Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Perlengkapan bayi


__ADS_3

Gardapati mengajak Hanna pergi ke toko perlengkapan bayi. Mengingat usia kandungannya yang semakin membesar yaitu 8 bulan. Gardapati harus mempersiapkan semua keperluan si cabang bayi sebelum lahir.


Siapa yang tidak mengenal nama Pati? Pengusaha tambang batu bara yang kekayaannya melintir. Sehingga stand terkenal tersebut sangat terhormat bisa di kunjungi oleh keluarga Pati. Para karyawan sudah berjejer menyambut Gardapati. Hanna yang baru saja turun dari mobil mewah sudah biasa dengan pemandangan tersebut. Hanna turun bersama Gardapati di ikuti oleh bodyguardnya di luar stand.


Terlihat Hanna begitu takjub dengan toko sebesar di depan matanya. Matanya berbinar-binar karena sebentar lagi dirinya akan menjadi ibu. Akan segera mengurus bayi yang menggemaskan dengan baju berbagai model di depannya.


"Tunggu apa lagi sayang? kau boleh memilih semua yang kau mau." Ucap Gardapati melihat Hanna yang masih terdiam.


Hanna langsung bergegas memutari lorong baju khusus bayi laki-laki. Gardapati hanya mengikuti langkah sang istri.


"Sayang...semuanya begitu lucu." Ucap Hanna masih menatap bingung. Karena semua pakaian bayi tersebut begitu lucu.


"Baiklah, semua akan menjadi milikmu. Pelayan...aku mau semua baju ini." Ucap Gardapati langsung memanggil pelayan untuk membungkus semua baju di lorong tersebut.


Semuanya? aku hanya bilang itu lucu. Apa dia ingin membuka toko sendiri di rumah?


Hanna mulai mengontrol ucapannya. Bisa-bisa Gardapati akan membeli semua isi di dalam toko tersebut.


"Bagaimana jika yang ini?..Ini..ini????" Hanna terlihat sangat bahagia. Sedangkan Gardapati mengangguk mengiakan sambil tersenyum melihat istrinya sebahagia itu.


" Sayang, bagaimana jika yang ini? apa kau juga tertarik?" Ucap Gardapati memegang baju bayi perempuan. Ia lupa jika Hanna tidak mengetahui tentang kebenarannya bahwa bayi yang di kandungnya adalah perempuan.


"Sayang, kau mau memakaikan baju perempuan untuk anak laki-laki kita?" Ucap Hanna begitu heran dengan pilihan sang suami.


oh my god,aku lupa jika kau menganggap bayi kita laki-laki. Apa kau sudah gila, ingin membongkar kebohonganmu di sini juga.


"Maaf, aku lupa jika anak kita laki-laki."Ucap Gardapati.


Hanna menganggap tidak serius dengan sikap Gardapati. Hanna kembali memilih baju calon bayinya. Lalu melihat ayunan kayu kuda. Disana Hanna cukup terdiam lama. Hanna menjadi teringat masa kecilnya dimana almarhum ayahnya sempat ingin membelikannya. Karena keberadaannya yang tidak memungkinkan untuk membeli barang tersebut. Ayah Hanna memilih membuat sendiri untuk sang putri.


"Kenapa sayang? Apa kau menginginkan ini juga untuk anak laki-laki kita?" Tanya Gardapati.

__ADS_1


"Tidak aku memiliki mainan kuda kayu juga di rumah buatan ayah. Kau tau, dulu aku masih kecil ingin sekali membeli ayunan kuda ini. Tapi kau tau keadaanku sebelum menikah denganmu. Jadi Ayah mampu membuatkanku kuda mainan ini. Sampai sekarang ibu masih menyimpannya." Ucap Hanna.


"Sebahagia itukah dulu masa kecilmu sayang?" Ucap Gardapati.


"Emps..Ayahku sangat menyayangiku. Bagaimana denganmu?" Ucap Hanna. Mereka masih terdiam melepas lelah mengelilingi stand.


"Ayahku juga sangat mencintaiku, bahkan ibuku. Karenanya aku masih bisa menikmati hidup. Jika bukan karena permintaannya, mungkin nenek telah membuangku." Ucap Gardapati.


Gardapati masih mengingat betul bagaimana dirinya tumbuh dengan kasih sayang ayahnya yang telah lama meninggal bersama ibunya. Setelah itu kehidupannya berubah, ia sudah hidup mandiri bersama para pelayan. Berbeda dengan Adipati yang hidup bersama neneknya, Elapati. Karena perbedaan kasih sayang itulah, pertengkaran antara Adipati dan Gardapati terjadi. Mungkin saat ini hubungan mereka dekat antara Adipati dan Gardapati. Namun Gardapati masih sangat membenci neneknya, Elapati.


"Sayang, jangan bersedih..Ada aku yang masih sangat mencintaimu." Ucap Hanna memeluk Gardapati yang sedang bersedih.


"Ia sayang, aku juga sangat mencintaimu." Ucap Gardapati.


Setelah puas berbelanja semua pakaian. Dimana para bodyguard dan pelayan toko kewalahan dengan barang- barang Gardapati yang baru saja di belinya. Akhirnya Hanna dan Gardapati pulang.


***


Benar saja, seseorang sedang menghalanginya saat ini. Seorang laki-laki dengan tersenyum mengeledek.


" Hahaha...malam-malam begini, ada wanita cantik rupanya. Apakah kau ingin mencari kenikmatan?" Ucap pria tua dengan badan kekar dan berjalan gontay ke arah Bella. Sedangkan Bella melangkah mundur dan memutar tubuhnya lalu berlari kencang.


Namun, tubuhnya terbentur dengan pria asing yang juga ikut tertawa. Pria asing tersebut berhasil menangkap Bella.


"Lepaskan aku.. kalian mau apa? aku mohon lepaskan aku!" Teriak Bella ketika pria tersebut menangkap memeluk Bella. Bahkan aroma alkohol menyeruak. Rupanya mereka sedang mabok.


Bella tidak tinggal diam. Dia menggigit tangan pria asing tersebut dan menginjak kakinya hingga terlepas.


"Hahaha..dasar bodoh, kau kalah dengan tikus kecil." Ucap pria tua.


Merekapun mengejar Bella dan berhasil menangkap Bella kembali. Bella berteriak meminta tolong namun jalanan yang di laluinya memang terlihat sangat sepi. Lalu ada mobil yang tiba-tiba berhenti menyilaukan mata dua pria asing yang sedang berusaha menyentuh Bella. Lalu beberapa pria berbadan kekar turun dari mobil mewah memukul pria asing tersebut.

__ADS_1


Bughhh..


Bughhhh..


Bella cukup terkejut, ternyata mobil tersebut milik Adipati yang juga ikut turun dan menuntun Bella menuju mobil mewahnya.


"Kau tidak apa-apa Bell?" Tanya Adipati terlihat begitu khawatir melihat baju Bella telah robek. Adipati segera membuka jasnya dan Adipati menutupi tubuh Bella menggunakan jasnya.


"Hiks..." Sedangkan Bella masih menangis.


Sebelumnya,Adipati baru saja datang bekerja dan sedang melalui jalanan tersebut. Para bodyguard Adipati masih terus memukul pria asing tersebut tanpa memberinya ampun. Sehingga pria asing tersebut langsung memohon ampun.


"Ampun tuan, ampun..." Pria asing tersebut sudah bersimpuh dengan tangan mengatup dan menangis.


"Bagaimana tuan?Apa kita menghajarnya sampai ******?" Ucap bodyguard Adipati.


"Tidak,ampunin kami tuan. Kami masih mempunyai anak dan istri." Ucap pria asing itu.


"Hahaha kalian sangat lucu. Kenapa kalian baru menyadari. Memang penyesalan datang di akhir. Hajar dia sampai ******. Aku tidak peduli. Dia telah membuat kekasihku ketakutan." Ucap Adipati tanpa menyimak perkataanya sendiri tanpa ia sadari.


Sedangkan Bella merasa heran, mungkin itu merupakan gurauan, fikirnya. Sekarang Bella memikirkan nasib para pria asing yang telah babak belur di hajar oleh bodyguard Adipati.


"Stop!! jangan teruskan. Kasian mereka masih mempunyai anak dan istri." Ucap Bella berteriak di dalam mobil.


"What? Tidak perlu kasian kepada mereka Bel, lihatlah apa yang dia lakukan terhadapmu." Ucap Adipati merasa heran kepada Bella yang masih mempunyai rasa simpati terhadap pelaku.


"Mas, kasian. Dia sedang mabuk, mungkin dia tidak sadar melakukan itu. Lepaskan dia! sudah cukup pembelajaran buat mereka." Ucap Bella.


Kau masih sempat memikirkan orang lain! Lihatlah dirimu sekarang, kau hampir saja kehilangan mahkotamu. Tapi kamu masih sempat memaafkannya. Jangankan menyentuhmu, akan aku habisi dia sekarang juga. Tapi kau malah ingin melepaskannya. Bel..bel.. kau dan Hanna sama saja. Terlalu baik!


"Lepaskan. Jika sampai aku melihatmu lagi, akan aku buat kalian ****** saat itu juga!" Teriak Adipati. Lalu bodyguard Adipati melepaskan kedua pria asing tersebut dan bodyguardnya kembali masuk kedalam mobil Adipati.

__ADS_1


" Terima kasih tuan.." Ucap pria asing tersebut langsung tunggang langgang berlari.


__ADS_2