Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
25


__ADS_3

Naila berjalan santai mengitari taman kota yang terkenal sangat indah di kota tempat tinggalnya saat ini


ia sesekali merenggangkan badannya, melakukan push up di tempat yang menurutnya pas masih banyak lagi hal hal yang ia lakukan untuk menjaga kesehatan tubuhnya, lebih tepatnya berat badannya


"kak Nai!"


Naila menoleh menatap terkejut seseorang yang berjalan mendekat padanya. disana gadis itu masih menggunakan pakaian sekolah padahal hari sudah mulai malam tapi mengapa gadis itu ada di sini? apa dia tidak pulang? banyak pertanyaan lain yang berada di otaknya


"hai"sapaan yang begitu ramah ia dengar dari gadis itu


biasanya ketika mereka bertemu gadis itu selalu acuh tak menghiraukan sekitar terkesan cuek


"kak?!"


gadis itu melambaikan tangannya tepat di depan wajah Naila


"i-iya"Naila tersenyum canggung


gadis itu tampak mengatur nafasnya sebelum membicarakan hal yang mengganggu pikirannnya akhir akhir ini


"kakak tau tidak kiara di mana sekarang?"gadis itu bertanya dengan sangat cepat


Naila terdiam seperti orang yang baru saja kemalingan ia linglung sekarang, benarkah yang bertanya gadis ini? apakah ia sedang bermimpi? cepat cepat Naila menepis fikiran konyolnya itu. ini tidak mimpi ini nyata!

__ADS_1


"aku tak mengetahuinya"balas Naila memasang wajah yang sesedih mungkin"bahkan kiara tak pernah memberiku kabar sedikitpun"sambungnya dengan wajah yang muram


Naila dapat melihat ada sedikit gurat kecewa di wajah gadis yang berada di hadapannya ini


"oh. terimakasih"ujarnya cepat cepat pergi sebelum Naila bertanya alasan mengapa ia menanyai kebaradaan kiara


"iya"balas Naila sekenanya


itu memang benar Lana. teman sebangku kiara bukan halusinasi Naila


sejak kapan Lana mau peduli dengan urusan orang lain?


°°°°


sontak Leo yang sedang menyajikan beberapa makanan di atas meja dekat sofa mendekat membantu kiara untuk duduk di sandaran sofa


"apa?! sudah pagi! cepat sekali"pekik kiara tak percaya


Leo diam tak menjawab, ia menuntun kiara untuk berjalan menuju sofa lalu mendudukkan gadis itu disana


"sejak kapan kau bangun? tak biasanya"ucap Kiara heran


"jam empat"balas Leo santai, tangannya masih sibuk dengan beberapa makanan di hadapannya

__ADS_1


Kiara mengangguk, ia memperhatikan Leo yang sedang asik menyajikan bubur ayam yang entah kapan di beli olehnya


"aku tak mau meminum itu"Kiara menunjuk segelas susu yang tersaji di atas meja, lalu tangannya ia gerakkan hendak meraih segelas jus jeruk yang berada di sebelah susu tersebut tapi langsung di tepis oleh Leo


Leo mengangkat gelas itu lalu di arahkannya kemulut kiara agar gadis itu segera meminumnya


"minum"Leo berucap tegas saat melihat kiara yang malah menutup mulutnya dengan kedua tangannya serta kepalanya yang di geleng gelengkan menolak mentah mentah susu tersebut


"aku tak menyukai susu"ujar kiara jujur


Leo mendengus saat meningat akan hal itu"tapi bagaimanapun kau harus meminumnya"


Kiara menatap melas Leo tapi Leo tak menghiraukannya ia tetap keukeuh memaksa kiara untuk meminum susu itu


"kau tau... rasa susu itu tak enak. itu membuat perutku mulas seperti di putar putar, lidahku juga rasanya aneh jika meminum itu"ucap kiara mencoba untuk membujuk Leo


"aku tak bertanya"


"tapi.."


"minum!"ucap Leo tegas


"mengapa kau memaksa ku untuk meminum itu?! tak biasanya"kiara berucap kesal

__ADS_1


__ADS_2