Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
BAB. 43 Ancaman untuk Sella


__ADS_3

Do'a sholat tahajud Adnan kali ini ia sangat berbeda, yang biasanya selalu berdo'a agar bisa bertemu Bundanya lagi dan berdo'a agar Bundanya selalu di berikan badan yang sehat pikiran yang sehat, tapi kali ini ia mengucap syukur berkali-kali pada ya Rabbnya karena sudah di pertemukan kembali dengan Bundanya dengan keadaan sehat wal apiat.


Adnan merasa kalau yang maha kuasa memang baik, setelah ia mendapatkan ujian begitu banyak di masa kecilnya, kini ia juga bisa merasakan kebahagian yang sebenarnya, tanpa kepalsuan seperti masa kecilnya.


Sekarang Adnan memiliki istri yang sangat baik menurutnya dan Bundanya juga sudah kembali, ia harap kebahagian itu tetap bartahan lama, walau pun ia tau kalau setiap orang hidup yakin akan mendapatkan banyak ujian.


Seperti biasanya setelah sholat tahajud Adnan langsung mengaji sambil menunggu adzan subuh. Setelah adzan subuh bergumandang Adnan langsung berjalan ke arah ranjang untuk membangunkan istrinya, istrinya itu memang tidak pernah mau bangun setiap kali adzan subuh bergumandang sebelum ia membangunkan istrinya.


"Jamila, bangun."


Adnan menepuk pelan pipi istrinya sambil tersenyum lebar, wajah tidur istrinya memang terlihat polos, tapi kalau istrinya sadar ia tidak melihat wajah polos dari istrinya, karena istrinya selalu saja mengatakan hal yang mesum.


Tidak ada jawaban dari istrinya, ia langsung membangunkan istrinya untuk ke dua kalinya.


"Jamila, bangun."


Adnan menghela nafas berat saat istrinya masih belum bangun juga, biasanya istrinya itu tidak susah seperti sekarang, ia langsung melepaskan pecinya, lalu ia mengecup kening istrinya cukup lama, setelah itu ia langsung mencium bibir istrinya dan menggigit pelan bibir bawah istrinya.


"Hhhmmm."


Suara lenguhan manja keluar dari mulut Sella saat mendapatkan ciuman di pagi hari sambil masih memejamkan mata, sebenarnya ia sudah bangun saat suara adzan bergumandang, tapi ia malas untuk bangun.


Sella merasa badannya tidak memiliki tenaga karena permainan semalam, apa lagi ia dan suaminya bermain hingga 3 jam lamanya.


Namun Sella tidak menyangka kalau suaminya membangunkan ia dengan cara yang berbeda, biasanya suaminya hanya menepuk pelan pipinya untuk membangunkan ia, tapi kali ini suaminya membangunkan ia dengan mencium bibirnya.


"Bangun Jamila, sekarang sudah subuh."


Sella langsung membuka matanya dengan bibir tersenyum lebar sambil melihat ke wajah suaminya.


"Morning kiss iya mas?"


"Giliran di cium saja melenguh, cepat bangun terus mandi."

__ADS_1


"Tidak mau mas, Jamila malas sholat subuh, boleh iya hari ini Jamila tidak sholat subuh?"


"Mana boleh Jamila, yang mendapat dosa itu bukan hanya kamu, tapi yang lebih besar mendapat dosa itu mas, karena mas kepala keluarga di sini."


"Kali ini saja mas, tidak akan tiap hari."


"Memangnya Jamila mau mas masuk ke dalam api neraka karena Jamila malas sholat?"


Adnan bertanya pada istrinya sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Kali ini saja mas, masa cuma sekali masuk neraka, Jamila masih ngantuk."


"Iya sudah Jamila tidur lagi, tapi nanti malam tidak mas kasih jatah!"


Sebenarnya ucapan itu sama sekali tidak terlintas dalam otak Adnan, apa lagi mengancam untuk tidak melakukan hubungan suami istri, tapi entah kenapa mulutnya tiba-tiba saja mengatakan itu.


Awalnya Sella tersenyum saat suaminya memperbolehkan ia tidur lagi, tapi senyumannya itu pudar karena ucapan terakhir suaminya yang terkesan mengancam.


Sella langsung duduk saat mendengar ancaman dari suaminya dengan raut wajah kecewa, sepertinya suaminya ini hapal sekali dengan otaknya yang selalu berpikir mesum.


Sella merasa aneh dengan suaminya, bagai mana bisa seorang suami yang mengancam tentang hal itu, kebanyakan yang ia tau seorang istri yang mengancam suaminya, tapi sekarang ke balik seorang suami yang mengancam istri.


"Iya itu hukuman untuk Jamila karena Jamila tidak mau sholat subuh."


Adnan berbicara sambil tersenyum pada istrinya yang sedang menatapnya dengan raut wajah kecewa.


"Mana ada memberi hukuman seperti itu mas? Apa tidak bisa kemberikan hukuman yang lain?"


Sella bertanya dengan raut wajah kecewa, apa lagi melihat senyuman suaminya yang menggaskan, mana bisa ia untuk menahan hasratnya agar tidak meminta berhubungan pada suaminya.


"Tidak ada hukuman lain, hanya itu hukuman untuk kamu kalau kamu tidak mau sholat."


"Ya Allah punya suami jahat banget."

__ADS_1


"Mas tidak jahat Jamila, itu hukuman yang sangat ringan, atau kamu mau mas suruh kamu menghapal 30 juz dalam waktu 3 bulan?"


"Eh buset banyak banget mas, bisa-bisa Jamila mati berdiri kalau di suruh menghapal 30 juz, itu semua yang ada di dalam Al-Qur'an loh mas, tega banget, memang mas bisa?"


"Mas hanya butuh waktu 1 bulan untuk menghapal 30 juz Jamila, waktu 3 bulan itu bagi mas sudah sangat lama."


"Mas itu pintar, otak Jamila mana bisa begitu mas, Jamila bukan bah google yang selalu bisa."


Sella berbicara sambil mengusap wajahnya dengan sangat kasar, ia tidak menyangka pagi-pagi begini sudah di hadapkan oleh pilihan sulit dari suaminya.


Apa lagi suruh menghapal 30 juz, surat yasin saja Sella tidak hapal, ia memang bisa membaca Al-Qur'an, tapi ia tidak pernah menghapal Al-alQur'an.


"Jadi Jamila mau pilih hukuman yang mana, mau menghapal 30 juz dalam waktu 3 bulan, atau tidak melakukan jima dalam waktu semalam?"


"Tapi kalau ciuman boleh tidak mas kalau kita tidak melakukan making love?"


Ke dua pasangan yang sangat berbeda bahasa, Adnan yang selalu mangatakan kata Jima, istrinya yang selalu mengatakan kata making love.


"Tidak boleh, itu hukuman buat kamu Jamila."


"Iya sudah Jamila tidak pilih ke duanya, hukuman mas dua-duanya sangat berat untuk Jamila."


Dengan berat hati Sella langsung turun dari ranjangnya untuk mandi, ia tidak mau kalau mendapatkan hukuman dari salah satu hukuman yang di ajukan suaminya.


Sella mungkin saja bisa untuk menahan hasratnya agar tidak berhubungan badan, tapi kalau tidak boleh berciuman juga ia tidak akan bisa menahan itu, bagi ia bibir suaminya adalah candu.


Adnan tersenyum lebar saat melihat istrinya berjalan ke arah kamar mandi, apa lagi saat ia melontarkan ancaman bodoh tadi, mungkin yang ke dua bisa masuk akal kalau menghukum istrinya untuk menghapal Al-Qur'an, tapi kalau ancaman pertama, menurut ia itu adalah ancaman bodoh yang tiba-tiba terlontar dari mulutnya.


"Mas juga mana bisa tidak mencium kamu untuk waktu satu malam Jamila, tapi mas tidak menyangka kalau ancaman itu mampu membuat kamu kecewa."


Adnan berbicara dengan sangat lirih sambil tersenyum lebar, ia merasa memang istrinya itu sangat lucu dan unik.


Sella yang sudah di kamar mandi, ia langsung mandi besar sambil mengemol sendiri.

__ADS_1


"Andai saja aku tidak cinta sama mas Adnan, sudah aku tendang tuh burung, kurang ajar banget masa menghukum tidak boleh melakukan making love, mana ada hukuman seperti itu, memang susah kalau punya suami yang memiliki iman, apa-apa mikirin neraka dan surga, tapi kalau aku tidak dengan mas Adnan, mungkin hidupku selamanya tidak akan mengingat Allah, mas Adnan memang suami yang saleh, Ning Syifa saja mau jadi istri ke dua mas Adnan."


__ADS_2