Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Kantor Cabang.


__ADS_3

Akhirnya Keisya telah sampai di Indonesia. Ia telah menapaki kakinya dua hari di Indonesia. Satu hari tentu tidak cukup melepas rindu terhadap keluarganya apalagi dengan kedua adik kembarnya. Keisya harus segera turun langsung menyelesaikan permasalahannya di kantornya tersebut. Kantor cabangnya yang baru saja berkembang dan mengalami penurunan.


Hari ini Keisya berencana untuk meminjam mobil biasa di tempat service mobil mewahnya. Ia akan terjun langsung dengan menyamar sebagai karyawan di kantornya sendiri. Dengan begitu dia bisa melihat bagaimana keadaan kantornya yang sebenarnya.


Kali ini Keisya tidak terlalu mengubah penampilannya, dia hanya tidak menggunakan perhiasan mahal dan barang bermerk lainnya.


Dengan collute pants berwarna coklat muda dan juga atasan blouse berwarna putih, Keisya masih terlihat cantik walaupun baju tersebut, baju yang ia beli di toko biasa. Bahkan wajahnya di poles dengan make up natural seperti biasanya. Di tambah dengan mobil kodok yang dia bawa.


Keisya telah sampai di depan kantornya sendiri, ia sendiri tidak pernah menapaki kakinya di kantornya tersebut, biasanya sang papanya lah Gardapati yang sesekali melihat kantor cabangnya.Keisya hanya memantaunya dari jauh. Keisya menyamar sebagai karyawan keuangan yang baru.


Tidak banyak yang ia ketahui tentang kantor cabangnya tersebut. Keisya hanya menerima penghasilan dan melihat perkembangannya dari jauh.Keisya berada di posisi satu ruangan dengan karyawan lainnya. Para karyawan yang mengetahui kedatangan Keisya menyapanya.


" Mbak, Karyawan baru ya?" Ucap karyawan laki-laki berkemeja navy tersebut.


" Benar, salam kenal! Namaku Nira!" Ucap Keisya.


" Owh Nira..Mbak cantik sekali." Ucap karyawan pria berkemeja ungu.


" Aku Tony mbak!" Salam pria berkemeja navy yang bernama Tony.

__ADS_1


" Aku Andre mbak, wanita berbaju pink bernama Tiara, yang berwarna merah bernama Mawar!" Ucap Andre, pria berkemeja ungu. Keisya tersenyum menyapa satu- persatu rekan kerjanya yang merupakan karyawannya sendiri.


Tiba-tiba seorang wanita berambut pirang menghampiri Keisya.


" Ehemm.. Ada apa? Apakah kalian tidak tau peraturan perusahaan ini. Kalian brisik, mengganggu ketenangan para pekerja lainnya." Ucap wanita berambut pirang, dengan pakaian ketat dan juga make up yang bisa di bilang menor.


" Maaf Nona Stel!" Ucap Andre, dan juga Tony.


" Hei, bukankah kau karyawan baru? Kenapa kau langsung duduk di kursi keuangan? Kau harus melewati proses dulu sebelum duduk nyaman disini!" Ucap wanita tersebut yang bernama Stella. Terlihat nama di name tagnya yang bergelantung di lehernya.


Proses apa? Aku tidak pernah mendengar proses yang di sebutnya.


" Apa? Coba kau ulangi lagi perkataanmu!" Ucap Stella.


" Maaf, perkataan saya yang mana ya buk!" Ucap Keisya bingung. Perkataan mana yang harus di ulang?


" Apa? Kau memanggilku dengan ibuk? Apa matamu rabun? Kau kira aku adalah ibumu?" Ucap Stella dengan tangan melipat di depan dada. Sedangkan karyawan yang lainnya mencoba menahan tawa melihat tingkah polos Keisya.


Terus aku harus memanggilmu dengan sebutan apa? Emang terlihat seperti tante girang kok! Ups...

__ADS_1


" Lalu anda mau ku panggil siapa?" Ucap Keisya.


" Anda? Dasar karyawan baru ini rupanya bertingkah! Panggil saya dengan Nona...Nona Stel." Ucap Stella dengan bangganya dan menatap Keisya dengan tatapan remeh dan juga senyuman miring.


Ih, geli dengarnya! Baiklah..nona stell..Apakah sebutan bisa membuatnya senang? Sepertinya dia benar-benar sombong! Tenang Kei, lihat dulu bagaimana dia bekerja. Mungkin dibalik sikapnya bertentangan dengan pekerjaannya yang mungkin baik dan juga profesional.


" Baik Nona Stel." Ucap Keisya.


" Kau duduk disana dulu. Dan kerjakan data keuangan ini. Aku ingin melihat bagaimana hasil kau bekerja. Jika pekerjaan mu baik, kau bisa pindah duduk di kursi keuangan!" Ucap Stella. Akhirnya Keisya duduk di kursi yang Stella maksud. Dan Stella pun memutar tubunya menjauh dari ruangan karyawan dengan berjalan yang di sengaja di lenggokkan pinggulnya.


" Sabar, Dia mah gitu orangnya. Suka marah-marah! Kau ikuti saja kemauannya, jika tidak..pasti dia akan memecatmu!" Ucap Mawar yang bersebelah dengan kursi Keisya saat ini. Hanya di batasi oleh papan penghalang.


" Kenapa kita harus mengikuti semua kemaunnya?Apakah dia meneger perusahaan ini?" Tanya Keisya.


" Bukan, dia sekretaris tuan Gunawan. Tuan Gunawan adalah meneger sebenarnya." Jawab Tiara yang berhadapan dengan Keisya.


" Loh, kenapa dia yang mengaturku! Bukankah Tuan gunawan sendiri yang mengaturnya!" Ucap Keisya.


" Entahlah, dia adalah sekretaris kesayangan tuan Gunawan! Dia suka mengatur dan keras kepala!" Ucap Mawar. Akhirnya Keisya memulai pekerjaannya. Ia mulai mengerjakan proposal yang di berikan oleh Stella.

__ADS_1


__ADS_2