Istri Kesayangan

Istri Kesayangan
35


__ADS_3

setelah mendapatkan informasi dari Adi, Leo langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan orang itu


"ini! cari mobil ini, disana ada tertera plat mobilnya. aku mau kau harus menemukannya hanya dalam waktu setengah hari"ucap Leo tegas sembari memberikan copyan foto dari yang di berikan Adi tadi padanya


mereka hanya mengangguk mengerti saja, mereka sudah biasa dengan sikap tuannya ini yang tak berperasaan jika sedang memberikan pekerjaan untuk mereka, selalu saja waktunya mepet mepet


"baik tuan"jawab mereka berlima kompak


Leo mengangguk sambil tersenyum miring"silahkan! waktu kalian di mulai dari sekarang!"dengan segera kelima orang itu keluar dari ruangan pribadi Leo, untuk menyelesaikan tugas yang di berikan atasannya itu


"sebentar lagi"ucapnya dengan serigaian di bibirnya"tunggu papa nak, papa akan menjemput kalian"sambungnya lagi dengan nada sendu


"apakah kau tak menginginkan Kiara lagi?"Adi yang sedari tadi masih berada di ruangan itu memperhatikan Leo membuka suaranya begitu ia mendengar penuturan Leo


Leo menoleh menatap Adi yang tengah duduk santai di sofa panjang dengan segelas wine ditangannya, memperhatikannya dengan dahi mengerut


Leo hanya melemparkan senyuman miring kepada sepupunya itu, sedangkan Adi yang mendapatkan senyuman miring begitu hanya bergidik ngeri saja, adi tak tahu apa yang sedang berada dalam otak licik sepupunya yang satu itu


semoga aku tidak salah mengambil keputusan

__ADS_1


°°°°°


"mah! mama!"El berteriak nyaring memanggil sang mama yang entah pergi kemana


"kenapasih kak ribut sekali! masih pagi juga!"maki Nana kesal


sehabis bangun tadi, El tak menjumpai mamanya lagi yang semalam tidur di tengah tengah mereka berdua dan sekarang mamanya sudah menghilang saja tak tahu kemana


"palingan mama lagi masak"ucap Nana dengan wajah cemberut


"oh iya"El dengan cepat turun dari ranjang berjalan menuju dapur


"mama masak apa?"El mengambil salah satu kursi bar, lalu menariknya ke sebelah mamanya dan ia meniki kursi itu agar dapat melihat apa yang sedang di masak oleh mamanya


"waah... mama masak nasi goreng?"El mendekatkan wajahnya ke arah kompor agar dapat mencium aroma masakan mamanya


"jangan deket deket El, bahaya"Kiara menarik pelan kepala El kebelakang agar tidak terlalu dekat dengan api


El menyengir lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah kecap yang berada di bar kecil dekat kompor, menurunkan kakinya lalu setelah kedua kakinya menapak di lantai dengan segera ia beranjak mengambil botol kecap tersebut dan naik kembali ke kursi yang tadi sempat di pijakinya

__ADS_1


"mah, El bantu ya? nuangin kecapnya"Kiara tersenyum, lalu mengangguk menuntun tangan El untuk menuangkan kecap tersebut kedalam masakannya


"Adek mana?"El tak langsung menjawab, setelah selesai menutup botol kecap ia mengembalikan botol tersebut ke tempat semula, lalu kembali keposisinya semula


"tidur"balasnya santai


"mana ya... aku udah bangun, aku tadi mandi dulu. cium lah! wangikan?!"sahut Nana yang ternyata sidah berdiri di belakang mereka dengan tangan yang di lipat di depan dada


"Anak mama pintar sekali"puji Kiara, dengan tangan yang sibuk memindahkan nasi goreng yang yelah jadi itu keatas piring, memberikannya kepada El agar menata piring itu di atas meja makan. begitupun dengan Nana, kiara memberikannya satu piring nasi goreng juga, dan piring yang terakhir Kiara yang membawanya


"enak gak sayang?"Kiara bertanya di sela sela makannya


mereka berdua mengagguk kompak"enak banget"jawab mereka dengan antusias


"kalau gitu, nanti ikut mama ya? kita jalan jalan"ucap Kiara dan yang di respon dengan senyuman lebar di bibir kedua anaknya


"seneng jalan jalan?"


"iya! apalagi kalau ada mama, seru jadinya"ucap Nana dengan gembira

__ADS_1


El menunduk ketika mendengar penuturan Nana"tapi ada yang kurang.."lirih El yang ternyata masih dapat di dengar oleh Kiara


__ADS_2