
" Tidak perlu khawatir sayang. Apapun hasilnya, tidak masalah. Yang terpenting kita sudah mencobanya. Perasaanku tidak pernah berubah untukmu. Aku tetap mencintaimu." Ucap Gardapati menatap Hanna lekat-lekat. Gardapati melihat kekhwatiran di wajah sang istri. Mereka sedang menunggu hasil dari usaha mereka untuk memiliki seorang anak yaitu melalui bayi tabung.
" Aku percaya itu pa, Tapi.. aku tau, di setiap hubungan suami istri tak lain untuk menambah keturunan. Aku tau niat awal ketika kau menikahiku, kau menginginkan seorang anak laki-laki. Tidak bisa di pungkiri kau juga menginginkan seorang anak di tengah-tengah keluarga kecil kita." Jelas Hanna. Ia juga menatap sang suami dengan mendalam. Agar Gardapati bisa mengetahui isi hatinya yang terdalam.
" Benar, tapi aku sudah bahagia sayang. Sudah berapa kali aku katakan bahwa Keisya sudah cukup untuk kita." Jelas Gardapati agar istrinya tidak merasa terpuruk.
***
Lapangan basket terlihat ramai. Para murid sangat antusias melihat para pemain basket yang sedang berlatih. Begitu pun team cheerleaders yang di ketuai oleh Gesha juga sedang latihan gerakan untuk mendukung tim basket bermain. Sebentar lagi mereka akan berlomba melawan sekolah lain.
Sebenarnya Keisya sangat malas dengan totonan seperti ini. Namun, karena ajakan Meimei untuk melihat bersama, bagaimana tim basket andalan sekolahnya bermain.
Meimei terlihat tersenyum, bahkan bersorak-sorak seperti murid lainya melihat tim basket bermain. Karena disana juga ada pujaan hati Meimei pacar Geisha.
" Carlos...Carlos...Carlos..." Sorak-sorak para penonton.
Begitu pun dengan Meimei sangat antusias memanggil nama pujaan hatinya yang ternyata bernama Carlos. Tidak bisa di pungkiri ketika pria tampan bernama Carlos tersebut terlihat mahir bermain basket di arena. Bahkan tetesan keringat yang membasahi wajahnya menjadi kesan tampan buatnya. Bagaimana semua gadis tidak terpesona dengan ketampanannya.
Sedangkan Keisya hanya memutar bola matanya jenuh. Bahkan terlihat bosan sambil menyeruput minuman.
Disisi lain Geisha melirik tajam ke arah Meimei. Geisha sangat merasa terganggu dengan suara Meimei. Memang terlihat Meimei paling nyaring bersorak memanggil Carlos.
Tiba-tiba saja Geisha menghampiri mereka yang sedang duduk. Meimei yang merasa di hampiri langsung terdiam seketika dan takut.
__ADS_1
" Hei, kau...Pengacau. Bisa-bisa suaramu merusak telingaku!" Ucap Geisha dengan empat teman lainnya yang memakai baju cheerleaders.
" Dasar cupu!" Timpal teman Geisha.
" Lihatlah, si tompel juga berteman dengan si cupu. Sama-sama cupu. Hahaha." Timpal teman lain yang merupakan genk Geisha.
" Bukankah waktu itu kita belum selesai mempermainkan boneka rusak ini!" Ucap teman Geisha.
" Ma..ma..af.." Ucap Meimei gemetar. Sedangkan Keisya terlihat begitu santai.
Ada apalagi sekarang? Aku baru tau jika ada sekolah yang mau menampung kuman-kuman seperti mereka.
" Kau pengacau, aku sangat muak melihat wajah kalian berdua yang jelek ini. Jangan lagi kau muncul di hadapanku. Jika tidak.." Ucap Geisha dengan berkacak pinggang sambil menghina.
" Jika tidak apa? Kalian mau apa?" Ucap Keisya begitu geram dengan tingkah mereka.
" Wah, sepertinya dia berani melawan. Jangan membuat masalah dengan kita. Atau.." Ucap salah satu teman Geisha.
" Atau.." Serempak teman Geisha.
" Atau apa? Lepaskan tangan kotormu itu dari wajah sahabatku." Teriak Keisya. Dengan kesalnya Keisya akhirnya meluncurkan umpatannya.
" What? Dia bilang apa? " Ucap salah satu teman Geisha yang mendengar.
__ADS_1
" Tangan Geisha kotor." Timpal salah satu temannya yang lain.
" Stop" Teriak Carlos dari arena basket, yang tidak sengaja melihat pemandangan kekasihnya sedang bertengkar.
" Apa yang terjadi. Kalian mengganggu latihanku. Geish, kau mau tetap berlatih atau kita selesai berlatih saja?" Ucap Carlos. Carlos adalah pria yang baik, berbeda dengan Geisha yang sangat angkuh dan sombong. Carlos mempunyai sikap care terhadap orang lain. Bahkan dia tidak pernah membanding-bandingkan siapapun. Selalu tersenyum. Itulah mengapa semua wanita jatuh hati kepadanya.
" Oke baiklah Carl, Kita teruskan latihan kita." Ucap Geisha memilih mengalah. Karena menjaga image baiknya, maka Geisha memilih mengikuti Carlos. Jika tidak ada Carlos baru Geisha akan menampakkan sifat sombong dan arogannya. Sebenarnya Carlos mengetahui sifat asli Geisha. Namun karena dia sudah terlanjur memiliki hubungan dengan Geisha yang sudah lama. Jadi Carlos tidak memiliki cukup alasan untuk memutuskan Geisha. Semakin lama cintanya semakin memudar karena sikap arogan Geisha.
" Awas saja kau. Sekarang kau lolos!"Lanjut Geisha dengan tatapan tajam.
Dasar wanita psikopat! Semua yang di pakai adalah barang tiruan. Bahkan wajahnya terlalu sering di totok. Terus, apa yang di sombongkan. Apa keluarga kaya di sekolah ini seperti dia? Omg! Bahkan di sekolahku dulu aku tidak pernah menjumpai orang seperti dia. Apa sebenarnya di sekolahku dulu ada juga orang seperti mereka? mungkin karena penampilanku yang sekarang. Ternyata seru juga!
" Sudah Mei, kita pergi saja. Ini tontonan tidak berguna. Aku malas melihat wajah mereka." Ucap Keisya menarik tangan Meimei.
" Lihatlah Kei.. Tadi dia membelaku. Andai saja dia tidak ada, pasti Geisha sudah menindasku lagi." Ucap Meimei sambil mengikuti Keisya yang keluar dari lapangan basket.
" Dia bukan membelamu. Dia hanya mencari muka di depan orang banyak. Ada aku, aku tidak akan membiarkanmu di tindas lagi kok. " Ucap Keisya.
Aku tau, tapi kita tidak bisa melawan Geisha. Kau teman yang baik Keisya.
" He..anggap saja begitu. Dia benar-benar baik kok Kei..Kau pasti akan jatuh hati juga dengannya." Ucap Meimei asal timpal.
" Aku tidak pantas untuknya. Jadi aku tidak akan membiarkan hatiku jatuh dengannya." Jelas Keisya merendah.
__ADS_1
Uwek...Apa? aku jatuh cinta dengannya. Lihatlah tampan sok coolnya. Bahkan di sekolah dulu, banyak pria tampan yang mengejarku. Kau belum tau saja Mei!