
Happy reading guys!!!
Maaf atas keterlambatan upnya, sehingga membuat kalian menunggu.
Pekan ini ada tambahan lembur untuk pekerjaan utama author! Jadi author tidak memiliki kesempatan untuk menulis.
Love you all..semoga kalian sehat semua dan bahagiaβ€β€β€β€ππππ
Keisya baru saja sampai di Apartementnya. Karena keberadaannya yang tidak menetap Keisya memilih Apartement untuk di tinggali. Keisya sudah melepas pakaian formalnya dan memakai baju tidur. Lalu bergegas menuju tempat tidurnya untuk membenamkan diri di atas kasur yang empuk.
Ponsel Keisya tiba-tiba saja berdering. Nomer tak di kenal memanggil. Keisya tidak menghiraukan dan meletak ponselnya kembali dan memilih berbaring. Dia harus memejamkan mata secepat mungkin. Jika tidak lingkaran hitam di sekitar matanya yang sipit akan semakin terlihat.
Disisi lain Carlos masih tidak merasa cukup melepaskan rindu terhadap Keisya yang baru saja ia temui sore ini. Hingga Carlos mencoba menghubungi Keisya. Dan beberapa kali Keisya tidak mengangkatnya.
Kau tetap sama dengan Keisya yang dulu. Bahkan sampai saat ini kau terlihat tidak tertarik kepadaku. Namun perasaanku tidak sedikitpun berubah. Aku tetap mencintaimu. Semakin dalam...dan dalam..
Bahkan rasa ini tidak pernah kualami sebelumnya.
Yah, sejauh ini aku mencarimu. Bahkan 5 tahun aku menantimu! Kali ini aku tidak pernah melepaskanmu lagi!Sejauh apapun, aku akan mengejarmu Kei.
" Hallo ini siapa? Apakah anda tidak bisa melihat waktu. Anda sudah menganggu tidurku!" Ucap Keisya karena semenjak tadi ponselnya berbunyi seakan ada panggilan mendesak.
" O..ow..Maafkan aku. Apakah kau benar-benar sudah tidur? Aku hanya ingin sedikit mendengar suaramu!" Ucap Carlos tersenyum mendengar omelan Keisya yang semakin menarik.
__ADS_1
" Carlos? Ah, ada apa kau malam-malam menelfonku. Apakah kau tidak bisa membicarakannya besok saja." Ucap Keisya berdecak kesal karena ternyata Carlos yang membuatnya merasa terganggu.
" Tidak bisa, karena aku ingin mendengarkan suaramu saat ini. Jika kau tidak mengizinkannya, maka kau akan membiarkanku terus terjaga sepanjang malam." Ucap Carlos semakin meledek.
" Tuan Carlos. Jangan bercanda!" Ucap Keisya dengan nada tinggi. Haruskan Keisya mendengar lelucon semalam ini?
Pengacau...andai saja kau bukan klienku!!!
Ingin rasanya Keisya menjerit saat ini juga, karena begitu geramnya terhadap Carlos. Baru saja ia mencoba memejamkan matanya. Namun ponselnya selalu berdering. Jarang sekali ponselnya tersebut berdering jika tidak ada panggilan mendesak. Itulah mengapa Keisya tidak pernah mensilent ponselnya.
Sedangkan Carlos hanya tersenyum bahagia mendengar suara Keisya yang berdecak kesal kepada dirinya. Sudah lama ia tidak pernah merasakan gerutu dari bibir mungil itu.
Tut..tut...tut...
" Sudah di bagi putus ya! Aku tidak tenang jika tidak mendengar suaramu!" Ucap Carlos menatap ponselnya sambil tersenyum, seakan Carlos sudah terbiasa dengan sikap dingin Keisya.
" Ah, Kenapa aku tidak bisa tidur! Carlos!!! Kau sudah benar-benar mengacau tidur malamku. Kenapa mataku tidak bisa diajak kompromi sih! Ayolah. Aku ingin terlihat segar besok pagi. Banyak yang harus aku persiapkan." Ucap Keisya terjaga merapatkan bantalnya ke wajahnya. Ia cukup kesal dengan panggilan Carlos bahkan pertemuannya dan juga kehadirannya sungguh mengganggu fikiran Keisya.
Disisi lain Carlos langsung mencium ponselnya yang terdapat foto Keisya, yang sempat sekretarisnya ambil saat pertemuannya tadi sore.
" Selamat malam Nona Nigel!" Ucap Carlos mencium foto Keisya yang terpangpang di walpaper ponselnya.
***
__ADS_1
Keisya sudah terbangun saat jam menunjukkan pukul 6 pagi. Keisya telah menjadi sesosok perempuan yang telah dewasa. Jika masih ingat saat dirinya duduk di bangku sekolah, Hanna sang mama selalu berusaha membangunkan Keisya yang begitu sulit untuk bangun. Namun saat ini dia benar-benar telah berubah. Tanpa pelayan, Keisya hidup mandiri di sebuah Apartement mewah. Bahkan Keisya tidak perlu teriakan pelayan atau sang mama untuk bangun. Dia membiasakan diri untuk bangun awal. Karena ambisius dan profesionalnya dalam bekerja Keisya ingin menjadi pemimpin yang memberi contoh baik kepada bawahannya.
Keisya berhasil sampai di kantornya sekitar pukul 8 pagi. Karena keramaian di kota neopolitan tersebut, mengharuskan Keisya berangkat lebih awal dan sampai tepat waktu di kantornya. Keisya sangat disegani oleh bawahannya. Sehingga mereka pun tidak pernah terlambat dan datang sebelum pimpinannya memijaki kakinya di kantor terlebih dahulu. Sehingga Keisya pun melakukan kedisiplinan hidupnya tidak sia-sia. Toh, semua karyawannya begitu taat terhadap aturannya.
Di koridor lantai satu, Keisya melangkahkan kakinya di ikuti oleh Nada dan beberapa bawahannya lainnya. Sambutan memang selalu ada di setiap Keisya berada di ambang pintu. Bahkan puluhan karyawan lainnya pun langsung berdiri menganggukkan kepala karena sang pemimpin sudah datang dan melewatinya.
Setelah beberapa percakapan mengenai pekerjaan Keisya sudah sampai di dalam ruangannya di lantai tertinggi yaitu lantai 35. Tiba-tiba ia melihat sebuket bunga di meja kerjanya.
" Tuan Carlos yang mengirim bunga itu untuk anda Nona!" Ucap Nada yang mengerti tatapan Keisya.
" Apa? Carlos?" Ucap Keisya terkejut.
" Benar nona, baiklah saya undur diri." Ucap Nada meninggalkan Keisya sendiri di ruangannya.
Lalu Keisya menghampiri buket mawar merah yang masih segar tersebut. Tertera pesan di secarik kertas yang terselip di dalam tumpukan bunga tersebut.
Selamat pagi, Aku harap bunga ini bisa memperbaiki suasana hatimu pagi ini. Aku akan menunggumu di depan kantormu. Aku akan menjemputmu sore ini!
Keisya pun terperangah melihat kutipan kalimat di secarik kertas tersebut. Lalu meletak kembali dengan menghentakkan buket itu hingga kelopak bunganya mungkin sedikit runtuh.
Sial..Kau pikir siapa dirimu? bahkan waktuku akan sia-sia untuk sekedar menjumpaimu! Jangan banyak berharap tuan Carlos!
Keisya pun membuang buket tersebut ke tong sampah lalu duduk dengan berdecak kesal dan sesekali mengumpati Carlos.
__ADS_1