Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
kesedihan kiara


__ADS_3

kiara berjalan dengan lesu di sepanjang koridor sekolah sesekali ia mengumpat saat mendengar bisik bisik tetangga yang sangat membuat hati nya hancur berkeping keping


"*eh! besok pernikahan nya kak leo kan?"


"iya iya!. aku jadi penasaran siapa gadis beruntung yang bakalan nikah sama orang paling tajir itu"


"tapi kalian merasa aneh tidak? dengan pernikahan mereka nanti"


"iya calon istri nya tak di tunjukan kepublik"


"hmm... mungkin mereka berniat memperkenalkan nya saat acara pernikahan nanti*"


kiara dengar ia mendengar semuanya, segibegitu sakit nya kah hanya untuk mencintai seseorang? mengapa di dalam rasa cinta harus terselip rasa sakit juga? pikirnya bingung


kiara mempercepat laju jalan nya, tak ingin mendengar apa apa lagi


setelah sampai di depan kelas nya kiara melangkah menuju kursi nya menduduk kan diri nya di atas kursi lalu menenggelamkan wajah nya di antara lipatan tangan nya yang ia lipat di atas meja, sudah cukup! hati kiara panas mendengar nya semenjak naila memberitahu kan perihal pernikahan sang pujaan hati kiara jadi uring uring kadang kadang menangis tak jelas karena mengingat akan fakta itu belum lagi teman teman sekolah nya selalu membicara kan hal itu terus terusan


kiara terus menerus membuang nafas nya kasar lalu ia merasakan ada seseorang yang duduk di sebelah nya siapa lagi kalau bukan teman sebangku nya lana


"eh ra.. kau di undang tidak di acara pernikahan kak leo"celetuk lana sambil menepuk bahu kiara


jadi cerita nya lana tak mengetauhi apapun perihal kiara yang memendam rasa pada leo anak dari pengusaha yang sangat sukses itu


kiara mengangkat kepala nya dari antara lipatan tangan nya lalu merogoh laci meja nya mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya dan di tunjjukkan nya ke pada lana lalu di taruh nya lagi kedalam tas nya


"dan juga aku pengisi acara di sana juga"ujar nya malas


lana menutup mulut nya dengan kedua tangan nya lebay"benarkah?"


kiara mengangguk saja"iya, nyanyi"jawab nya lesu


"aah... aku sangat bangga pada mu! aku tak menyangka kalau aku memiliki teman artis yang terkenal dan berbakat"lana memeluk kiara dengan erat bagaimana tidak? menjadi pengisi acara di dalam pernikahan pewaris dari angleo company itu adalah suatu penghargaan sebab tak sembarng orang yang bisa ikut untuk memeriah kan suasana pernikahan


kiara tak tahu bersikap seperti apa, haruskah ia bahagia di atas penderitaan hati nya? kiara rasa tak bisa jadi ia hanya menampilkan wajah lesu saja


lana melepaskan pelukan nya lalu menatap wajah kiara yang seperti nya tak bersemangat"kenapa kau tak bahagia sedikit pun?"tanya lana heran, seharusnyakan kiara senang bisa ikut mengisi acara pernikahan itu


kiara tersenyum lalu menggeleng"aku bahagia, tapi aku juga sedih"ucapnya lirih


"sedih kenapa?"


"gak ada"sahut kiara lalu mengarahkan pandangan nya kedepan lagi karena guru yang mengajar mereka sudah masuk


lana diam tak mau ikut campur apapun dalam urusan orang


"pagi anak anak"sapa guru itu


"pagi bu"teriak para murid kelas kompak


guru itu bu nita meletakkan buku paket yang ia bawa dari ruang guru di atas meja lalu memandang para murid nya dengan tatapan menggoda"siapa disini yang sudah tidak sabar untuk besok?"


"banyak"sahut mereka kompak kecuali kiara yang berharap hari esok di hilangkan saja


bu nita tertawa mendengar penuturan para anak didik nya"hahaha... oke. oke. sekarang kita belajar ya? sekarang buka bab 3 lalu baca nanti ibu kasih pertanyaan"


"iya bu"


°

__ADS_1


°


°


°


naila yang sedang menyetir menyerngit saat lagi lagi ia mendengar suara helaan nagas dari sebelah nya


"kenapa?"tanya nya pada akhirnya


kiara tak menjawab tapi lagi lagi ia menghela nafas nya kasar


"kau tak apa?"tanya naila sekali lagi, dan lagi lagi di abaikan "heh bocah! kalau di ajak berbicara itu nyahut liat orang nya jangan diam saja tak sopan"tegur naila dengan nada kesal, niat nya sih tadi baik ingin memastikan ke adaan kiara yang sedari tadi memasang wajah lesu


kiara tetap diam tak menghiraukan. tapi tiba tiba ia berceluk"besok kak leo nikah"


oh sekarang naila tahu apa permasalahan nya"memang nya kenapa kalau leo mau nikah?"tanya naila berpura pura tak tahu


kiara diam lagi tak mau menanggapi pertanyaan naila karena ia tahu manager nya ini hanya berpura pura bodoh


"kau harus merelakan nya untuk orang lain"ucap naila lalu turun dari mobil karena mereka telah sampai


naila berdiri di samping pintu tempat kiara duduk lalu membuka pintu mobil nya"aku tak bisa mampir masih banyak pekerjaan"ujar nya dengan wajah penuh sesal


"gak papa"balas kiara santai lalu berjalan masuk


"gak ada kiss ini"tanya naila dengan setengah berteriak


"gak"sahut kiara tanpa berhenti ataupun menghentikan jalan nya


naila menggeleng geleng tak mengerti" yang buat di galau siapa? yang kena imbas nya siapa?"


naila masuk kedalam mobil nya lalu menancap gas meninggalkan pekarangan rumah naila yang terbilang cukup sepi karena hanya di huni oleh enam orang saja dua satpam satu tukang kebun dua pelayan dan kiara tentu nya


"menyedihkan sekali hidup ku. sudah lah keluarga yang tak jelas, percintaan.juga tak jelas"ucap nya terbata bata sambil mengusap air mata nya dengan kasar


kiara terus menagis di kamar nya sampai matahari tak manampakkan lagi sinar nya dengan baju yang masih sama


tok tok tok


"tunggu"teriak kiara parau lalu memberesakan penampilan nya yang acak acakan


ceklek


"oh astaga!"pekik orang yang mengetuk pintu kamar kiara tadi saat melihat penampilan majikan nya yang acak acakkan walaupun kiara sudah membenarkan nya sedikit tapi tetap saja


"ada apa bi?"tanya kiara to the point malas di ganggu saat acara mewek mewekkan nya berlangsung


pelayan itu tergagap"ah itu anu non di cari orang tuh di depan"


"orang?"ulang kiara bingung


"iya"pelayan itu mengangguk dan meminta izin kembali kekamar nya


kiara yang penasaran dengan tergesa gesa berjalan menuruni tangga dan saat tiba di bawah ia menemukan tiga orang berbadan kekar tengah berdiri menatap nya, kiara berjalan mendekat


"ada ap-AAAAA....."teriak kiara saat ia merasakan tubuhnya melayang dan sapu tangan yang di sumpal di mulutnya setelah nya semua nya gelap kiara tak tau apa yang terjadi selanjut nya


°

__ADS_1


°


°


°


kiara membuka mata nya perlahan lahan tapi tak lama ia pangsung menutup nya kembali karena cahaya lampu yang berebut untuk masuk kedalam penglihatan nya setelah ia merasa lebih baik lalu di buka nya lagi menggerakkan tangan nya untuk mengusap kepala nya yang terasa pusing dan sedetik kemudia ia tersadar cepet cepat ia bangkit dari kasur tapi tak lama ia langsung terjatuh


Bruukk


"adu... sakit"lirih nya lalu menatap setiap inci tempat nya sekarang, lebih tepat nya kamar yang begitu luas itu


kiara mencoba lagi untuk bangkit dan berjalan tertatih menuju sebuah foto foto yang menarik perhatian nya setelah ia lihat dengan jelas mata kiara langsung membulat menatap tak percaya foto foto itu


"non. anda sudah sadar?"


kiara terkejut"iya"


"kalau begitu mari ikut saya anda sudah di tunggu"ujar seseorang yang ternyata seorang pelayan


"tunggu aku ingin bertanya"kiara cepat cepat menahan tangan pelayan itu yang akan beranjak yang dengan cepat di tepis pelayan tersebut kiara hanya mematung beginikah sikap pelayan di rumah ini?


pelayan itu berdehem gugup" maaf nona saya tak pantas untuk bersentuhan dengan nona"ucap pelayan itu takut takut


kiara terkejut"mengapa? kita kan sama sama manusia?kenapa merasa tak pantas?"tanya kiara heran


pelayan tersebut menunduk"itu sudah menjadi peraturan di mansion ini nona"lirih pelayan yang kira kira seumuran dengan dirinya


"bagaimana bisa seperti itu?"kiara merasa geram masih ada juga orang yang sering membeda bedakan derajat pikir nya


"saya tak tau nona. tapi lebih baik nona ikut saya sebelum tuan besar marah dan memecat saya"


"oh baiklah"kiara akhirnya pasrah saja memang nya siapa diri nya ini? dia tak berhak marah pada orang itu karena kiara tak memiliki harta yang cukup untuk menantang orang yang seperti nya kiara kenali itu


"apakah aku do culik?"kiarabertanya di sela sela perjalanan mereka yang bisa kiara bilang lumayan melelahkan karena mansion ini sangatlah besar


pelayan itu seperti nya terkejut dengan pertanyaan tiba tiba kiara buktinya saja ia memegangi dada nya dengan mata melotot kiara hampir saja tertawa di buat nya kalau saja ia masih mengingat situasi


"entahlah"balas pelayan itu setelah menetralkan keterkejutan nya


kiara mengangguk"siapa namamu? sepertinya kita seumuran"tanya kiara sambil mensejajarkan langkah mereka


pelayan itu menoleh lalu maju selangkah kedepan"maaf nona tak seharusnya kau mensejajarkan langkah mu dengan ku hal itu tak pantas"


kiara mendengus berlebihan pikirnya


"maaf nona saya hanya bisa mengantar sampai disini saja, anda hanya tinggal masuk kedalam ruangan ini"ujar pelyan itu sambil menunjuk pintu di sebelah mereka


saat pelayan itu ingin beranjak kiara menahan tangannya"siapa namamu? berapa umurmu?"tanya kiara kelesat kepo


"nama saya sofi, umur saya 24 tahun"ucap nya lalu meminta izin untuk pergi


kiara melongo"24 tahun?"ucapnya tak percaya"tapi mengapa ia terlihat seperti seumuran dengan ku dan juga dia lebih pendek dari ku"gumam nya lirih sambil menatap kepergian pelayan tersebut


kiara menghela nafas nya kasar lalu mengetuk pintu yang terbilang sangat sangatlah besar


tok tok tok


setelah mendapatkan izin kiara membuka pintu itu dengan susah payah tapi baru terbuka sedikit kemudian terbuka lagi

__ADS_1


"ck. berat sekali pintu nya"decak kiara sambil berkacak pinggang mengamati pintu besar itu denga bibir manyun dan wajah yang sangat menggemaskan tapi tiba tiba


krieett


__ADS_2