
adi mengusap wajahnya kasar. cobaan apalagi ini? yatuhannn.... setelahnya adi memantapkan langkahnya mendekati kedua orang tuanya yang tengah menatapnya tajam
"eh mah pah..."adi memberikan cengiran konyolnya saat ia telah berada tepat di hadapan kedua orang tuanya lalu menyalim tangan kedua orang tersebut yang hanya menatapnya datar
Dani selaku ayah kandung dari Adi berdehem tak merubah sedikitpun ekspresinya begitupun dengan Erika
Adi sendiri mengalihkan pandangannya kepada seorang wanita berperut buncit yang sedang menagis tersedu sedu di dalam pelukan hangat ibunya
"Anggun...."Adi mencoba untuk membujuk Anggun supaya berhenti menangis
"kau tak pernah mau membelaku!"
namun respon yang di berikan oleh Anggun mengharuskan dirinya supaya banyak bersabar meladeni bumil yang emosinya labil seperti anak kecil
"itu Rojer tadi hanya bercanda... aku yakin kok. suer"ujar Adi mendudukkan dirinya di sebelah Anggun lalu tangannya di gerakkan untuk mengelus elus punggung Anggun
"jangan pegang!"ketus Anggun masih sesegukan
Adi menatap kedua orang tuanya tapi yang membuat Adi kesal kedua orang tuanya malah memalingkan wajahnya enggan menatap pada Adi
"janji deh, kalau kau bertengkar lagi dengan si Rojer aku bantuain"ucap Adi mantap mencoba membujuk Anggun lagi
Anggun mengangkat wajahnya menoleh kesamping menatap wajah suaminya itu"janji?"Anggun mengankat jari kelingkingnya ke arah Adi
Adi menautkan kelingkaingnya di jari kelingking Anggun"janji"
Anggun tersenyum senang lalu ia beranjak dari tempatnya menuju ke arah Kiara yang sedang asik bermesraan dengan Leo, tak lupa pamit kepada kedua mertuanya
"kau tak boleh pergi"intrupsi Dani saat melihat Adi yang sepertinya akan beranjak
"tapi pah...."
Dani dan Erika kompak menggeleng
"berani berbuat berani bertanggung jawab"tegas Dani
Adi mengangguk pasrah. hukuman apa lagi yang akan di jatuhkan kepadanya kali ini?
sementara di sofa tampak kedua sejoli yang terlihat seperti sedang bermesraan dengan tangan sang lelaki yang seperti tengah memeluk posesive tubuh mungil sang wanita nyatanya tidak! lelaki itu hanya menahan tubuh sang wanita yang hampir saja jatuh
lalu sang wanita berlari ke arah kamar mandi yang tersedia di dekat ruang kelaurga itu, yang menyebabkan langkah seorang wanita yang hendak menghampiri mereka berhenti ketika ia melihat wanita itu yang pergi ke arah kamar mandi diikuti oleh sang lelaki
__ADS_1
"menyebalkan"desisnya pelan lalu ia kembali lagi ketempatnya tadi menemukan sang suami yang tengah menjalankan hukuman dari sang mertua karena telah membuatnya menangis lagi
"semangat!"seruan itu spontan keluar dari bibir mungilnya ketika melihat suaminya yang berhenti sejenak dari acara push up nya
sedangkan yang di semangati mendengus. lalu kembali melanjutkan hukumannya berusaha mencapai angka 50
°
°
°
Huek huek
memijit pelan leher jenjang istrinya lalu memberikan dua lembar tisue, dengan cepat di sambar oleh wanita yang sedari tadi memuntahkan isi perutnya
"pusing..."rengekan manja keluar dari bibir tipis sang istri
menghela nafas sejenak"yasudah, kita naik ke atas saja tak usah ikut acaranya lagi"ia menarik tangan sang istri agar mengikuti langkahnya
"tapikan aku gak enak sama yang lain"mencoba untuk menarik tangannya dari genggaman sang suami
"lihat wajahmu! pucat sekali seperti tak di kasih makan saja"ketusnya menatap tak suka pada wanita di hadapannya
setelah sampai di kamar lelaki itu bergerak mengambil ponselnya. mendial nama seseorang di sana
"datanglah.cepat!"
tut
tanpa menunggu jawaban dari oarang sebarang sana lelaki itu mematikan sambungan telfonnya
"sini ku bantu"tangannya bergerak dengan lihai membuka resleting baju sang istri yang sedari tadi menggerutu karena tak bisa mengapai resleting bajunya
"makasih"lalu ia bergerak memakai piyamanya yang sudah ia siapkan tadi
tok
tok
tok
__ADS_1
lelaki itu yang lagi sibuk dengan laptopnya menoleh lalu dengan cepat berdiri membukakan pintu
ceklek
"maaf tuan muda Leo.Dokter Kevin ingin bertemu dengan anda"
"suruh dia datang kemari!"perintahnya tegas
Leo membiarkan pintu itu terbuka supaya ia tak perlu cape lagi membukakan pintu ketika Kevin akan masuk
tap
tap
tap
"lama sekali"protes Leo tak santai
yang di protes hanya merotasikan matanya, Leo fikir dari Rumah sakit ke mansion keluarga Angleo jaraknya dekat?
"ada perlu apa kau memanggilku?"tanya Dokter Kevin yang merupakan sahabat Leo dari zaman smp tho the point
Leo mengarahkan dagunya kepada sang istri yang sudah terlelap"periksa istriku! apa yang terjadi padanya"Leo mendudukan dirinya di pinggiran ranjang
Kevin mengangguk, mengeluarkan stetoskopnya dan memakainya ketika hendak memeriksa Kiara Leo menghentikan pergerakannya
"jangan sentuh"peringat Leo tajam
Kevin merotasikan matanya, mungkin Leo sudah mulai gila karena permasalahan rumah tangganya. ya Kevin mengetahui semuanya karena Kevin merupakan teman curhat Leo
"bagaimana aku bisa mengetahui apa yang terjadi padanya kalau kau melarangku untuk menyentuhnya?!"teriak Kevin tertahan supaya tak membangukan Kiara
Leo terdiam.memutar otakanya"bagaimana kalau aku mengatakan gejala gejalanya saja"usulnya
"hmm"Kevin berdehem malas
"mual mual. pusing, itu saja"jelasnya singkat
Kevin tampak berfikir"mungkin hamil"ucapnya tak yakin namun berbeda dengan Leo yang sudah berbinar bahagia"tapi mungkin juga masuk angin"seketika raut wajah leo berubah datar
"makanya! biarkan aku memeriksanya! posesive sekali"cibir Kevin jengkel
__ADS_1
dengan sangat terpaksa Leo mengangguk
"bagaimana?"