukup buat Hanna.
"Apa? kau meremehkanku? aku juga bisa seperti dia, bahkan kau tidak perlu susah payah menyuruhnya memasak lagi. Aku tidak suka! Bahkan makanannya adalah racun bagiku." Jelas Gardapati tidak bisa mengontrol emosinya lagi. Kelelahannya yang berujung kepada kegagalan membuatnya sangat kecewa.
__ADS_1
"Maksudku tidak begitu! Kenapa kau jadi membentak. Bukan keinginanku untuk menikmati masakan Adipati. Kau kira aku seperti wanita lain, dia hanya masa laluku! " Jelas Hanna yang tau ke arah pembicaraan Gardapati.
"Terserah, tapi aku rasa kau masih memiliki rasa terhadapnya. "Jelas Gardapati yang di bakar api cemburu langsung bergegas pergi meninggalkan Hanna.
Apa? Aku memiliki rasa terhadap Herman? Ya ampun, Kau cemburu kepadaku atau hanya benci terhadapnya. Terserahlah, kau tidak berubah selalu marah-marah. Bahkan kau membentakku!
Gardapati bergegas ke arah ruangan yang menyediakan segala minuman beralkohol. Entah mengapa dirinya sangat terpuruk saat ini sehingga dirinya menuju ke sana. Tempat dimana dirinya menenangkan pikirannya, bahkan minuman alkohol yang berjejer dari berbagai harga yang mahal telah mengisi setiap rak yang berdiri mengisi seluruh ruangan. Lalu Gardapati mengambil satu botol dan duduk di kursi layaknya kursi di bar. Dengan seiringnya waktu Gardapati telah meminum beberapa botol hingga kepalanya begitu berat dan ia kembali menuju kamar dimana Hanna telah tertidur pulas.
"Sayang.." Ucap Gardapati sambil mencium bibir istrinya. Hannapun terperanjat dari tidurnya karena bibirnya yang telah di ***** dan bau alkohol yang sangat menyengat.
"Kau mabok? Pelan-pelan, ingat aku sedang hamil." Ucap Hanna berusaha melindungi kandungannya.
Namun Gardapati tidak mau mendengar, dirinya telah di kuasai oleh alkohol. Bahkan sentuhannya tak selembut sebelumnya, Hanna melihat Gardapati yang sangat berbeda lebih sama dengan Gardapati yang baru ia kenal, bahkan lebih buruk.
Hanna mencoba untuk lari dari kungkungan suaminya yang mungkin akan membahayakan kandungannya. Kandungan sudah memasuki usia tujuh bulan. Bagaimana bisa Gardapati tidak mengontrol aksinya, tentu membuat Hanna tersiksa malam ini.
__ADS_1
Bahkan Hanna mencengkram sprei karena begitu kasarnya Gardapati saat menyentuhnya. Bukan sebuah lenguhan lagi, melainkan suara jeritan bahkan air mata Hanna telah menetes begitu saja di ujung-ujung matanya.
Mengapa kau jadi begini? kau bukan mas Garda yang ku kenal. Aku melihat sisi burukmu lagi. Aku sangat membencimu.
***
Terik matahari berhasil membuka mata Gardapati hingga ia terperanjat dari tidurnya dan mecengkram kepalanya yang sangat berat. Lalu mengingat kejadian semalam sehingga membuat kepalanya seberat ini. Saat teringat kejadian semalam, Gardapati terkejut dan menoleh kepada sang istri yang masih terlelap. Bahkan bekas kekasarannya yaitu ciuman rakus yang membekas di kulit Hanna sangat terlihat. Segera Gardapati menyentuh Istrinya yang di anggap masih terlelap.
"Sayang..Sayang.." Ucap Gardapati membangunkan istrinya. Gardapati menggoyang-goyangkan tubuh Hanna. Namun Hanna tak kunjung bangun yang membuatnya tambah gelisah dan panik sehingga Gardapati yang putus asa membangunkan Hanna langsung mengambil ponselnya dan menelfon dokter Ram.
"Hallo Ram, cepat ke rumahku! sepertinya istriku pinsan." Ucap Gardapati dengan wajah pucat. Gardapati sudah sangat ingat jelas dengan kejadian semalam. Bahkan dirinya begitu terkejut dengan perbuatan yang tak terkontrol.
"Dasar bodoh...bodoh..*****...brengsek...sialan.." Ucap Gardapati mengumpat dirinya sendiri dengan mencengkram rambutnya sendiri.
"Sayang maafkan suamimu yang brengsek ini. Kenapa denganku ini? Kenapa aku sangat bodoh? Aku tidak berniat sekasar ini denganmu. Maafkan aku..."Ucap Gardapati menyesali perbuatannya.
__ADS_1