Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
32


__ADS_3

"pergi!"ucapan dingin nan datar namun tegas itu keluar dari bibir pink seorang pria berparas yang bisa di bilang hampir sempurna itu


seorang wanita cantik dengan baju yang sangat ketat sehingga menampakkan seluruh lekukan tubuhnya, tetap bergeming walaupun telah mendapat peringatan tegas tersebut


"aku hanya ingin menemani lelaki menyedihkan sepertimu, apa itu salah?"kalimat yang menurut wanita itu dapat menghibur sang lelaki justru semakin menylut emosi lelaki itu


"pergi Chila!"kali ini lelaki itu sedikit meninggikan suaranya


Chila Aqila. wanita berpakaian ketat itu memegangi dada sebelah kirinya, merasakan apakah jantungnya masih baik baik saja atau tidak


"kau terlalu membawa serius setiap masalah Leo!"protes Chila dengan wajah yang memberengut kesal


Leonidas angleo, lelaki yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu menatap tajam Chila seolah olah dapat menguliti Wanita itu saat ini juga


Chila meneguk salivanya kasar, sekarang dia mulai ciut jadi lebih baik Chila mengalah saja, melangkah meninggalkan ruang pribadi dari direktur Angleo crop tersebut


setelah Chila pergi Leo mengulurkan tangannya membuka laci meja tersebut lalu mengeluarkan sebuah bingkai foto yang memperlihatkan seorang gadis cantik dengan seragam smanya sedang tersenyum ke arah kamera, di antara foto gadis itu yang lain entah mengapa Leo lebih menyukai foto yang sedang di amatinya saat ini


Drrt Drrt Drrt

__ADS_1


Leo berdecak, ada saja yang mengganggu masa masa galaunya


"Halo"sapanya ketika ia sudah mengangkat telfon tersebut


"aku ingin bertanya padamu, apakah rumor itu benar?"suara di sebrang sana menyahut dengan nada cemas? tapi kenapa?


"rumor apa?"tanya Leo tak paham


"ck. pertunganmu dengan si Cili Cili itu!"


Leo mengangguk samar, sekarang ia talah mengetahui maksud dari sahabatnya itu, kevin


"itu hanya ide dari mama"ucapnya malas


"mengapa kau menanyai itu?"


"tidak ada, aku hanya penasaran saja"Kevin berujar sambil mehan kedutan di bibirnya, menolak untuk tersenyum walaupun ia tahu Leo tak akan bisa melihatnya


"*sebentar lagi kau akan mendapatkan kejutan, kalau kau beruntung"

__ADS_1


tut*


Leo berdecak kesal, seenaknya saja. dia yang nelfon dia pula yang memutuskan sambungan secara sepihak


tok tok tok


"masuk!"serunya agak keras supaya bawahannya itu dapat mendengar suaranya


"maaf pak mengangganggu, saya disini cuma mau mengantarkan laporan yang bapak minta tadi"ucapnya dengan sopan, sembari menunjukkan map berwarna hijau tersebut


Leo mengangguk, menyuruh sekretarisnya itu untuk meletakkan map tersebut di atas mejanya dan mempersilahkannya keluar


°°°°


"mah! Nana mau ini!"Kiara melihat apa yang sedang di tunjuk oleh putrinya lalu menyebutkan pesanan tersebut kepada pelayan


posisi mereka sekarang tengah berada di sebuah retaurant yang cukup mewah menurut Kiara terbukti dengan interiornya yang sangat elegan dengan cat berwarna emas


sebenarnya Kiara tak mengijinkan anak anaknya makan di luar karena menurut Kiara kalau ia masih sanggup untuk memasak untuk anak anaknya mengapa harus makan di luar? tapi berhubung mereka yang baru saja pindah, jadi bahan makanan di rumah mereka belum ada lebih tepatnya Kiara belum sempat untuk belanja

__ADS_1


"nanti setelah dari sini temenin mama belanja ya"ucap Kiara setelah menerima pesanan mereka


"sip!"Nana mengacungkan jempolnya dengan senyuman manis yang terpatri di wajahnya, sedangkan El hanya mengangguk lalu melanjutkan kembali kegiatan makannya


__ADS_2