Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Balasan


__ADS_3

"Kau.." Teriak Gunawan mengangkat tangannya untuk membalas tanparan Stella kekasih gelapnya.


Ketika Gunawan siap menampar Keisya, Tiba-tiba pria yang lama dinanti kedatangannya oleh Keisya, pria yang merupakan pahlawan bagi Keisya setelah Gardapati, pria termanis yang membuat Keisya sangat mencintainya datang menahan tangan Gunawan. Keisya pun membuka matanya yang sebelumnya tertutup karena Gunawan hampir menampar pipi mulusnya.


" Kau, berani-beraninya mengangkat tangan kepada calon istriku!" Ucap Carlos yang sudah menapaki kakinya satu jam yang lalu. Carlos langsung mencari keberadaan Keisya saat dirinya sudah sampai di bandara Indonesia.


Apa calon istri? Pria setampan dia adalah kekasih karyawan rendahan ini? ee, dia kan hanya tampan, pasti tak sekaya Gunawan! Tapi dia tampan banget! Nemu mana sih cowok setampan dia? Jadi iri gue.


Keisya terkejut dengan kedatangan Carlos yang secara tiba-tiba dan tak terduga.


Carlos? Bukankah dia akan sampai besok?


" Hahaha, ternyata ada pahlawan kesiangan. Kau membela wanita ****** ini!" Ucap Gunawan tertawa lantang.


" Apa kau bilang??" Carlos mengepalkan tangannya.


Bug..


Satu pukulan di layangkan tepat di pipi Gunawan, hingga Gunawan terpental dan berpindah dari tempatnya.


" Kau..Arghhhh!!!" Gunawan memegang ujung bibirnya yang ternyata berdarah. Gunawan langsung menghubungi security perusahaannya.

__ADS_1


" Tuannn....!!!" Stella pun menghampiri Gunawan yang tergeletak terduduk di ujung dinding.


" Tunggu saja, kalian berdua akan ku beri pelajaran!" Ucap Gunawan.


Tidak lama kemudian, dua security datang.


" Seret mereka berdua keluar! akan ku beri dia pelajaran!" Ucap Gunawan masih bisa berbicara saat pipinya terasa sakit berdenyut atas pukulan Carlos yang sangat kuat.


" Baik tuan!" Ucap security sigap.


" Jangan berani menyentuh kita, jika tidak aku akan memecat kalian. Kalian dengar ini!" Ucap Keisya.


Dua security tersebut langsung mundur. Sedangkan Stella dan Gunawan langsung pucat pasi melihat komisaris di ponsel Keisya.


" Apa yang sedang kalian lakukan kepada putriku?" Ucap Gardapati di Vidio call.


" Tuan komisaris!!" Gunawan dan Stella langsung membuka mulut lebar-lebar.


" Nona maafkan kita.. Ampun nona!" Ucap Stella langsung bersujud di depan Keisya. Begitu pun Gunawan langsung berdiri dari tempat duduknya dan ikut bersimpuh di depan Keisya.


" Benar nona, ampunin kami. Nona boleh menghukum kami, tapi jangan pecat kami nona!" Ucap Gunawan.

__ADS_1


Mereka merasa bersalah teramat, mereka bersimpuh meminta ampun.


" Bye papa, biar Kei sendiri yang mengurus. Love you pa!" Ucap Keisya melambaikan tangan dan mematikan panggilannya.


" Apakah kalian tidak ingat betapa jahatnya, sombongnya kalian terhadap karyawan lain? Apa kalian tidak ingat, kalian menyebutku dengan apa? karyawan rendahan? wanita ******? merebut kekasih buayamu ini? " Jelas Keisya tentu mengingat segala perlakuan sombong mereka.


" Ingat nona, maafkan kami!" Ucap Stella dan Gunawan tanpa berani mendongakkan kepala.


" Ia nona maafkan saya, saya masih mempunyai istri, mau dinafkain apa istri saya nona, jika saya di pecat!" Ucap Gunawan meminta belas kasian.


" cih, Jika begini kau baru ingat istri. Bahkan kalian tidak malu berbuat mesum disini. Kantorku kalian buat untuk menyalurkan nafsu kalian." Ucap Keisya merasa bergidik dengan perlakuan dua karyawannya tersebut.


" Dan Stella, kau bahkan tidak malu memperebutkan Gunawan yang telah beristri ini. Kau jelas-jelas tau statusnya." Lanjut Keisya.


" Aku tidak akan memaafkan kalian, kalian harus membayarnya. " Keisya pun sebelumnya telah memanggil pihak berwajib. dua orang kepolisian datang untuk meringkus Gunawan.


" Nona, maafkan saya, Nona ampun.." Ucap Gunawan ketika pihak kepolisian mulai meringkus dirinya.


" Bawa pak!" Ucap Keisya.


Gunawan berusaha melepaskan diri dari kedua pihak kepolisian. Dan Gunawan berhasil lari dari pihak kepolisian. Dan pihak kepolisian mengeluarkan senjata api dan terpaksa menembakkan tepat di kaki Gunawan. Gunawan pun tergeletak meringis kesakitan memegang kakinya yang mengeluarkan darah. Para karyawan pun histeris ketakutan mendengar tembakan, sedangkan Keisya memejamkan mata dipelukan Carlos. Keisya tidak mampu melihat penembakan tersebut. Stella pun membuka mulutnya lebar-lebar.

__ADS_1


__ADS_2