
Keisya masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, rentetan kebahagian datang bertubi-tubi. Bagaikan mimpi indah untuknya. Dia masih belum bisa memejamkan matanya. Di umur ke 24-nya Keisya mendapatkan kebahagian yang berlebih, banyak kejutan yang membuatnya berbunga-bunga.
Sedangkan Carlos sudah memejamkan matanya. Ia sudah tertidur di sofa. Keisya mendekati Carlos dengan membawakan selimut. Karena Carlos bertelanjang dada saat tidur. Keisya merasa kasian membiarkan Carlos tidur di sofa. Selama ini dia sudah salah paham terhadapnya. Carlos adalah pria baik.
Keisya menyelimuti Carlos dan menjadi cukup terkejut saat Carlos membuka matanya dan langsung menarik Keisya hingga Keisya menindih tubuh kekarnya. Mata Keisya langsung terbelalak dengan sikap Carlos.
"Kau masih belum ti..dur?" Ucap Keisya. Dia tidak bisa mengatur kecepatan jantungnya yang semakin kencang. Dia benar-benar berada di atas tubuh Carlos, dengan wajah yang menjauh namun dekat.
Mengerjapkan matanya beberapa kali. Bahkan panas telah menyelimuti tubuhnya.
" Aku akan tidur nyenyak jika mendapatkan satu ciuman darimu!" Ucap Carlos tersenyum.
" Apa?" Ucap Keisya dengan mata membulat.
Bukankah kau sudah menciumku!
" Carl lepaskan aku!" Ucap Keisya berusaha terlepas dari pelukan Carlos yang erat.
" Cium aku dulu. Dan jangan bergerak, kau memancing Jerryku!" Ucap Carlos ketika Keisya berusaha melepaskan diri dengan bergerak-gerak di atas tubuh Carlos.
" Apa? Jerry? maksudmu?" Ucap Keisya yang tidak mengerti. Tanpa basa basi Carlos langsung mencium Keisya yang membuatnya langsung terdiam membeku.
Carlos menjadi senang melihat Keisya langsung membeku begitu saja, Carlos langsung meraup bibir mungil tersebut, memautnya kembali. Bahkan pelukannya semakin erat.
Tidak lama malam berganti siang, Keisya tertidur di pelukan Carlos. Bahkan ciuman manis tersebut mengantar mereka tidur nyenyak dan mungkin berlanjut dalam mimpi.
Keisya kembali terkejut saat dirinya masih dipelukan Carlos. Dengan sigap ia bangun, dan lagi-lagi Carlos ikut terbangun dan menyergap Keisya kembali di dalam pelukan.
" Carl.." Lenguh Keisya melihat Carlos selalu berhasil membuatnya menjadi bukan dirinya. Keisya bukan Keisya lagi saat berada di dekat Carlos. Ia mulai luluh dengan sikap Carlos. Bahkan mungkin Keisya mulai terbuai.
" Ia, sayang.." Ucap Carlos membuka matanya menatap Keisya.
Sayang? Apa aku tidak salah mendengarnya.
" Apa?" Ucap Keisya menatap Carlos dan kembali menanyakan kejelasan ucapan Carlos.
__ADS_1
" Kenapa kau memanggilku,sayang!" Ucap Carlos.
"Sayang???" Ucap Keisya dengan wajah penuh pertanyaan.
" Ada yang salah? Lalu kau menganggap hubungan kita itu apa? bahkan ciuman pertamamu berhasil aku dapatkan! Dan kau membalas ciumanku!" Ucap Carlos tersenyum.
Kau mencuri ciuman pertamaku!
" Stopp.. Tidak perlu di jelaskan!" Ucap Keisya tidak ingin membahas persoalan tentang ciuman panas.
Kapan kau menembakku, Kenapa kau memberi status sendiri dengan hubungan ini? Aku masih belum menyetujuinya.
" Jangan bilang aku belum mengajakmu berpacaran? Aku sudah sering mengatakan jika aku mencintaimu!" Ucap Carlos seolah mengerti dengan isi pemikiran Keisya.
" Sudahlah aku mau mandi!" Ucap Keisya beranjak dari pelukan Carlos.
" Jadi kita resmi jadi pasangan kekasih kan! Apakah kau perlu bantuanku sayang? Apakah boleh aku mandi bersamamu?" Teriak Carlos menatap Keisya yang bergegas ke kamar mandi.
Dasar orang gila! Coba saja kalau kau berani, aku akan menendang Jerrymu!
***
Keisya sudah selesai mandi, dan membasuh kepalanya. Ia melupakan baju gantinya di dalam bag kecil yang ia bawa.
" Ah, mengapa aku lupa. Baju ganti semua pakaian dalamku ada di bag!" Keisya mengetuk keningnya sendiri karena melupakan pakaian ganti.
" Carl..." Teriak Keisya di balik pintu kamar mandi. Ia mengintip keberadaan Carlos. Dia tidak berani keluar kamar mandi dengan hanya terbalut handuk. Memang Carlos adalah pria baik! Tapi Carlos tetap merupakan seorang pria yang memiliki nafsu juga bukan.
" Ada apa Kei?" Ucap Carlos melihat Keisya menongolkan kepalanya saja di balik pintu kamar mandi.
" Apakah kau bisa mengambilkan small bagku? Semua baju gantiku berada di dalam small bag!" Jelas Keisya memohon kepada Carlos.
" Maaf, aku sedang bertanding. Sebentar lagi aku akan menang!" Ucap Carlos sedang bermain game di ponselnya. Carlos memang sengaja tidak menuruti permintaan Keisya.
" Carl ,please..." Ucap Keisya memasang wajah memelas.
__ADS_1
"Aku tidak ingin kalah di ronde pertama!" Ucap Carlos beralasan.
Uh, mengapa kau berubah menjadi jahat!
" Baiklah, apa yang tidak untukmu sayang!" Ucap Carlos mengambil small bag Keisya. Keisya pun tersenyum ketika berhasil merayu Carlos dengan wajah memelasnya.
Carlos bergegas memberi small bag kepada Keisya. Saat Keisya mengambil small bagnya dari tangan Carlos, Carlos menahannya.
" Uh, Carl jangan maen-maen!" Ucap Keisya berusaha menarik small bagnya. Sedangkan Carlos hanya tersenyum melihat Keisya yang berusaha mengambil small bagnya di tangan Carlos.
Seketika itu Keisya terkeluar dari kamar mandi dan terjatuh di dekapan Carlos dengan handuk kimono bewarna putih tersebut. Karena Carlos lebih erat memegang small bag milik Keisya. Keisya pun terlempar ke tubuh Carlos.
Carlos bersiul melihat belahan dada milik Keisya dan tersenyum. Keisya pun mempererat handuknya menutupi belahan dadanya. Lalu memukul Carlos dan otomatis Keisya menendang Jerry Carlos yang menimbulkan teriakan. Keisya pun menutup mulutnya sendiri karena terkejut.
" Maaf..maaf.." Ucap Keisya merasa bersalah.
" Ah sakit!" Ucap Carlos merasa kesakitan.
" Maafkan aku Carl. Kamu sih macam-macam!" Jelas Keisya dengan dahi mengkerut melihat Carlos merintih kesakitan.
" Ah, sakitttt." Ucap Carlos merintih kesakitan.
" Duh bagaimana ini?" Ucap Keisya kebingunan.
" Jika terjadi sesuatu dengan Jerry kau harus bertanggung jawab!" Ucap Carlos. Untung Keisya menendang tidak terlalu keras hingga sedikit demi sedikit rasa sakitnya menghilang.
" Ha apa? Tanggung jawab?" Ucap Keisya.
Ha? Kau mengada-ngada!
" Kau harus segera menikahiku Kei!" Ucap Carlos.
" Dasar psikopat! Apakah kau ingin Jerrymu ku tendang lagi?" Ucap Keisya begitu geram dengan Carlos.
" Hehe..Tidak-tidak. Ini saja baru sembuh!" Ucap Carlos. Keisya hanya tersenyum menang dan kembali ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Sedangkan Carlos hanya menggaruk kepalanya melihat kepergian Keisya.
__ADS_1