Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
Keputusan


__ADS_3

Keisya memutuskan untuk melanjutkan bisnisnya ke Paris. Rasa sakitnya terhadap rencana pernikahannya yang batal, Keisya memilih kota Paris. Ia tidak mungkin menetap di Indonesia karena keberadaan Carlos dan juga Anisa. Rasa bencinya terhadap ibu kandungnya menutup rasa cinta yang mulai tumbuh terhadap Carlos. Begitu pun, Keisya tidak dapat balik ke Tokyo, terlalu banyak kenangan dirinya bersama Carlos di negara Tokyo.


Keisya telah berkemas beberapa perlengkapan dan pakaian ke dalam koper. Biasanya hari ini adalah acara lamaran. Bella dan Adipati pun juga sudah sampai di rumah Gardapati untuk melihat keponakannya bahagia. Namun, tak di duga jika dekorasi rancangan nan mewah untuk menyambut calon besan hanya berdiri sia-sia.


Sedangkan Hanna terlihat sangat menyedihkan, entah bagaimana caranya untuk membujuk kedua orang yang merupakan suami dan putrinya tersebut. Sudah beberapa kali Hanna berusaha membujuk, namun tiada hasil.


" Kei, Apakah kau tidak bisa menetap lebih lama lagi disini? Pikirkan ulang keputusanmu. Tante rasa ini bukan pilihan yang tepat." Ucap Bella melihat Keisya berbenah dan sibuk mempersiapkan barang yang akan dibawanya pergi ke Paris.


" Tidak bisa tan, Keputusan Kei sudah bulat!" Ucap Keisya.


" Apakah kau bisa mendapatkan pria sebaik Carlos di Paris?" Ucap Bella yang membuat Keisya tidak melanjutkan gerakan tangan yang sedang memasukkan pakaian ke dalam koper.


" E..ten..tu..Masih banyak stok pria di dunia ini tan." Ucap Keisya berusaha tidak menggubris ucapan Bella yang sebenarnya sedang menyayat hati.


" Tante jadi ingat bagaimana mamamu Hanna bisa bertahan dengan papamu dulu. Bahkan dia bisa menghadapi istri-istri papamu yang lain yang tidak terlalu baik. Hanya Anisa yang selalu ada dan membantu Hanna." Ucap Bella bergegas duduk di ranjang Keisya dan melihat Keisya yang sedang sibuk berbenah.

__ADS_1


" Tapi perempuan licik itu hanya memanfaatkan mama Hanna!" Ucap Keisya berdecak kesal mendengar nama ibu kandungnya.


" Walaupun dia seburuk itu tapi mamamu, Hanna tetap menganggapmu sebagai putri kandungnya bukan? Kau tidak bisa menghapus takdir yang telah terjadi. Bagaimana pun Anisa tetap ibu yang telah melahirkanmu!" Ucap Bella.


" Kei, jika kau benar putri dari Hanna. Buktikan! kau akan memiliki sifat yang sama dengan Hanna. Jika kau menganggap dirimu adalah putri Hanna, pasti kau akan melakukan hal sama seperti yang mamamu, Hanna lakukan. Memang memaafkan orang yang menyakiti kita tak semudah itu. Namun, aku tau kau di besarkan oleh Hanna. Mohon pertimbangkan kembali keputusanmu! Jangan gegabah mengambil keputusan. Pria seperti Carlos sangat di sayangkan. Lagi pula, Bukankah Anisa juga telah menanggung dosa. Di jauhkan dari dirimu bukankah ia akan tersiksa. Tidak ada seorang ibu yang membenci anaknya.." Ucap Bella yang membuat Keisya telah meneteskan air mata yang membanjiri pipi putihnya.


" Benar sayang, buktikan jika mama berhasil mendidikmu dengan baik. Putri yang mama kenal adalah seseorang yang mau memaafkan!" Tiba-tiba Hanna muncul dan sebenarnya telah mendengar perbincangan Bella sebelumnya.


"Mama......!!!" Keisya menoleh dan memeluk Hanna dengan erat. Menangis makin kencang, membuang semua rasa benci dan malu terhadap ibu kandungnya.


" Sebenarnya Kei sangat merindukan mama Anisa. Kei sangat merindukan masa kecil Kei, dimana dia memeluk Kei dengan hangat. Hiks..." Keisya menangis tersedu-sedu. Pikirannya bernostalgia ke masa kecil, dimana kasih sayang Anisa di curahkan kepada Keisya putri kecilnya.


" Ia sayang, maafkan lah dia sayang, mama juga seorang ibu. Kau tau bagaimana penantian mama mendapatkan adik-adikmu. Itu sangat menyakitkan." Jelas Hanna ikut menangis. Bella pun yang melihat kedua ibu anak itu juga ikut menangis.


***

__ADS_1


" Carl, hentikan dia untuk meninggalkan negara ini! Kau akan semakin terluka jika membiarkan Kei pergi. Ini semua salah tante, tante yang telah meninggalkan dia!" Ucap Anisa membujuk Carlos yang begitu marah dan sakit hati karena pembatalan lamaran.


" Tapi tan, bagaimana tante adalah ibunya. Bagaimana mereka bisa bersikap seperti itu." Jelas Carlos dengan alis mengkerut bahkan kerah kemejanya yang telah terbuka.


" Carl, tolong tante. Bujuk Kei untuk meneruskan pernikahanmu. Tante hanya percaya kepadamu! Kau adalah pria yang tepat untuk menjaga putri tante. Tante hanya mampu memberikan dia penderitaan. Tante telah lama mengenalmu, kau pasti mampu membahagiakannya!" Jelas Anisa memohon dan mulai bersimpuh di kaki Carlos.


" Tan, jangan begini. Berdiri!" Ucap Carlos menunduk untuk memaksa Anisa agar tidak bersimpuh.


" Tidak, sebelum kau menyetujui permintaan tante!" Ucap Anisa.


" Tapi bagaimana jika Kei tetap bersikukuh? Carlos tidak bisa melihat seseorang menghina tante lagi!" Ucap Carlos.


" Tidak akan, karena tante akan kembali ke London!" Ucap Anisa.


" Tidak bisa, tante dan paman akan melihat pernikahan Carlos! Ucap Carlos.

__ADS_1


" Carl, tante dan paman akan mendoakanmu. Tolong jaga Kei." Ucap Anisa memegang pundak Carlos dan Carlos memeluk Anisa dengan mata berbinar-binar. Rasanya begitu berat dengan pilihan sulit tersebut. Tapi Carlos akan memenuhi semua amanat tantenya tersebut, menganggap sebagai balas budi walaupun tak sebesar yang tante dan pamannya lakukan untuk dirinya.


__ADS_2