
" Kenapa lagi Mei? wajahmu selalu bersedih. Dimana wajah cantik Mei yang periang." Ucap Keisya melihat Meimei melipat wajahnya kembali. Keisya yang baru saja datang duduk di sebelah Meimei yang menyendiri di kursi taman.
" Kei, nenekku sakit parah dan harus di operasi dalam waktu dekat. Kami tidak memiliki biaya operasi nenek." Ucap Meimei membuat hati Keisya terhenyak mendengarnya.
" Mei jika kau mau aku bisa meminjamkan uang ke paman untuk biaya operasi nenekmu!" Ucap Keisya memegang pundak Meimei.
" Bagaimana aku bisa menggantinya Kei. Biaya operasi nenekku sangat mahal." Ucap Meimei.
" Kau tidak perlu khawatir. Kau bisa menggantinya kapan pun. Kira-kira berapa biaya operasi nenekmu Mei?" Ucap Keisya.
" 500 juta Kei." Ucap Meimei.
" Baiklah Mei. Besok aku akan membawakannya untukmu. Sekarang kau jangan bersedih lagi. Nanti wajah cantikmu hilang loh." Ucap Keisya berusaha menghibur Meimei.
" Terima kasih Kei. Kau selalu membantuku." Ucap Meimei memeluk Keisya.
Aku akan membeli baju bermerk, sepatu, tas! Ah aku akan bersenang-senang nanti sore. Kenapa baru sekarang sih,aku tau kalau kau kaya Kei. Jika aku tau dari dulu. Pasti aku juga ketularan kaya kan. Aku gak bakalan susah lagi dengan ayah.
" Ia Mei. Jangan sungkan- sungkan. Kau harus cerita masalahmu, apapun itu!" Ucap Keisya.
" Baiklah. Kau sahabat sejati Kei." Ucap Meimei dengan senyum menyeringai di balik punggung Keisya.
Tiba-tiba Meimei melihat Carlos berjalan tidak jauh darinya. Meimei segera menghampiri Carlos yang di ikuti oleh Keisya di belakangnya.
" Carl kau akan pergi kemana?" Tanya Meimei menyapa Carlos.
" Ke kantin. " Ucap Carlos singkat menghentikan langkahnya.
" Carl. Apa kau sudah menjenguk nenek Meimei?" Ucap Keisya ingin tau Carlos sepeduli apa terhadap Meimei.
Duh, kenapa Keisya pakai acara cerita ke Carlos sih. Kan nenekku gak beneran sakit.
__ADS_1
" Kenapa dengan nenekmu Mei?" Ucap Carlos langsung menanyakan ke Meimei.
" Nenekku, sakit Carl." Ucap Meimei langsung berakting sedih lagi.
" Apa? sakit? Nanti jika ada waktu, aku akan menyempatkan diri menjenguk nenekmu." Ucap Carlos.
Semoga kau tidak mempunyai waktu. Bisa mati aku jika kau benar-benar ingin menjenguk nenekku. Nenekku sehat-sehat saja.
Apakah dia mencintai Meimei? Nenek pacar sakit aja gak tau! Dasar pria pengecut.
" Aku akan kembali ke kelas." Ucap Keisya. tidak ingin mengganggu pasangan tersebut.
Tiba- tiba Keisya berteriak kesakitan.
" Ah..kakiku." Keisya begitu kesakitan ketika kakinya berdenyut. Memang jalan tersebut bertingkat. Keisya salah pijak yang pada akhirnya ia terjatuh. Membuat Carlos bergegas menolong Keisya. Begitu pun Meimei yang terpaksa mengikuti Carlos menuju Keisya yang terjatuh.
Apa kau sengaja terjatuh? Dasar plagiat!
" Ah.." Ucap Keisya tidak mampu berdiri sendiri.
" Aku akan membantumu. Kamu benar-benar keras kepala, kau tidak mampu berdiri." Ucap Carlos berusaha membantu Keisya. Sedangkan Meimei yang melihat itu sudah tidak tahan dan memilih turun tangan sendiri untuk menggantikan Carlos membantu Keisya.
" Kei, Kenapa kau tidak hati-hati?" Ucap Meimei begitu kesal melihat sikap Keisya yang di anggap sengaja untuk merebut perhatian Carlos.
" Maafkan aku Mei. Carl, Mei aku sudah bisa sendiri berjalan ke kelas." Ucap Keisya. Padahal kaki Keisya begitu sakit. Namun Keisya akan berusaha sendiri berjalan menuju kelasnya. Keisya tidak ingin mengganggu Carlos dan Meimei yang akan beranjak pergi untuk makan siang. Namun saat Keisya beranjak ingin pergi dengan kakinya yang begitu sakit. Lagi-lagi gelang yang sama di tangan Keisya, tersangkut kembali di seragam Carlos.
Keisya benar- benar lupa melepaskan gelangnya tersebut. Dengan cepat Keisya menutupi gelangnya yang tersangkut di seragam Carlos sambil berusaha melepaskannya.
" Maaf, gelangku tersangkut!" Ucap Keisya.
Ih, apalagi sih rencanamu Kei? Rupanya dia sangat pintar mengambil perhatian Carlos. Sebelumnya aku merasa bersalah karena memerasmu. Tapi sikapmu keterlaluan Kei. Aku tidak segan-segan menguras hartamu. Bahkan 500 juta ternyata hanya uang sekelibat bagimu.
__ADS_1
Ah, kenapa kau sama persis dengan Hanna. Andai saja kau Hanna. Pasti aku akan menahanmu lebih lama.
Meimei dan Keisya berusaha melepaskan gelang dari kemeja seragam Carlos.
" Kei. Lebih baik kau membuka gelangmu!" Ucap Meimei tidak mudah melepaskan gelang Keisya.
" Mei, ini gelang pemberian mamaku." Ucap Keisya. Membuat Carlos menatap Keisya lekat-lekat. Lalu menatap gelang yang samar-samar ia lihat karena tertutup tangan Meimei dan Keisya yang berebut melepaskan gelang Keisya.
" Aku yang akan melepas gelangmu dari bajuku." Ucap Carlos ingin melihat gelang yang di pakai Keisya.
" Tidak..aku bisa melepaskan sendiri." Ucap Keisya takut jika Carlos tau.
" Ih Kei, katanya berharga! kau ingin jika gelangmu masih tersangkut?" Ucap Meimei berdecak kesal.
" Ia benar ini gelang pemberian mamaku. Tapi.." Ucap Keisya. Carlos pun melepaskan tangan Keisya hinggga gelangnya terlihat.
Kenapa gelang Kei sama dengan Hanna? Jika tidak salah. Apakah gelang ini hanya mirip?
Dengan cepat Carlos melepaskan gelang Keisya. Sambil mengingat bentuk gelang Hanna.
" Gelangmu sangat mirip dengan temanku." Ucap Carlos.
Apakah dia bertemu lagi dengan Kei? Rupanya mereka masih sering bertemu. Ternyata kau hanya menganggapku sebagai alat untuk mendekatkan dirimu dengan Carlos. Jangan harap! Carlos adalah milikku. Kau tidak akan memiliki Keisya!
" Benarkah? memang gelang ini bukan hanya satu di dunia kan. Pasti beberapa orang memiliki gelang yang sama." Jelas Keisya padahal gelang tersebut adalah gelang spesial yang di pesan langsung oleh Hanna. Bahkan di dunia tidak ada yang memiliki selain Keisya. Ukiran yang rumit dan harga yang layak tentunya.
" Eh..mungkin juga." Ucap Carlos.
Benar. Mungkin itu hanya mirip. Tapi gelang mereka sama-sama tersangkut di bajuku!
Akhirnya Keisya memilih meninggalkan Meimei dan Carlos dan berusaha melangkah sendiri di kelasnya menahan rasa sakit yang kuat di kakinya. Carlos sudah menawarkan diri untuk membantu Keisya. Namun Keisya menolaknya mentah-mentah.
__ADS_1