
Keisya masih setia menemani Carlos. Ia mempersiapkan bubur hasil masakannya sendiri. Keisya tau jika Carlos masih belum melewatkan makan malamnya.
" Kei, aku mau ke toilet untuk buang air kecil!" Ucap Carlos tiba-tiba saat Keisya baru menyajikan bubur di tangannya.
" So????" Ucap Keisya menghentikan langkahnya untuk meletak semangkok bubur.
" Sepertinya bukan bahuku saja yang terluka, kakiku mungkin juga terkilir!" Ucap Carlos.
" Apa? Benarkah? " Ucap Keisya.
Tapi dokter tidak menyampaikan tentang itu! Bagaimana bisa dokter tidak tau!
" Jika kamu keberatan, Aku akan berusaha sendiri. Tidak masalah! Maaf merepotkanmu terlalu banyak!" Ucap Carlos.
" Tidak Carlos, aku tidak merasa keberatan, apa yang kau bicarakan. Baiklah aku akan membantumu!" Ucap Keisya meletak bubur tersebut di atas nakas.
Lalu menghampiri Carlos, membantu membangunkan Carlos, meletak salah satu lengan Carlos di atas bahu Keisya.
Carlos pun merasa sangat senang, padahal keadaan kakinya baik-baik saja. Carlos menatap Keisya dengan lekat kemudian diiringi dengan senyum mengembang. Sedangkan Keisya sangat kesulitan menahan berat badan Carlos.
Keisya pun mengantar Carlos sampai ke kamar mandi.
" Apa kau bisa sendiri?" Ucap Keisya cukup merasa cemas.
" Ia, aku tidak akan lama!" Ucap Carlos. Keisya pun menunggu Carlos di depan kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Carlos keluar kamar dan Keisya kembali membantu Carlos menuju kasurnya.
__ADS_1
Keisya pun membaringkan Carlos, namun Carlos mencari kesempatan kembali dengan menarik Keisya ke dalam pelukannya.
" Carl..Apa yang kau lakukan. Lepaskan!" Ucap Keisya merengek saat dirinya sudah menempel di dada Carlos.
" Aku dingin, aku ingin memelukmu agar hangat!" Ucap Carlos tersenyum riang saat dirinya mengunci tubuh Keisya dengan pelukannya.
" Carlos, lepaskan!" Ucap Keisya. Keisya merasa begitu panas dan juga jantung yang berdetak semakin kencang membuat Keisya ingin lari dari dekapan Carlos.
" Kau ingin aku cepat sembuh bukan! Aku kedinginan, karena kamu sudah membuka bajuku! Jadi gantinya adalah kamu!" Ucap Carlos menahan tawanya melihat Keisya tidak bisa terlepas dari dekapannya.
" Apa ? Carl..lepaskan aku! Sepertinya kepalamu juga terbentur runtuhan." Ucap Keisya berusaha melepaskan diri dari dekapan Carlos.
" Mungkin! Apa setelah runtuhan itu, aku jadi jatuh cinta kepadamu!" Ucap Carlos yang membuat Keisya terdiam membisu menatap Carlos dengan kaku. Perkataan tersebut, membuat wajah putih Keisya memancarkan rona di pipinya.
Benarkah? tidak..bukankah kau masih berhubungan dengan ulat bulu? Tidak, dia menjebakku! Apa yang sedang aku fikirkan! Apa aku juga ikutan tidak waras?
" Wajahmu memerah?" Cukup lama Keisya tercengang menimang lontaran Carlos yang baru saja di luncurkan berhasil membuat Keisya terdiam dan tersentak ketika Carlos melihat semu merah di wajah putih bagaikan cina tersebut.
" Carlos! Nanti buburnya akan menjadi dingin. Apakah kau tidak lapar?" Ucap Keisya.
Ah, benar.. Aku sangat lapar. Apalagi mendengar aroma masakanmu. Aku ingin mencobanya, bagaimana rasa masakan nona Nigel!
Akhirnya Carlos melepaskan dekapan tubuh Keisya. Keisya pun bergegas terduduk mengambil semangkok bubur yang sebelumnya telah di siapkan. Lalu mulai menyuapi Carlos. Carlos hanya menatap Keisya yang sedang serius mengaduk bubur tersebut dan sesekali meniupnya.
"..A..." Carlos membuka mulutnya. Sesuap bubur mendarat di mulut Carlos. Satu kunyahan berhasil membuat Carlos kembali tersenyum untuk kesekian kalinya.
Waw, masakan nona Nigel sangat menakjubkan. Sepertinya kau sudah siap menyandang nama belakangku! Tidak perlu menunggu usiamu lebih matang lagi! Kau sudah sangat sempurna menjadi istriku,bukan!
__ADS_1
" Empss...masakanmu, sangat enak!" Ucap Carlos memuji Keisya. Keisya hanya tersenyum dan terus menyuapi Carlos.
***
Hari sudah malam. Akhirnya Keisya tertidur di atas kursi. Carlos yang sebelumnya berpura-pura tertidur, terbangun lalu menghampiri Keisya yang tertidur begitu nyenyak.
" Nona Nigel, maafkan aku membuatmu repot hari ini! Kau harus selalu berada di sampingku. Terima kasih membuat hariku lebih berwarna dari hari sebelumnya." Ucap Carlos menatap Keisya yang tengah tidur nyenyak atau mungkin telah bermimpi. Sambil mengelus pipi mulusnya dengan pundak jari telunjuk Carlos. Bibir tersebut terus tersenyum melihat sesosok wanita yang telah lama di carinya tersebut. Bahkan ia tidak bisa menjabarkan kebahagiaannya saat ini.
Setelah puas memandang wajah Keisya, lalu Carlos dengan pelan-pelan menggendong Keisya untuk di letak di atas kasurnya. Meletak kepala Keisya tepat di atas bantal yang empuk. Lalu Carlos pun ikut naik terbaring di samping Keisya. Mengambil selimut, untuk menyelimuti Keisya dan juga dirinya. Lalu terakhir mencium kening Keisya dan membisikkan " I love you nona Nigel." tepat di samping telinga Keisya.
***
Kebiasaannya bangun pagi, membuat Keisya pukul enam sudah terbangun. Ia mengerjapkan matanya yang berat selepas tidur panjang. Melihat sekitar ruangan lalu berhenti di tangan Carlos yang sedang memeluknya.
" CARLOSSS!!!!" Teriak Keisya terkejut kenapa dirinya tiba-tiba berada di samping Carlos.
Carlos yang tertidur menjadi terhenyak, ini merupakan sapaan di awal hari yaitu dengan teriakan Keisya.
" Carlos, bagaimana diriku bisa tertidur di sebelahmu? Bukankah semalam aku tidur di sofa?" Ucap Keisya menatap Carlos dengan bingung dan berusaha mengingatnya.
" Kau benar-benar tidak ingat? semalam kau terbangun lalu, kau ingin tidur di kasurku!" Ucap Carlos. Padahal dirinyalah yang menggendong Keisya ke kasurnya.
" Apa? Bagaimana bisa?? " Ucap Keisya begitu heran.
" Karena aku telanjang dada, jadi aku memelukmu untuk menghangatkan!" Lanjut Carlos.
" Apa???" Keisya tidak habis fikir dan kembali terkejut.
__ADS_1
Aku terbangun? Bagaimana bisa? Tapi, jika Carlos yang memindahku kesini, itu tidak mungkin. Dia kan masih sakit dan disini hanya ada Carlos dan aku saja.
Sedangkan Carlos menahan tawa melihat keseriusan Keisya dan berhasil membuat Keisya percaya begitu saja.