Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Membuka jati diri


__ADS_3

" Hy, kau berhenti disana!" Ucap Stella melihat Keisya dan juga Mawar akan kembali ke ruangan selesai makan di kantin.


Keisya dan Mawar yang mendengar seseorang sedang berteriak langsung menoleh ke arah belakang. Mawar otomatis langsung menunjuk dirinya.


" Kita, nona?" Ucap Mawar menunjuk diri sendiri.


" Ia benar!" Ucap Stella melangkah mendekat dan sekarang berada tepat di depan Keisya sambil memantau wajah Keisya.


" Saya mengira kau polos, ternyata di balik wajahnya ini, dia adalah rubah yang siap menerkam mangsanya." Ucap Stella melihat Keisya dengan tatapan monoton.


" Maksudmu?" Ucap Keisya tidak mengerti dengan pernyataan Stella.


" Jangan berpura-pura! Ternyata kau diam-diam telah merayu tuan Gunawan kan? Hei..sadarlah, kau tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku. Entahlah, tuan Gunawan sepertinya harus mengganti kacamatanya. Agar bisa melihat dengan jelas. " Jelas Stella dengan nada marah.


Apa? apa aku tidak salah mendengar? Aku merayu pria beristri? sepertinya kau butuh cermin! Baiklah aku akan membawa kekasihku yang jauh dari Gunawan yang kau bangga-banggakan. Kau jangan terkejut melihat Carlosku. Emps..jika Carlos tau aku saat ini sedang memujinya, pasti dia akan besar kepala.


" Dan, jangan sesekali kau berusaha bermain api dibelakangku dengan tuan Gunawan, jika tidak..aku pastikan kau akan menyesal!" Ucap Stella mengancam sambil mencengkram dagu Keisya.


" Eh, nona jangan seperti itu. Banyak karyawan lain yang melihatnya, jaga sikap anda. Anda adalah sekretaris panutan kami!" Ucap Mawar yang cemas melihat Stella mencengkram Keisya.


" Jangan ikut campur, aku hanya ingin memberi sedikit pelajaran kepada rekan kerjamu ini! Lihatlah, dia sedang mencoba menggoda direktur kita. Wajarlah, selain tuan Gunawan tampan dia juga banyak uang. " Ucap Stella berteriak ketika semua karyawan lalu lalang untuk menfitnah Keisya dan Stella tersenyum miring dengan mata menyala. Setelah pengancamannya terasa cukup, Stella akhirnya meninggalkan Keisya dan juga Mawar.


" Kau baik-baik saja Nir?" Ucap Mawar sangat cemas.


" Ia aku baik-baik saja! " Ucap Keisya tidak terlalu menggubris perkataan Stella. Keisya tidak terlalu ambil pusing.


" Yang sabar Nir bekerja disini emang gitu. Mana mau Nira dengan pria beristri! Dan urusan apa dia melabrakmu! Dia bukan istri tuan Gunawan. Dia kan hanya kekasih gelapnya! Dasar wanita gila!" Ucap Mawar mengumpat.


" Maaf ya, jangan percaya dengan ucapan nona Stella!" Ucap Mawar melindungi Keisya dan membawa Keisya pergi dari karyawan lain yang berkerumun dan mendengar perkataan Stella.


***


Aktivitas pekerja begitu padat, Stella dan juga Gunawan saat ini tidak berada di kantor melainkan menghadirkan temu janji dengan investor. Ini merupakan kesempatan Keisya untuk masuk ke dalam ruangan Gunawan.


Keisya bergegas menuju ruangan direktur saat Gunawan dan Stella meninggalkan kantor beberapa menit yang lalu. Keisya sudah tepat berada di depan pintu ruangan Gunawan. Pintu tersebut ternyata terkunci.


" Brengsek! Dia menguncinya!" Ucap Keisya mencari ide jalan keluarnya. Sambil memegang kepalanya dan beralih menatap ke meja sekretaris milik Stella.

__ADS_1


Keisya beranjak dari depan pintu dan bergegas ke meja sekretaris. Mencari keberadaan kunci di laci dan juga sela-sela dokumen. Dan pada akhirnya benar, Keisya menemukan segembok kunci di laci Stella.


Keisya segera mencoba satu persatu kunci tersebut. Ia menghabiskan sekitar 15 menit menemukan kunci yang pada akhirnya pintu ruangan Gunawan terbuka.


Keisya menutupnya kembali dan segera melangkah menuju komputer Gunawan.


Dan sungguh diluar batas kesabaran, lagi-lagi komputer Gunawan terkunci. Keisya pun harus mengatur otaknya kembali supaya berfikir mencari jalan keluar untuk masalah ini. Keisya tentu tidak membuang kesempatan kali ini. Keisya ingin segera mengetahui penggelapan dana di perusahaannya.


" Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan! Tanggal lahir, tanggal pernikahan, nama panggilan, ah..aku sudah coba semua!" Keisya memegang kepalanya yang terasa berat mencari jalan keluar. Semua alfabet di keyboard telah dicoba, namun tak ada satupun perpaduan yang Keisya buat berhasil.


Sudah satu jam Keisya berada di dalam ruangan direktur, akhirnya Keisya menyerah dan memilih keluar. Mengunci pintu kembali dan meletak kunci di tempat semula. Keisya menatap komputer Stella sangat lama. Lalu Keisya mencoba melihat komputer Stella. Dan benar saja, komputer milik Stella tidak perlu password untuk membukanya. Keisya melihat beberapa foto Stella dan Gunawan. Salah satunya saat mereka habiskan malam romantis. Dan terdapat salah satu gambar yang di beri bentuk love dan juga date, mungkin itu merupakan tanggal jadian mereka. Dan fikiran Keisya tertuju kepada komputer Gunawan yang tidak bisa terbuka.


Keisya pun mulai melangkahkan kakinya untuk kembali kedalam ruangan Gunawan. Mungkin tanggal yang terdapat di beberapa foto Stella merupakan password untuk membuka komputer Gunawan. Tidak banyak waktu yang Keisya miliki. Keisya sudah lebih dari satu jam berada di ruangan Gunawan. Dan pada akhirnya komputer Gunawan benar-benar bisa terbuka.


Tak sampai disana perjuangan Keisya. Keisya membuka beberapa file yang cukup banyak. Sudah setengah jam Keisya membuka hampir seluruh file.


Dan ternyata terdapat satu file yang terdapat file- file lainnya di dalam. File yang begitu mencurigakan dengan judul beberapa abjad saja. Keisya semakin merasa penasaran.


Dan benar saja, isi file tersebut mencangkup seluruh pengeluaran dan pemasukan di perusahaannya. Inilah yang dicari oleh Keisya. Keisya membuka mulutnya lebar-lebar, melihat pengeluaran dana yang cukup besar dikirim ke rekening Gunawan.


Ini termasuk tindakan korupsi. Ternyata dalang dari pegelapan dana perusahaannya adalah Gunawan. Keisya segera menyalin bukti data keuangan tersebut sebelum Gunawan datang.


" Biadap..Wanita ini, beraninya kau masuk ke dalam ruangan direktur! Ruangan tuan Gunawan sudah ku kunci. Untuk apa kau kemari ketika kita tidak ada di tempat?" Ucap Stella dengan nada begitu curiga.


Keisya berusaha menenangkan hatinya yang sedang panik.


Sial, aku sudah membuang waktu begitu lama, ah kenapa dia gak kejebak macet aja sih! Filenya masih proses menyalin. Baiklah aku akan mencoba memperpanjang waktu!


" Ah, nona sudah datang? Ada hal penting yang ingin kubicarakan dengan tuan Gunawan. Maaf jika saya tidak meminta izin dulu untuk masuk!" Ucap Keisya berdiri dari tempat duduknya.


" Apa? kau karyawan rendahan, mempunyai hal penting apa kepada tuan Gunawan?" Ucap Stella tersenyum kecut ketika menekankan perkataannya yaitu 'karyawan rendahan'.


" Hal yang teramat penting dan mengejutkan! Dan simpan sombongmu, atau kau akan menyesal!" Ucap Keisya tersenyum miring.


" Apa? apa yang membuat aku menyesal dengan karyawan rendahan sepertimu! Jaga mulutmu, atau tidak aku akan meminta tuan Gunawan memecatmu!" Ucap Stella melipat tangannya di depan dada dengan begitu sombong.


" Kita lihat saja, siapa yang akan tutup mulut disini!" Ucap Keisya mencabut flasdiks dari komputer Gunawan saat file berhasil tersalin sempurna.

__ADS_1


" Ada apa ini?" Ucap Gunawan yang baru saja datang.


" Tuan, dia masuk ke dalam ruangan anda saat kita tidak ada di tempat!" Ucap Stella mengadu kepada Gunawan.


" Nir, ada kepentingan apa kamu sampai tidak bisa menunggu kedatangan kami?" Ucap Gunawan.


" Ini dia, langsung saja, Bagaimana bisa rekeningmu menerima uang dari perusahaan cukup besar melebihi gaji dan kompensasimu?" Jelas Keisya membuka kedok Gunawan.


" Sebentar, bagaimana bisa kau tau?" Ucap Gunawan lalu menatap Keisya yang datang ke ruangannya secara diam-diam.


" Apa? Kau berani membuka komputerku!" Ucap Gunawan mulai mengerti mengapa Keisya berada di dalam ruangannya.


" Beraninya kau mengusik privasiku!" Ucap Gunawan mulai marah.


" Sudah ku bilang kan tuan, jangan membelanya dan memecatnya. Dia sekarang semakin bertingkah!" Timpal Stella menambah kobaran api pada Gunawan.


" Dasar wanita ******, kau berani- beraninya membuka komputerku!" Ucap Gunawan mengepalkan tangannya.


" Tenang tuan, walaupun dia tau tentang itu semua, apa untungnya. Dia hanya karyawan rendahan!" Ucap Stella yang begitu tenang.


" Hahahah benar! apa untungnya kau tau itu semua, itu semua hanya membuatmu terdepak dari perusahaan ini." Gunawan baru menyadari jika perkataan Stella benar.


" oh, benarkah.. Aku ingin melihat berapa lama kalian tertawa! Aku adalah pemilik perusahaan ini! Aku adalah Keisya Lalapati. Dan Gardapati adalah komisaris perusahaan ini!" Ucap Keisya membuka jati dirinya.


" Apa? Hahahaha sekarang dia mengaku-ngaku menjadi anak komisaris." Ucap Gunawan sangat tidak percaya jika Keisya adalah anak komisaris dari perusahaannya.


" Benar apa kau sedang bermimpi!" Timpal Stella yang menganggap perkataan Keisya mustahil.


Stella langsung mengambil segelas air yang berada di meja kerja Gunawan dan menyiramkan ke wajah Keisya.


" Hei bangun! Apakah sekarang kau sudah bangun dari mimpimu?" Ucap Stella.


Keisya segera membilas wajahnya menggunakan tangannya dan menoleh dengan tatapan tajam kepada Stella. Sikap Stella semakin membuatnya naik pitam.


Prakkk...


Keisya langsung menampar Stella hingga berpaling dari tempatnya.

__ADS_1


" Kau berani-beraninya menamparku, tuan..sakit hiks.." Stella memegang pipinya yang merah padam.


"Kau.." Teriak Gunawan mengangkat tangannya untuk membalas tanparan Stella kekasih gelapnya.


__ADS_2