Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Keisya


__ADS_3

10 tahun kemudian...


Selimut tebal menutupi sesosok gadis cantik yang masih saja terlelap. Bahkan pelayan telah beberapa kali membangunkan sang Nona muda.


Hanna yang masih terlihat muda walaupun umurnya sudah tidak muda lagi harus turun tangan untuk membangunkan putri semata wayangnya atau putri angkatnya tersebut.


" Keisya? ini hari pertamamu masuk sekolah. Apakah kau ingin terlambat?" Ucap Hanna kepada Kesya Lalapati. Kalian tau mengapa Lala setelah menginjak usia 18 tahun di panggil Kesya? Ya, itu adalah permintaan Lalapati sendiri untuk mengubah nama panggilannya dengan nama depannya. Hanna sangat memahami anak angkatnya tersebut, ia ingin melupakan kenangan buruk bersama Anisa yang selalu memanggilnya dengan panggilan Lala.


"Mama, Keisya masih mengantuk. Lima menit lagi, okey!" Ucap Kesya menjawab dalam keadaan mata terlelap.


" Tidak bisa, kau harus bangun! tidak ada penawaran bagi mama!" Ucap Hanna membuka selimut tebal yang menutupi tubuh Keisya lalu membuka tirai kamarnya. Membuat Keisya menutup wajahnya menggunakan bantal karena merasakan silaunya matahari.


"Oke baiklah mama kesayanganku. Keisya bangun ni!" Ucap Kesya masih dalam keadaan terlelap namun terduduk.


"Mama akan memberimu waktu 15 menit. Jika tidak, Kau akan mendapat pengawalan ketat sampai di sekolah." Ucap Hanna yang membuat Keisya langsung terbangun dan bergegas ke kamar mandi. Keisya anak semata wayang Hanna ini memang sulit untuk di bangunkan. Jika Hanna tidak turun tangan sendiri, pelayan dan alarm yang terus berdering tidak akan ada gunanya.


Sedangkan Keisya sangat benci untuk di kawal oleh beberapa bodyguard ayahnya, Gardapati. Rasanya kebebasan dirinya terbatas. Hanna yang mengerti akan itu, membuat senjata sendiri untuk mengancam sang putri yang sangat sulit untuk di bangunkan.


"Apa Keisya sudah bangun ma?" Tanya Gardapati. Bahkan umurnya yang sudah tidak muda lagi, Gardapati tetap gagah.

__ADS_1


"Dia sangat sulit di bangunkan! Entah apa yang dia lakukan di dalam kamarnya, pukul 12 malam kamar Keisya terdengar brisik." Jelas Hanna sambil memasangkan dasi di kerah leher kemeja suaminya.


" Biasa anak muda ma. Asalkan dia bahagia tak jadi masalah kan buat kita." Jawab Gardapati.


" Tapi jangan terlalu di manjain pa. Dia sangat sulit di bangunkan. Dia seorang gadis, mana bisa selalu bangun siang." Ucap Hanna berjalan berdampingan dengan Gardapati menuju ruang makan.


***


Disisi lain Kesya sedang terburu-buru memakai seragam sekolahnya. Menyisir rambut panjangnya. Tanpa fikir panjang ia langsung bergegas menurunin anak tangga. Jika tidak ancaman mamanya yaitu Hanna tentang kawalan tersebut benar-benar akan terjadi. Kesya melihat jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya. Tepat 15 menit ia telah siap dan duduk tepat di depan kedua orang tuanya yang hampir saja menunggunya.


" Good morning, ma..pa?" Ucap Kesya langsung mencium pipi sang mama dan papanya.


" Good morning sayangku!" Ucap Gardapati tersenyum melihat anak gadisnya sudah besar. Hanna juga ikut tersenyum melihat Kesya sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik.


"Loh, gak sekalian sama papa Sya?" Ucap Gardapati yang akan berangkat ke kantornya juga.


" ma, Kesya kan sudah tepat waktu. Lima belas menit. Coba lihat..Berarti Kesya boleh dong di anter sama om Roby." Ucap Kesya memberitahukan jam tangan mahalnya. Kesya tidak ingin berangkat dengan Gardapati. Jika Kesya berangkat dengan ayahnya yang di kawal langsung oleh beberapa bodyguardnya, pastinya Kesya tidak dapat melakukan rencananya.


" Baiklah, mama tidak akan ingkar janji. Kau sudah tepat waktu! Kenapa kau sangat suka di anter om Roby? Enakan dengan papamu, keamananmu terjamin." Jelas Hanna yang sangat menjaga sang putri satu-satunya.

__ADS_1


" Ya sudahlah ma, Roby juga bisa di andalkan untuk jaga Kesya." Ucap Gardapati mempercayai Roby yang merupakan orang kepercayaannya sudah dulu.


" Ye..Baiklah pa,ma. Kesya berangkat sekolah dulu. I Love you ma,pa." Ucap Keysa mencium ke dua pipi orang tuanya lalu bergegas menuju sekolah barunya.


Keluarga Gardapati selalu pindah-pindah tempat karena masalah pekerjaannya yang harus di tanganin sendiri oleh Gardapati. Usaha tambangnya semakin lama semakin pesat. Gardapati selalu di sibukkan dengan pekerjaannya yang membuat Gardapati harus membawa Hanna dan Kesya juga untuk tinggal bersama menemaninya untuk membuka cabang baru di negara besar. Mengharuskan Kesya pindah beberapa kali ke sekolah baru.


Dan hari ini merupakan hari pertama Kesya masuk sekolah baru. Dimana Gardapati adalah penyumbang terbesar di sekolah baru Kesya. Namun Kesya kali ini tidak ingin di kenal sebagai Kesya anak Gardapati yang kaya raya. Kesya ingin merasakan menjadi gadis biasa. Di sekolah sebelum- sebelumnya Kesya adalah gadis ternama di sekolahnya. Ia sangat terkenal karena kecantikannya dan juga kepintarannya. Banyak yang mendekatinya karena alasan Kesya adalah anak dari konglomerat pengusaha tambang. Selain itu kemana-mana Kesya selalu di kawal oleh bodyguard Gardapati, Alasannya karena ingin menjaga keamanan dirinya. Gardapati dan Hanna selalu khawatir dengan putri kesayangannya ini. Selain anak satu-satunya, mereka juga sering berpindah tempat. Dimana mereka harus menghadapi lingkungan baru.


Kesya membuka tas sekolahnya. Kesya mengambil dua tali rambut lalu mengikatnya di rambutnya. Dikepang dua menyembunyikan rambut hitamnya yang panjang. Memakai kaca mata tebal, memberikan tompel palsu di sebelah pipi kanannya. Bahkan jam tangan mahalnya ia lepas. Kini ia benar-benar sangat berubah. Dengan fondation warna gelap yang menutupi wajah putihnya bak cina. Kesya sekarang berubah menjadi gadis culun berkulit sawo. Roby sendiri langsung menganga melihat perubahan Kesya, hingga mobil tersebut mendadak berhenti.


" Non Kesya, kenapa anda merubah penampilan anda menjadi seperti ini?" Ucap Roby yang terkejut dan tidak mengerti akan sikap nona mudanya.


" Diam om! Om Roby yang baik hati, yang paling Kesya sayangin...Jangan bilang-bilang sama mama dan papa ya. Kesya hanya ingin merasakan menjadi seorang gadis biasa. Dan om Roby cukup mengantar Kesya 3 meter dari sekolah baru Keysa." Jelas Kesya yang membuat Roby makin melongo.


" Tapi non, Jika terjadi sesuatu dengan non Kesya. Tamatlah riwayat om Roby. Lebih baik om Roby mengantar non Keysa sampai ke dalam sekolah non. Ya non?" Ucap Roby sangat khawatir dengan permintaan celeneh dari majikan mudanya.


" Om Roby, itu kan dekat. Siapa juga yang berani menganggu Kesya dengan penampilan Kesya yang seperti ini. Pasti mereka akan menjauh semua." Jelas Kesya.


" Om Roby tidak perlu Khawatir. Kesya kan bukan anak kecil lagi." Jelas Kesya.

__ADS_1


" Baiklah non, tapi non harus hubungin om Roby jika terjadi sesuatu." Ucap Roby.


" Siap om!" Ucap Keysa bahagia karena berhasil mempengaruhi Roby.


__ADS_2